Karawang, GarudaPost.id ~ Komunitas Arsitek Desa ID terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong perubahan di tingkat desa melalui pemberdayaan generasi muda. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah mengajak anak muda untuk mengolah sampah menjadi produk yang bermanfaat sekaligus bernilai ekonomi.
Melalui kegiatan pelatihan dan praktik langsung, para peserta diajak memahami cara memilah dan mengolah berbagai jenis sampah, mulai dari plastik, kertas, hingga limbah organik. Hasilnya, sampah yang sebelumnya dianggap tidak berguna kini mampu diubah menjadi kerajinan tangan, pupuk kompos, hingga produk fungsional yang memiliki nilai jual di masyarakat.
Founder Arsitek Desa ID, Bung Omat, menegaskan pentingnya peran anak muda dalam membawa perubahan. Ia menyampaikan bahwa anak muda desa harus menjadi pelopor perubahan dengan memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekitar. Menurutnya, sampah bukan hanya masalah, tetapi juga peluang jika dikelola dengan kreativitas dan kemauan belajar.
“Kami percaya desa memiliki potensi besar. Ketika anak mudanya bergerak, berpikir kreatif, dan peduli lingkungan, maka desa akan tumbuh mandiri dan berdaya. Jangan tunggu sempurna untuk memulai, karena dari hal kecil seperti mengolah sampah, kita bisa menciptakan dampak besar bagi lingkungan dan ekonomi masyarakat,” ungkap Bung Omat.
Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan secara berkelanjutan. Para peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan di wilayahnya masing-masing dan menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Arsitek Desa ID optimis bahwa gerakan kecil ini akan memberikan dampak besar bagi masa depan desa, menciptakan generasi muda yang kreatif, mandiri, dan peduli terhadap lingkungan.
Penulis : ( Red. )
Editor : Redaksi









