Garudapost.id-Ambon/Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui berbagai program yang produktif dan inovatif. Salah satu bentuk nyata pembinaan tersebut diwujudkan melalui budidaya tanaman selada dengan sistem hidroponik serta pemanfaatan limbah kelapa menjadi berbagai karya kreatif yang bernilai guna dan bernilai ekonomis. Kamis (07/09)
Program pembinaan ini bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, warga binaan tidak hanya memperoleh pengetahuan dan kemampuan teknis, tetapi juga dibentuk karakter disiplin, tanggung jawab, kerja sama, serta jiwa kewirausahaan.
Pada kegiatan budidaya selada hidroponik, warga binaan dilibatkan secara langsung mulai dari proses penyemaian benih, perawatan tanaman, hingga masa panen. Sistem hidroponik dipilih karena dinilai lebih efisien dalam penggunaan lahan dan air, serta mampu menghasilkan tanaman yang sehat dan berkualitas. Hasil panen selada nantinya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan maupun dikembangkan sebagai produk yang memiliki nilai jual.
Pemanfaatan limbah kelapa menjadi berbagai hasil kerajinan tangan yang kreatif. Tempurung, sabut, maupun bagian lain dari kelapa diolah menjadi produk yang memiliki nilai estetika sekaligus nilai ekonomi. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya menumbuhkan kreativitas warga binaan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap pemanfaatan limbah menjadi barang yang lebih bermanfaat.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Rutan Kelas IIA Ambon menyampaikan seluruh program berjalan secara optimal, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi warga binaan. dalam meningkatkan kualitas pembinaan yang berorientasi pada peningkatan keterampilan dan kemandirian.
“Pembinaan kemandirian tidak hanya berfokus pada pemberian keterampilan, tetapi juga membangun pola pikir yang produktif dan kreatif. Melalui budidaya selada hidroponik dan pemanfaatan limbah kelapa menjadi karya yang bernilai ekonomis, kami berharap warga binaan memiliki bekal yang dapat dimanfaatkan untuk membuka peluang usaha serta menjalani kehidupan yang lebih mandiri ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujar Jefry.
Petugas pembinaan Rano, menambahkan bahwa program tersebut dirancang agar warga binaan mampu mengembangkan potensi diri melalui kegiatan yang bermanfaat dan sesuai dengan potensi daerah.
“Budidaya hidroponik dan pengolahan limbah kelapa merupakan keterampilan yang relatif mudah dipelajari serta memiliki prospek ekonomi yang baik. Kami berharap keterampilan ini dapat menjadi bekal yang berguna bagi warga binaan setelah bebas nanti,” jelasnya.
Salah seorang warga binaan, Clifort, mengaku memperoleh banyak pengalaman baru selama mengikuti kegiatan pembinaan tersebut. Menurutnya, program ini memberikan kesempatan untuk belajar sekaligus meningkatkan rasa percaya diri dalam berkarya.
“Saya belajar cara menanam selada dengan sistem hidroponik mulai dari penyemaian hingga panen. Selain itu, saya juga belajar mengolah limbah kelapa menjadi kerajinan yang memiliki nilai jual. Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan keterampilan yang bisa saya gunakan sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat,” ungkap Clifort.
Melalui program pembinaan kemandirian ini, Rutan Kelas IIA Ambon terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan warga binaan yang produktif, kreatif, dan siap berkontribusi positif di tengah masyarakat. Pembinaan berbasis budidaya selada hidroponik dan pemanfaatan limbah kelapa diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan pembinaan yang humanis, berkualitas, serta mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan.

















