MANOKWARI, garudpost.id Polsek Amban mengawal proses mediasi terkait rencana pembelian lahan dan bangunan yang saat ini ditempati mahasiswa asal Kabupaten Lanny Jaya di kawasan Amban, Kabupaten Manokwari, Selasa (28/7/2026).
Mediasi tersebut dihadiri Kapolsek Amban Iptu Roy A. Rumbaibab, pemilik tanah adat, perwakilan Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya, serta mahasiswa asal Lanny Jaya yang sedang menempuh pendidikan di Kota Studi Manokwari.
proses mediasi berlangsung aman, tertib, dan dalam suasana kekeluargaan. Kedua pihak menyampaikan pandangan masing-masing hingga mencapai kesepahaman terkait rencana transaksi lahan tersebut.
Dalam pertemuan itu, pemilik tanah adat menyatakan kesiapannya untuk melepaskan hak atas tanah beserta bangunan yang selama ini digunakan sebagai tempat tinggal mahasiswa apabila Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya merealisasikan pembelian melalui anggaran tahun 2027.
Sebelum proses mediasi berlangsung, perwakilan Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya bersama pemilik lahan dan mahasiswa terlebih dahulu melakukan peninjauan lokasi, pengukuran luas tanah, serta pemeriksaan kondisi bangunan yang diusulkan menjadi asrama permanen mahasiswa Lanny Jaya di Manokwari.
Kapolsek Amban, Iptu Roy A. Rumbaibab, mengatakan keterlibatan pihak kepolisian bertujuan memberikan pendampingan sekaligus memastikan komunikasi antara pemilik lahan dan pemerintah daerah berjalan dengan baik.
“Kami hadir untuk memediasi proses komunikasi antara pemilik tanah dan Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya terkait rencana pembelian tanah adat ini agar semuanya berjalan aman, tertib, dan sesuai kesepakatan bersama,” ujar Roy.
Menurutnya, hasil mediasi menunjukkan kedua pihak menerima rencana tersebut dengan baik sehingga dapat menjadi dasar untuk ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya.
“Pihak pemilik tanah, Bapak Laus Toansiba, menyatakan siap menjual tanah dan bangunan tersebut. Sementara Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya juga menyambut baik rencana itu untuk diupayakan melalui anggaran tahun 2027,” katanya.
Ia menambahkan, dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilakukan pengukuran lahan serta pemeriksaan beberapa bangunan yang saat ini digunakan sebagai tempat tinggal mahasiswa.
Roy berharap seluruh proses administrasi hingga transaksi pembelian lahan dapat berjalan lancar, sehingga mahasiswa asal Kabupaten Lanny Jaya memiliki asrama permanen yang layak selama menjalani pendidikan di Manokwari.
“Kami berharap seluruh proses dapat berjalan aman dan damai. Jika rencana ini terealisasi, mahasiswa Lanny Jaya nantinya memiliki asrama permanen seperti daerah-daerah lain sehingga mereka dapat belajar dengan lebih tenang,” tuturnya.

















