Satgas Yon Parako 466 Pasgat dan Satgas Damai Cartenz Ringkus Wakil Komandan Batalyon HSSBI Kodap XVI di Yahukimo

Jumat, 22 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudapost.id | YAHUKIMO, PAPUA PEGUNUNGAN – Kolaborasi antara TNI dan Polri kembali membuahkan hasil dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua Pegunungan. Tim Gabungan yang terdiri dari Satgas Yon Parako 466 Pasgat dan Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) berhasil meringkus berinisial “YB” (Wakil Komandan Batalyon HSSBI Kodap XVI) di Bandara Nop Goliat Dekai, Kabupaten Yahukimo, pada Senin (18/5/2026) sore.

“YB” merupakan buronan yang paling dicari terkait kasus pembunuhan tragis yang terjadi di wilayah Kabupaten Yahukimo pada tahun 2025 lalu. Penangkapan ini sekaligus menggagalkan upaya pelarian pelaku yang berencana meninggalkan wilayah Yahukimo menuju Sentani, Jayapura.

Operasi penangkapan ini berlangsung secara cepat berkat koordinasi di lapangan. Kompol Bayu selaku Komandan Sektor (Dansektor) Satgas ODC Yahukimo melakukan koordinasi intensif dengan Mayor Pas Dino Septa Perdana Hustasuhut, S.T.Han, selaku Dansektor 1 Satgas Yon Parako 466 Pasgat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penangkapan DPO kasus pembunuhan sekaligus Wakil Komandan Batalyon HSSBI Kodap XVI menjadi bukti nyata bahwa aparat keamanan, baik dari unsur TNI-Polri, selalu waspada.

“Keberhasilan operasi bersama ini diharapkan dapat memberikan rasa aman yang mendalam bagi seluruh warga Distrik Dekai dan sekitarnya, serta mempertegas komitmen penegakan hukum yang adil dan transparan di wilayah Papua Pegunungan.” ujar Mayor Pas Dino Septa Perdana Hutasuhut.

Priadi.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Hari Masyarakat Adat Sedunia, HMPJ Jayapura Desak Perlindungan Hak Masyarakat Adat
Polsek Amban Mediasi Pembelian Lahan untuk Asrama Permanen Mahasiswa Lanny Jaya di Manokwari
POLRES JAYAWIJAYA PASTIKAN WAMENA AMAN KONDUSIF, PATROLI 24 JAM DISIAGAKAN
Mahasiswa Yahukimo di Manokwari melakukan diskusi terkait, Teknologi dan Masa Depan Sosial, Antara Manfaat dan Ancaman
IMPT MELAKUKAN PEMILIHAN BADAN PENGURUS BARU KMKP IM-PT
Penuh Senyum dan Harapan, Satgas Yon Parako 466 Pasgat Gelar Bakti Sosial di Panti Asuhan Karya Anak Perdamaian
Dari Ujung Papua, Satgas Yonif 743/PSY Hadir Membina Generasi Muda Lewat Wawasan Kebangsaan
UNIPA Gelar Tes UTBK Target 3000 Mahasiswa Diterima
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terbaru

