Ribuan Warga Bojongbata Berdesakan Antre Beras Bantuan, Sejumlah Warga Miskin Justru Gigit Jari

Senin, 24 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemalang -Jateng ||garudapost.id-

Ribuan warga dari berbagai RT/RW memadati halaman kantor kelurahan Bojongbata, kecamatan Pemalang,untuk mengambil bantuan beras sebanyak 30 kilogram untuk setiap keluarga penerima manfaat dari pemerintah pusat melalui Bulog.

Suasana ricuh dan saling dorong nyaris tak terhindarkan akibat antrean yang terlalu padat. Ironisnya, di tengah kebahagiaan warga yang mendapat jatah, sejumlah warga lanjut usia yang hidup dalam kemiskinan ekstrem justru harus pulang dengan tangan hampa karena nama mereka tidak tercatat dalam data penerima.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejak pukul 08.00 WIB, lautan manusia telah memenuhi area kantor kelurahan ,Warga datang membawa kartu identitas yang diperlukan ,

Mereka rela menunggu selama berjam-jam demi mendapatkan bantuan pangan tersebut.

Namun, kegembiraan tidak dirasakan oleh semua orang.Medi (65 ), seorang duda tua tanpa Pekerjaan, hanya bisa duduk termenung di sudut pagar.

Ia memegang secarik kertas kartu keluarga berharap namanya masuk dalam daftar list bantuan sebagai penerima bantuan, akan tetapi sayang namanya tidak tercatat dalam program bantuan tersebut,

“Saya sudah berharap dapat bantuan seperti tetangga depan dan samping rumah, ternyata nama saya tidak ada di daftar. Padahal beras ini sangat saya tunggu untuk makan besok,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Kondisi serupa dialami oleh Anah (54), seorang ibu rumah tangga yang juga tanpa Pekerjaan, karena kehilangan mata pencahariannya pasca warung makan miliknya ludes terbakar pada beberapa waktu lalu,

Perempuan paruh baya ini mengalami luka ringan juga pasca mengalami kecelakaan,akan tetapi juga tak mendapatkan bantuan pangan berupa 30 kilogram beras,

Ia kembali harus menahan rasa kecewa yang mendalam dan hanya bisa memandang puluhan tetangganya berbondong bondong memanggul beras bantuan,

“Saya asli warga pribumi dari dulu sampai sekarang tidak pernah pindah domisili, tapi kenapa tidak pernah dapat bantuan apapun?” Tanyanya menahan kecewa,

Lurah Bojongbata Mirza Agus Faishal saat dikonfirmasi menyatakan bahwa perubahan validasi data dilakukan oleh pusat berdasarkan pembaruan data terpadu,akan tetapi terkait dengan warga yang tidak mendapatkan bantuan, pihaknya akan melakukan validasi data dengan acuan aturan yang ada,

“kami akan memfasilitasi dengan kebijaksanaan kami sendiri setiap kali kita menyalurkan bantuan pastinya ada yang mendapatkan dan ada yang ditukar atau ada yang diganti tentunya untuk warga yang tidak ada di tempat atau tidak diketahui keberadaanya, kami ganti dengan warga yang lain yang dalam data cadangan dengan syarat Desil 1 sampai 5,itu sudah menjadi arahan dari bulog,pemerintah pusat untuk mengutamakan masyarakat desil 1 sampai 5,” jelasnya ,pada Senin siang ( 24/8 ).

Dalih kuota terbatas masih menjadi alasan penyebab tidak terakomodasinya seluruh warga miskin di wilayah tersebut. Warga yang tidak mendapat bantuan hanya diminta untuk bersabar menunggu tahap berikutnya

Kesenjangan penyaluran bantuan sosial ini memicu kritik tajam dari tokoh masyarakat setempat. Warga berharap pemerintah segera melakukan audit ulang terhadap data warga miskin di lapangan. Tujuannya agar tragedi salah sasaran seperti ini tidak terus berulang dan mencederai rasa keadilan sosial bagi warga yang benar-benar membutuhkan.

Facebook Comments Box

Penulis : Ragil

Editor : Red jateng

Berita Terkait

Peringati HUT ke-81 RI, Tokoh Pemuda Desa Batutumpang Gelar Malam Pentas Seni Jaipong
Bus Rombongan Asal Pati Diserang Pelemparan Batu di KM 54 Tol Karawang
Zahwa Safira Raih Juara 3 Grand Final Mojang & Jajaka Jaipong Jawa Barat 2026 Kategori SD Priangan Barat
1.473 Hotspot Terpantau, Karhutla Ancam Ruang Hidup OAP di Papua Barat
FABB Turun ke Jalan, Desak Pemberantasan Korupsi di Bengkulu.
Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Randudongkal Terungkap
Gebrak Lapangan! Karutan Jakarta Pusat Deklarasikan Perang Lawan Pungli, dan HALINAR Lewat Pendekatan Humanis
Jukir di Luar Area RS Bhayangkara Diduga Minta Rp5.000, Pengunjung Mengaku Dipaksa Membayar
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 23:55

Peringati HUT ke-81 RI, Tokoh Pemuda Desa Batutumpang Gelar Malam Pentas Seni Jaipong

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:57

Bus Rombongan Asal Pati Diserang Pelemparan Batu di KM 54 Tol Karawang

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:40

Zahwa Safira Raih Juara 3 Grand Final Mojang & Jajaka Jaipong Jawa Barat 2026 Kategori SD Priangan Barat

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:57

1.473 Hotspot Terpantau, Karhutla Ancam Ruang Hidup OAP di Papua Barat

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:54

FABB Turun ke Jalan, Desak Pemberantasan Korupsi di Bengkulu.

Berita Terbaru