Prabowo Subianto Tegaskan Swasembada Pangan sebagai Fondasi Kedaulatan Bangsa di Puncak PENAS XVII Gorontalo

Rabu, 24 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LIMBOTO, Garudapost.id – Kawasan GORR David‑Tony di Limboto, Kabupaten Gorontalo, berubah menjadi lautan manusia pada Rabu pagi. Ribuan petani, nelayan, penyuluh pertanian, dan pelaku usaha agribisnis dari 38 provinsi memadati tempat pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan Andalan XVII Tahun 2026 untuk menyaksikan momen bersejarah: kehadiran Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam kapasitasnya sebagai Kepala Negara pada tanggal 24 Juni 2026. Ini merupakan kunjungan pertama Presiden Prabowo ke gelaran PENAS sejak dilantik, menandai komitmen tertinggi pemerintah pusat terhadap sektor pangan nasional.

Sejak pukul 07.00 WITA, antusiasme peserta sudah terasa luar biasa. Mereka datang bukan hanya sebagai penonton, tetapi sebagai pelaku utama yang ingin menyampaikan aspirasi langsung kepada pemimpin bangsa. Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, dan Bupati Kabupaten Gorontalo Sofyan Puhi berdiri di garis depan menyambut kedatangan Presiden, mencerminkan sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam menyukseskan agenda strategis ini. Kehadiran para kepala daerah juga menjadi simbol bahwa pembangunan pangan tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan memerlukan kolaborasi lintas wilayah dan lintas jenjang pemerintahan.

Dalam amanat utamanya, Presiden Prabowo menyampaikan pesan yang jauh melampaui sekadar pidato seremonial. Ia mengingatkan bahwa ketahanan pangan adalah isu keamanan nasional yang setara dengan pertahanan militer. Latar belakangnya sebagai mantan prajurit TNI membuat ia memandang petani dan nelayan bukan hanya sebagai produsen makanan, tetapi sebagai garda terdepan kedaulatan bangsa. “Tanpa pangan yang cukup dan mandiri, negara tidak akan pernah benar‑benar merdeka,” tegasnya dengan nada serius namun penuh empati. Pernyataan ini disambut tepuk tangan gemuruh dari ribuan peserta yang memahami betul perjuangan sehari‑hari di ladang dan laut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Presiden mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaan atas capaian produksi pangan nasional yang kini mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Produksi beras, jagung, kedelai, dan komoditas perikanan terus meningkat signifikan berkat kerja keras kolektif seluruh elemen masyarakat. Namun, ia menekankan bahwa angka statistik semata tidak cukup. Yang lebih penting adalah bagaimana peningkatan produksi ini diterjemahkan menjadi kesejahteraan nyata bagi keluarga petani dan nelayan. “Saya tidak ingin mendengar cerita tentang surplus beras sementara anak‑anak petani masih kesulitan mengakses pendidikan dan kesehatan. Kesejahteraan harus merata,” ujarnya sambil menunjuk ke arah barisan peserta yang mengenakan pakaian khas daerah masing‑masing.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Presiden menginstruksikan percepatan transformasi struktural di sektor pertanian dan perikanan. Tiga pilar utama yang ditekankan adalah adopsi teknologi presisi, penguatan rantai pasok, dan hilirisasi produk olahan. Ia mencontohkan keberhasilan beberapa daerah yang telah mengembangkan industri pengolahan ikan dan hasil pertanian bernilai tambah tinggi, sehingga pendapatan pelaku usaha meningkat berkali‑kali lipat dibanding menjual bahan mentah. “Kita tidak boleh lagi puas dengan mengekspor bahan baku atau menjual komoditas segar dengan harga murah. Nilai tambah harus diciptakan di dalam negeri, oleh tangan‑tangan putra‑putri bangsa sendiri,” jelasnya.

Momen penutupan PENAS XVII juga menjadi ajang refleksi bersama. Presiden mengajak seluruh peserta untuk tidak menganggap acara ini sebagai akhir, melainkan awal dari gerakan kolektif yang lebih masif. Ia mendorong terbentuknya jejaring kemitraan antarprovinsi, pertukaran pengetahuan antarpetani, serta kolaborasi riset antara perguruan tinggi dan komunitas lokal. “PENAS bukan pameran semata. Ini adalah pasar ide, laboratorium inovasi, dan ruang solidaritas. Apa yang kita diskusikan hari ini harus menjadi aksi konkret besok lusa,” pungkasnya.

Suasana acara berlangsung khidmat sekaligus meriah hingga detik‑detik terakhir. Di sela‑sela amanat Presiden, terdengar iringan gamelan, penampilan tarian tradisional, dan sorak‑sorai peserta yang bangga menjadi bagian dari perjalanan bangsa. Kehadiran Prabowo Subianto di puncak PENAS XVII Gorontalo bukan hanya menutup sebuah acara, tetapi membuka babak baru dalam sejarah ketahanan pangan Indonesia: babak di mana petani dan nelayan diakui sebagai pahlawan kedaulatan, kesejahteraan mereka menjadi ukuran keberhasilan pembangunan nasional, dan seluruh kekuatan bangsa bersatu menuju Indonesia yang lebih sejahtera, mandiri, dan berdaulat pangan.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Sosok Inspiratif, Wagub Gorontalo Idah Syahida dan Gubernur Maluku Utara Sherly T. Joanda Laos Sapa Hangat Peserta PENAS XVII
Lautan Manusia Sambut Presiden Prabowo di Puncak PENAS XVII, GOR David-Tonny Limboto Dipenuhi Puluhan Ribu Warga dan Peserta dari Seluruh Indonesia
Perkuat Sinergi Hukum, Pemkab dan Kejari Majalengka Jalin Kesepakatan Bersama Terkait Masalah Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara.
Puji Kolaborasi BSPS dan PTSL di Gorontalo, Mendagri Tito Karnavian Sebut Ide Gubernur-Bupati “Brilian”
Temu Usaha Agribisnis PENAS XVII Gorontalo Racik Formula Kemitraan Petani-Nelayan Modern
Antisipasi Musim Kemarau, Kabupaten Majalengka Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla Hingga Oktober 2026.
SDN Kertamukti II Gelar Kenaikan Kelas dan Kelulusan Kelas VI, Meriah dengan Pentas Seni dan Budaya
Bupati Lepas Kontingen Porsenitas dan Polwilda, Tegaskan Prestasi Tetap Utama di Tengah Efisiensi Anggaran.
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:45

Prabowo Subianto Tegaskan Swasembada Pangan sebagai Fondasi Kedaulatan Bangsa di Puncak PENAS XVII Gorontalo

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:47

Sosok Inspiratif, Wagub Gorontalo Idah Syahida dan Gubernur Maluku Utara Sherly T. Joanda Laos Sapa Hangat Peserta PENAS XVII

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:16

Lautan Manusia Sambut Presiden Prabowo di Puncak PENAS XVII, GOR David-Tonny Limboto Dipenuhi Puluhan Ribu Warga dan Peserta dari Seluruh Indonesia

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:45

Perkuat Sinergi Hukum, Pemkab dan Kejari Majalengka Jalin Kesepakatan Bersama Terkait Masalah Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara.

Rabu, 24 Juni 2026 - 00:16

Puji Kolaborasi BSPS dan PTSL di Gorontalo, Mendagri Tito Karnavian Sebut Ide Gubernur-Bupati “Brilian”

Berita Terbaru