Kabupaten Gorontalo

Apdesi Kabupaten Gorontalo Dukung Penganugerahan Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi GORONTALO, Garudapost.id– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Gorontalo, Efendi Nento, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. Menurut Efendi, penganugerahan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat yang telah menjadi jati diri masyarakat Gorontalo. Tradisi adat perlu terus dirawat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menilai, di tengah perubahan zaman, keberadaan adat dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui penghormatan adat kepada tokoh yang dinilai memiliki perjalanan pengabdian dan kontribusi bagi daerah. “Bagi kami, adat merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Gorontalo. Karena itu, setiap upaya untuk menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat patut mendapatkan apresiasi,” ujar Efendi. Ia juga berpandangan bahwa penghormatan melalui gelar adat tidak semata-mata berkaitan dengan kedudukan seseorang, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan tanggung jawab yang telah dijalankan. Menurutnya, penghormatan adat kepada seorang pemimpin yang masih menjalankan pengabdian merupakan hal yang dapat dipahami dalam kerangka pelestarian tradisi, sepanjang prosesnya dilakukan sesuai mekanisme dan pertimbangan lembaga adat yang berwenang. Efendi menilai, perjalanan pengabdian Bupati Sofyan Puhi menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam proses tersebut. Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati musyawarah dan kearifan para pemangku adat sebagai landasan dalam mengambil keputusan. Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Gorontalo memiliki falsafah yang kuat, yakni “Adat bersendikan Syara, Syara bersendikan Kitabullah.” Falsafah ini mencerminkan eratnya hubungan antara adat, nilai keagamaan, dan kehidupan masyarakat. Atas dasar itu, Apdesi Kabupaten Gorontalo mengajak masyarakat untuk menyikapi proses penganugerahan Pulanga dengan bijaksana, tetap menjaga suasana kebersamaan, serta memberikan ruang bagi lembaga adat untuk menjalankan perannya. “Kami berharap upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam melestarikan adat Gorontalo. Yang terpenting, seluruh proses tetap mengedepankan kebijaksanaan, penghormatan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” tutup Efendi. Dukungan Apdesi tersebut diharapkan turut memperkuat kesadaran bersama bahwa pelestarian adat merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, sekaligus bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Gorontalo.

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:47

Hari Masyarakat Adat Sedunia, HMPJ Jayapura Desak Perlindungan Hak Masyarakat Adat

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:32

Polsek Amban Mediasi Pembelian Lahan untuk Asrama Permanen Mahasiswa Lanny Jaya di Manokwari

Sabtu, 4 Juli 2026 - 06:03

POLRES JAYAWIJAYA PASTIKAN WAMENA AMAN KONDUSIF, PATROLI 24 JAM DISIAGAKAN

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:29

Mahasiswa Yahukimo di Manokwari melakukan diskusi terkait, Teknologi dan Masa Depan Sosial, Antara Manfaat dan Ancaman

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:46

IMPT MELAKUKAN PEMILIHAN BADAN PENGURUS BARU KMKP IM-PT

Berita Terbaru

Kabupaten Gorontalo

Apdesi Kabupaten Gorontalo Dukung Penganugerahan Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi GORONTALO, Garudapost.id– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Gorontalo, Efendi Nento, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. Menurut Efendi, penganugerahan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat yang telah menjadi jati diri masyarakat Gorontalo. Tradisi adat perlu terus dirawat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menilai, di tengah perubahan zaman, keberadaan adat dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui penghormatan adat kepada tokoh yang dinilai memiliki perjalanan pengabdian dan kontribusi bagi daerah. “Bagi kami, adat merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Gorontalo. Karena itu, setiap upaya untuk menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat patut mendapatkan apresiasi,” ujar Efendi. Ia juga berpandangan bahwa penghormatan melalui gelar adat tidak semata-mata berkaitan dengan kedudukan seseorang, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan tanggung jawab yang telah dijalankan. Menurutnya, penghormatan adat kepada seorang pemimpin yang masih menjalankan pengabdian merupakan hal yang dapat dipahami dalam kerangka pelestarian tradisi, sepanjang prosesnya dilakukan sesuai mekanisme dan pertimbangan lembaga adat yang berwenang. Efendi menilai, perjalanan pengabdian Bupati Sofyan Puhi menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam proses tersebut. Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati musyawarah dan kearifan para pemangku adat sebagai landasan dalam mengambil keputusan. Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Gorontalo memiliki falsafah yang kuat, yakni “Adat bersendikan Syara, Syara bersendikan Kitabullah.” Falsafah ini mencerminkan eratnya hubungan antara adat, nilai keagamaan, dan kehidupan masyarakat. Atas dasar itu, Apdesi Kabupaten Gorontalo mengajak masyarakat untuk menyikapi proses penganugerahan Pulanga dengan bijaksana, tetap menjaga suasana kebersamaan, serta memberikan ruang bagi lembaga adat untuk menjalankan perannya. “Kami berharap upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam melestarikan adat Gorontalo. Yang terpenting, seluruh proses tetap mengedepankan kebijaksanaan, penghormatan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” tutup Efendi. Dukungan Apdesi tersebut diharapkan turut memperkuat kesadaran bersama bahwa pelestarian adat merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, sekaligus bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Gorontalo.

Kamis, 15 Okt 2026 - 21:59