Tragedi di Suwawa: Penambang Tewas Tertimbun Material, Isak Tangis Keluarga Pecahkan Suasana

Jumat, 5 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONE BOLANGO,garudapost.id – jumat 05/6/2026 Juni Kabar duka menyelimuti wilayah Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo. Sebuah insiden kecelakaan kerja yang berakhir tragis merenggut nyawa seorang penambang di lokasi tambang Suwawa Tibor 17 pada Jumat, 5 Juni 2026. Korban, Ferli Antule, yang merupakan warga asal Kecamatan Bonepantai, ditemukan tak bernyawa setelah tertimbun material tanah dan bebatuan yang longsor secara tiba-tiba.

​Detik-Detik Kejadian yang Mencekam
​Peristiwa nahas tersebut terjadi di tengah aktivitas pertambangan yang sedang berjalan. Menurut informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, Ferli Antule sedang melakukan pekerjaannya seperti biasa di titik lokasi Tibor 17. Tanpa adanya tanda-tanda atau peringatan sebelumnya, struktur tanah di sekitar area kerja tiba-tiba kehilangan kestabilan dan runtuh seketika.
​Material tambang dalam jumlah besar meluncur cepat dan langsung menimbun tubuh korban.

Rekan-rekan kerja di sekitar lokasi yang melihat kejadian tersebut sempat berusaha memberikan pertolongan darurat. Namun, besarnya tumpukan material dan beratnya medan membuat upaya penyelamatan berlangsung dramatis dan penuh kesulitan. Ketika tubuh korban berhasil dievakuasi dari bawah tumpukan, nyawa Ferli Antule sudah tidak dapat tertolong lagi. Ia dinyatakan meninggal dunia di

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

tempat kejadian perkara (TKP).
​Penjelasan Pihak Kepolisian
​Kapolsek Suwawa, Iptu Ismet Ishak, saat dikonfirmasi oleh awak media membenarkan adanya insiden kecelakaan kerja yang menelan korban jiwa tersebut. Pihaknya segera mengerahkan personel ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban.
​”Benar, telah terjadi peristiwa kecelakaan kerja di lokasi tambang Suwawa Tibor 17. Saat ini, tim kami sudah berada di lapangan untuk melakukan serangkaian penyelidikan lebih lanjut guna memastikan kronologi kejadian yang sebenarnya,” ujar Iptu Ismet Ishak.

​Lebih lanjut, Iptu Ismet menegaskan bahwa pihak kepolisian akan mendalami kasus ini secara menyeluruh. Fokus utama penyelidikan adalah untuk memastikan apakah telah terjadi pelanggaran prosedur keamanan kerja (K3) di lokasi pertambangan tersebut. “Kami sedang memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian. Kami juga akan meninjau aspek keamanan di area pertambangan untuk memastikan apakah prosedur operasional standar telah dipatuhi,” tambahnya.

​Duka Mendalam di Bonepantai kecamatan Bone Desa Segitia
​Kabar meninggalnya Ferli Antule dengan cara yang tragis sontak membuat keluarga dan kerabat dekatnya di Kecamatan Bonepantai syok berat. Suasana haru dan isak tangis pecah di kediaman keluarga saat jasad korban dipulangkan. Kehilangan salah satu anggota keluarga di tengah mencari nafkah tentu menjadi pukulan berat bagi mereka yang ditinggalkan.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait kasus ini. Insiden ini kembali menjadi peringatan keras bagi seluruh pihak yang terlibat dalam sektor pertambangan, baik perusahaan maupun pekerja mandiri, untuk selalu mengutamakan aspek keselamatan jiwa di atas segalanya, mengingat risiko kerja di area tambang yang sangat tinggi.

​Pewarta: Zulkipli Uno
Editor: Redaksi

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Golkar Gorontalo Konsolidasi Hadapi Pemilu Mendatang
Kilatan Diduga Meteor Melintasi Langit Boltara Dan Gorontalo
Dugaan Penyaluran Bantuan Beras di Desa Batujaya Dipertanyakan Warga, Minta Penegak Hukum Turun ke Lapangan
Dua Tahun Mengabdi, Dr. Meyke Camaru Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Rakyat
Harga Cabai Rica di Pasar Tombulilato Tembus Rp200 Ribu per Kilogram
Pemkab Majalengka Terbitkan Surat Edaran, Siaga Hadapi Dampak Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau.
Peringati Maulid Nabi dan Lantik Pengurus Baru, Masjid Salman Al-Farisi Didorong Jadi Pusat Pemberdayaan dan Ketahanan Pangan
Dentuman Terdengar Sampai Karawang Anak Gunung Krakatau Kembali Erupsi.
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 22:31

Golkar Gorontalo Konsolidasi Hadapi Pemilu Mendatang

Sabtu, 12 September 2026 - 01:57

Kilatan Diduga Meteor Melintasi Langit Boltara Dan Gorontalo

Kamis, 10 September 2026 - 00:54

Dugaan Penyaluran Bantuan Beras di Desa Batujaya Dipertanyakan Warga, Minta Penegak Hukum Turun ke Lapangan

Rabu, 9 September 2026 - 18:00

Dua Tahun Mengabdi, Dr. Meyke Camaru Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Rakyat

Selasa, 8 September 2026 - 18:08

Harga Cabai Rica di Pasar Tombulilato Tembus Rp200 Ribu per Kilogram

Berita Terbaru