Mensos Gus Ipul Dorong Desa Perkuat Akurasi Data untuk Tekan Kemiskinan

Minggu, 19 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NTB, GarudaPost.id — Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengajak kepala desa, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), operator data desa, hingga pendamping Desa Berdaya Transformatif di Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk memperkuat akurasi data sebagai langkah awal memperbaiki ketepatan program pengentasan kemiskinan.

Ajakan tersebut disampaikan dalam dialog bersama ratusan peserta di Mataram, Rabu (16/04/2026), dalam rangkaian Musrenbang NTB 2026.

Gus Ipul menegaskan bahwa perencanaan yang baik sangat menentukan keberhasilan pembangunan, dan hal itu harus didukung oleh data yang akurat. Saat ini, pemerintah menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan utama, sehingga peran pemerintah desa menjadi kunci dalam proses pemutakhiran data.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga menekankan bahwa kepala desa wajib mengetahui secara detail kondisi warganya, termasuk siapa saja yang berhak menerima bantuan sosial.

Kalau datanya tidak akurat, program sebaik apa pun bisa meleset,” kira-kira begitu inti pesannya, meski tentu disampaikan dengan bahasa yang lebih diplomatis.

Gus Ipul mengungkapkan, masih terdapat sekitar 45 persen penerima PKH yang belum tepat sasaran. Karena itu, pembenahan data menjadi prioritas utama dalam upaya penanganan kemiskinan.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penanganan kemiskinan tidak cukup hanya melalui bantuan sosial. Diperlukan pendekatan pemberdayaan dan peningkatan akses pendidikan, termasuk melalui program Sekolah Rakyat yang ditujukan bagi keluarga miskin ekstrem, tanpa adanya praktik titipan.

Selain itu, Menteri Sosial juga mendorong penguatan Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) sebagai wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan dan keluhan. Ia pun menargetkan para pendamping PKH mampu mendorong minimal 24 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk graduasi setiap tahunnya.

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah turut menyalurkan bantuan keuangan kepada Desa Berdaya Transformatif guna mendukung upaya percepatan pengentasan kemiskinan di daerah.

Facebook Comments Box

Penulis : Kevin

Berita Terkait

Anak Muda Jadi Target Utama Penyalahgunaan Obat-Obatan Tertentu, BPOM Bunyikan Alarm Bahaya
Diduga Belum Kantongi Kejelasan Perizinan, Pembangunan Kandang Ayam di Desa Baturaden Jadi Sorotan Warga
Zulfikar Usira Tegaskan Komitmen DPRD Kawal Penguatan UMKM, Rp16 Miliar Disiapkan untuk Ekonomi Rakyat
Pemerintah Desa Pelita Jaya Tegaskan Larangan Pembuangan Sampah Liar oleh Pihak Luar
Belum Ada Titik Terang, 9 Hari Kasus Pencurian Motor di STM HILIR Belum Terungkap
Kampung Benteng Tanjungmekar digegerkan Dengan adanya penemuan Mayat di sungai citarum.
Paturay Tineung SMPN 8 Karawang Barat, Momen Haru dan Penuh Prestasi Lepas Siswa Tahun Ajaran 2025/2026
Ketua TP PKK Majalengka Perkuat Peran Kader Melalui Monev 10 Program Pokok PKK ke 26 Kecamatan dan Penyaluran Bantuan
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 19:27

Anak Muda Jadi Target Utama Penyalahgunaan Obat-Obatan Tertentu, BPOM Bunyikan Alarm Bahaya

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:46

Diduga Belum Kantongi Kejelasan Perizinan, Pembangunan Kandang Ayam di Desa Baturaden Jadi Sorotan Warga

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:27

Zulfikar Usira Tegaskan Komitmen DPRD Kawal Penguatan UMKM, Rp16 Miliar Disiapkan untuk Ekonomi Rakyat

Jumat, 12 Juni 2026 - 23:57

Pemerintah Desa Pelita Jaya Tegaskan Larangan Pembuangan Sampah Liar oleh Pihak Luar

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:18

Belum Ada Titik Terang, 9 Hari Kasus Pencurian Motor di STM HILIR Belum Terungkap

Berita Terbaru