GARUDAPOST.ID, MANOKWARI – Sebanyak 106 mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) Terpadu dari Poltekkes Kemenkes Sorong resmi memulai langkah intervensi kesehatan masyarakat melalui musyawarah desa yang digelar di Kelurahan Padarni, Distrik Manokwari Barat, kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat,pada Senin (20/04/2026).
Kegiatan musyawarah masyarakat desa ini berlangsung pukul 10.30 hingga 12.00 WIT dan dihadiri oleh 106 mahasiswa, 15 dosen pembimbing, serta perwakilan pemerintah kelurahan bersama ketua RT setempat. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian PKL Terpadu Tahun Akademik 2025/2026 yang bertujuan untuk mengidentifikasi persoalan kesehatan secara komprehensif di tingkat masyarakat.
Dari total peserta mahasiswa, sebanyak 42 orang berasal dari Program Studi D-III Kebidanan dan 64 orang dari D-III Keperawatan. Mereka dibagi ke dalam delapan kelompok untuk melakukan pengumpulan data lapangan secara sistematis, dengan pendekatan langsung ke masyarakat melalui metode door-to-door.
Sementara itu, 15 dosen pembimbing yang terdiri dari 8 dosen keperawatan dan 7 dosen kebidanan turut mendampingi sebagai pengawas lapangan guna memastikan proses pengambilan data berjalan sesuai standar akademik dan kebutuhan riil masyarakat.
Ketua panitia pelaksana PKL Terpadu, Gidion Mansa, S.ST., M.Si., menjelaskan bahwa fokus kegiatan mencakup sejumlah isu krusial, antara lain kesehatan ibu dan anak, kesehatan lansia, serta kondisi lingkungan dan sanitasi. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian penting dari kurikulum wajib bagi mahasiswa semester akhir yang berlangsung selama dua minggu, terhitung sejak 14 hingga 27 April 2026.
“Data yang telah dikumpulkan akan diolah dan diklasifikasikan berdasarkan skala prioritas masalah kesehatan, untuk kemudian dijadikan dasar dalam penyusunan program intervensi yang tepat sasaran,” ujarnya.
Perwakilan pemerintah setempat, Hans Luis Awon, S.ST., menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa aparat RT siap mendampingi mahasiswa selama proses PKL berlangsung agar hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan kondisi nyata masyarakat.
Kegiatan PKL ini dipusatkan di sejumlah RT di Kelurahan Padarni sebagai lokasi utama intervensi kesehatan masyarakat. Sebagai tindak lanjut, program lanjutan direncanakan akan dilaksanakan pada 25 April 2026.
Musyawarah ditutup dengan penyampaian apresiasi kepada seluruh masyarakat Kelurahan Padarni atas partisipasi aktif dalam mendukung kegiatan tersebut.
(Penulis: Domianus Lokobal)









