Garudapost.id, KOTA GORONTALO – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Salman Al-Farisi, Kota Gorontalo, berlangsung khidmat. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pelantikan pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) periode baru pada Sabtu malam, 5 September 2026.
Pelantikan ini menjadi momentum awal bagi kepengurusan baru untuk mengembangkan Masjid Salman Al-Farisi tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan, pemberdayaan, dan kegiatan sosial masyarakat.
Susanto Hairun Liputo (SHL), anggota DPRD Kota Gorontalo, dipercaya memimpin DKM Masjid Salman Al-Farisi bersama jajaran pengurus lainnya.
Dalam arahannya, SHL menegaskan bahwa pengelolaan masjid tidak semestinya hanya berfokus pada pemeliharaan fisik bangunan. Menurutnya, masjid harus menjadi ruang yang hidup dan mampu memberikan manfaat lebih luas melalui kegiatan keagamaan, pendidikan, sosial, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Para pengurus masjid harus memiliki visi bahwa masjid adalah pusat ibadah, dakwah, dan pembinaan umat yang harus dikelola secara amanah dan profesional,” ujar SHL.
Ia juga mendorong agar kegiatan rutin seperti salat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, pembinaan generasi muda, serta aktivitas sosial terus diperkuat. Dengan demikian, keberadaan masjid diharapkan semakin dirasakan manfaatnya oleh jamaah maupun masyarakat sekitar.
Dorong Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Masjid
Kepengurusan baru DKM Masjid Salman Al-Farisi turut membawa gagasan untuk menjadikan masjid sebagai salah satu pusat pemberdayaan ekonomi umat.
Sejumlah program diarahkan pada peningkatan keterampilan masyarakat, pengembangan usaha mikro, serta kegiatan sosial yang membuka ruang partisipasi bagi jamaah, pemuda, dan warga sekitar.
Salah satu program yang mulai disiapkan adalah pengembangan ketahanan pangan berbasis masjid.
Lahan yang berada di sekitar kawasan masjid direncanakan dapat dimanfaatkan sebagai kebun percontohan untuk tanaman pangan, sayuran, dan hortikultura. Selain menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, hasil pengelolaan lahan tersebut diharapkan dapat mendukung kegiatan sosial dan, dalam jangka panjang, dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi produktif.
Konsep ini diharapkan mampu memperluas fungsi masjid sebagai pusat aktivitas masyarakat sekaligus mendorong kemandirian dan ketahanan ekonomi warga.
Berpotensi Dikembangkan sebagai Wisata Religi
Selain pemberdayaan ekonomi dan ketahanan pangan, Masjid Salman Al-Farisi juga dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata religi.
Penataan lingkungan masjid agar lebih nyaman, hijau, dan asri menjadi salah satu gagasan yang didorong dalam pengembangan kawasan tersebut. Fasilitas penunjang jamaah juga diharapkan dapat ditingkatkan sehingga masjid menjadi ruang yang terbuka dan ramah bagi masyarakat dari berbagai kalangan.
Dengan konsep tersebut, masyarakat yang datang tidak hanya dapat melaksanakan ibadah, tetapi juga menikmati lingkungan masjid serta memperoleh pengalaman edukatif dan spiritual.
Pengembangan kawasan ini membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pengurus DKM dan jamaah hingga pemerintah daerah, tokoh agama, komunitas, dan pelaku usaha.
Maulid Diwarnai Doa Memohon Hujan
Sementara itu, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Salman Al-Farisi turut diwarnai dengan kearifan lokal masyarakat Gorontalo.
Di tengah kondisi kemarau yang masih dirasakan masyarakat, kegiatan tersebut diisi dengan doa bersama memohon turunnya hujan. Doa tersebut menjadi bagian dari ikhtiar dan harapan masyarakat agar kondisi lingkungan kembali membaik serta aktivitas warga dapat berjalan dengan normal.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan dikili, tradisi lisan masyarakat Gorontalo yang menjadi salah satu ciri khas dalam peringatan Maulid Nabi.
Nuansa tradisi walima juga terlihat dalam kegiatan tersebut. Beragam kue tradisional khas Gorontalo, termasuk kolembengi, disajikan sebagai bagian dari jamuan sekaligus simbol kebersamaan dan rasa syukur masyarakat.
Peringatan Maulid Nabi sekaligus pelantikan pengurus DKM ini menjadi titik awal bagi kepengurusan baru dalam menjalankan berbagai agenda pengembangan Masjid Salman Al-Farisi.
Dengan menggabungkan fungsi ibadah, pembinaan umat, pemberdayaan ekonomi, ketahanan pangan, dan potensi wisata religi, Masjid Salman Al-Farisi diarahkan untuk tumbuh sebagai ruang bersama yang tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga tempat masyarakat belajar, bersilaturahmi, berkarya, dan membangun kemandirian.
Reporter : R.K




























