Warga Binaan Tamping Kebun Rawat Pakcoy Lapas Saparua

Kamis, 2 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudapost.id-Saparua/Kanwil Ditjenpas Maluku, Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Saparua terus menunjukkan komitmen dalam sektor kemandirian pangan. Warga binaan yang bertugas sebagai tamping kebun menjaga dan merawat tanaman sayur pakcoy di area kebun lapas. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang berkelanjutan, Kamis, 02/04/2026.

Sejak pagi hari, warga binaan tamping kebun terus aktif melakukan perawatan tanaman dengan penuh tanggung jawab. Kegiatan utama yang dilakukan berupa penyiraman tanaman pakcoy secara merata guna memastikan pertumbuhan yang optimal. Penyiraman dilakukan dengan memperhatikan kondisi tanah serta kebutuhan air tanaman agar kelembapan tetap terjaga dengan baik terlebih saat cuaca panas.

Seluruh proses perawatan tersebut dilaksanakan di bawah pengawasan langsung petugas pengamanan. Pengawasan ini bertujuan untuk memastikan kegiatan berjalan tertib, aman, serta sesuai dengan prosedur yang berlaku. Selain itu, hal ini juga menjadi bagian dari upaya pembinaan kedisiplinan dan tanggung jawab bagi warga binaan dalam menjalankan tugasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tanaman pakcoy yang saat ini berada pada fase pertumbuhan menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Daun-daun hijau yang semakin lebar dan siklus panen rutin untuk pemenuhan kebutuhan dapur lapas menjadi indikator keberhasilan perawatan yang dilakukan secara konsisten oleh warga binaan tamping kebun.

Kepala Lapas Kelas III Saparua, Pramuaji Buamonabot, menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan melalui sektor pertanian ini memiliki nilai positif yang besar bagi warga binaan. Ia menekankan bahwa proses merawat tanaman dapat membentuk karakter yang lebih disiplin dan bertanggung jawab.
“Proses kecil seperti merawat tanaman ini mengajarkan banyak hal. Mereka belajar tentang ketekunan, kesabaran, dan bagaimana sebuah hasil tidak datang secara instan, tetapi melalui proses yang berkelanjutan warga binaan dapat merasakan manfaatnya secara langsung,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga berharap kegiatan ini dapat terus dikembangkan ke depan, baik dari segi jenis tanaman maupun pengelolaan kebun secara lebih optimal. Dengan demikian, hasil dari kegiatan ini tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan internal lapas, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah serta menjadi bekal keterampilan bagi warga binaan setelah kembali ke masyarakat.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ibadah Gereja Oikumene Sarana Pembinaan Mental dan Rohani Bagi Warga Binaan
Lapas Geser Gelar Sosialisasi Anti Korupsi dan Konflik Kepentingan Menuju Pelayanan Prima yang Transparan dan Berintegritas
Razia Rutin Lapas Saparua, Petugas Amankan Sejumlah Barang Terlarang
Dukung Ketahanan Pangan, Lapas Bandanaira Kembali Panen 30 Ikat Kacang Panjang di Lahan SAE
Lapas Bandanaira Hadiri Pawai Ta’aruf 1 Muharram 1448 H, Perkuat Sinergitas Bersama Forkopimcam Banda
Wujud Sinergi dan Teladan Toleransi, Kalapas Geser Ikuti Pawai Akbar 1 Muharram 1448 H Di Negeri Geser
Tutup Program Magang, Lapas Saumlaki Lepas Peserta dengan Penuh Apresiasi
Penataan Hunian dan Pembinaan Jadi Fokus, Rutan Ambon Pindahkan 5 Narapidana ke Lapas Ambon
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:52

Ibadah Gereja Oikumene Sarana Pembinaan Mental dan Rohani Bagi Warga Binaan

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:46

Lapas Geser Gelar Sosialisasi Anti Korupsi dan Konflik Kepentingan Menuju Pelayanan Prima yang Transparan dan Berintegritas

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:36

Razia Rutin Lapas Saparua, Petugas Amankan Sejumlah Barang Terlarang

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:20

Dukung Ketahanan Pangan, Lapas Bandanaira Kembali Panen 30 Ikat Kacang Panjang di Lahan SAE

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:11

Lapas Bandanaira Hadiri Pawai Ta’aruf 1 Muharram 1448 H, Perkuat Sinergitas Bersama Forkopimcam Banda

Berita Terbaru