Sosialisasi PAUD dan PKBM Wene Silimo di Hubikosi, Dorong Peningkatan SDM Generasi Muda

Senin, 20 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GARUDAPOST.ID, WAMENA – Yayasan PAUD dan PKBM Wene Silimo, menggelar kegiatan sosialisasi pendidikan bagi masyarakat Kampung Kikhumo, Distrik Hubikosi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada Senin (20/04/2026), sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui akses pendidikan dasar dan nonformal.

Kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh intelektual, aparat pemerintah kampung, tokoh perempuan, tokoh pemuda, hingga puluhan warga setempat. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan dukungan kolektif terhadap pengembangan pendidikan di wilayah Distrik Hubikosi.

Ketua Yayasan PAUD dan PKBM Wene Silimo, Yohanes Elopere, dalam pemaparannya menegaskan bahwa potensi generasi muda di wilayah tersebut sangat besar, namun belum mendapatkan perhatian maksimal. Ia menyebutkan bahwa pihak yayasan telah melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya hingga akhirnya memperoleh Surat Keputusan (SK) operasional dan terdaftar dalam sistem Dapodik secara nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sosialisasi ini kami lakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya pendidikan, baik melalui PAUD maupun PKBM, sebagai fondasi utama bagi masa depan anak-anak di Kampung Kihumo dan Distrik Hubikosi,” ujarnya.

Menurutnya, pendidikan anak usia dini (PAUD) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, moral, serta kesiapan anak sebelum memasuki jenjang sekolah dasar. Dengan adanya PAUD, anak-anak diharapkan tidak mengalami kesulitan dalam proses belajar karena telah memiliki dasar pendidikan yang memadai.

Selain itu, keberadaan PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) diharapkan mampu menjadi solusi bagi generasi muda yang putus sekolah, baik di tingkat SMP maupun SMA. Melalui program ini, mereka dapat kembali memperoleh akses pendidikan serta pembinaan yang lebih terarah.

“Banyak generasi muda yang putus sekolah dan berpotensi terlibat dalam aktivitas yang tidak produktif. Melalui PKBM, kami ingin mengakomodir mereka agar mendapatkan pembinaan yang baik dan memiliki masa depan yang lebih cerah,” tambahnya.

Ke depan, pihak yayasan berencana menggelar pertemuan lanjutan bersama orang tua murid dan tokoh masyarakat guna memperkuat dukungan terhadap program pendidikan tersebut. Tahapan awal kegiatan akan difokuskan pada pendataan peserta didik serta pelaksanaan pembinaan dasar.

Sementara itu, perwakilan tokoh adat Kampung Kikhumo, bapa Wamarue Meaga, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif generasi muda yang menghadirkan program pendidikan di wilayah tersebut. Ia menilai kehadiran PAUD dan PKBM menjadi langkah strategis dalam menjawab persoalan rendahnya akses pendidikan di daerah pedalaman.

“Kami sangat berterima kasih atas inisiatif ini. Pendidikan sangat dibutuhkan karena masih banyak anak-anak yang tidak mendapatkan kesempatan belajar secara berjenjang, mulai dari PAUD hingga pendidikan tinggi,” ungkapnya.

Sebentara  perwakilan pemerintah kampung Kikhumo bapa Benyamin meaga juga menyatakan bahwa kami mendorong agar program ini segera diimplementasikan dengan fokus awal pada 10 hingga 20 peserta didik sebagai tahap percobaan. Jika berjalan baik, jumlah peserta diharapkan dapat terus bertambah seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan.

Melalui kolaborasi antara yayasan, masyarakat, dan pemerintah, diharapkan program PAUD dan PKBM Wene Silimo dapat menjadi solusi nyata dalam meningkatkan kualitas SDM serta membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi generasi muda di Distrik Hubikosi.(*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BP3OKP PAPUA PRODUKTIF DAN DINAS KOPERASI-UKM PROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN SINKRONKAN PROGRAM STRATEGIS UNTUK PERKUAT EKONOMI DAN TEKAN KEMISKINAN EKSTREM
Darurat Asap dan Kesehatan, Aktivis Desak Pemprov Papua Pegunungan Bentuk Satgas Kebakaran Hutan
Cakupan Imunisasi Campak di Manokwari Capai 98,6 Persen, 80 Wilayah Belum Penuhi Target
60% Sekolah Dikunjungi Bermasalah Administrasi, Kadisdis Tanah Datar Ungkap Kendala Dana BOSP
Wisuda 20030 Mahasiswa, Rektor UNAIM Yapis Wamena Dorong Lulusan Ciptakan Lapangan Kerja
UNAIM Yapis Wamena Wisuda 20030 Lulusan, Dorong SDM Papua Pegunungan Berakar pada Budaya
Kecelakaan Maut di Purwasari Karawang, Tiga Pelajar Tewas Tabrak Tronton
PMKRI Jayawijaya Salurkan Bantuan dan Soroti Kekurangan Fasilitas Panti Asuhan
Berita ini 68 kali dibaca

Berita Terbaru

Kabupaten Gorontalo

Apdesi Kabupaten Gorontalo Dukung Penganugerahan Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi GORONTALO, Garudapost.id– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Gorontalo, Efendi Nento, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. Menurut Efendi, penganugerahan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat yang telah menjadi jati diri masyarakat Gorontalo. Tradisi adat perlu terus dirawat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menilai, di tengah perubahan zaman, keberadaan adat dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui penghormatan adat kepada tokoh yang dinilai memiliki perjalanan pengabdian dan kontribusi bagi daerah. “Bagi kami, adat merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Gorontalo. Karena itu, setiap upaya untuk menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat patut mendapatkan apresiasi,” ujar Efendi. Ia juga berpandangan bahwa penghormatan melalui gelar adat tidak semata-mata berkaitan dengan kedudukan seseorang, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan tanggung jawab yang telah dijalankan. Menurutnya, penghormatan adat kepada seorang pemimpin yang masih menjalankan pengabdian merupakan hal yang dapat dipahami dalam kerangka pelestarian tradisi, sepanjang prosesnya dilakukan sesuai mekanisme dan pertimbangan lembaga adat yang berwenang. Efendi menilai, perjalanan pengabdian Bupati Sofyan Puhi menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam proses tersebut. Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati musyawarah dan kearifan para pemangku adat sebagai landasan dalam mengambil keputusan. Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Gorontalo memiliki falsafah yang kuat, yakni “Adat bersendikan Syara, Syara bersendikan Kitabullah.” Falsafah ini mencerminkan eratnya hubungan antara adat, nilai keagamaan, dan kehidupan masyarakat. Atas dasar itu, Apdesi Kabupaten Gorontalo mengajak masyarakat untuk menyikapi proses penganugerahan Pulanga dengan bijaksana, tetap menjaga suasana kebersamaan, serta memberikan ruang bagi lembaga adat untuk menjalankan perannya. “Kami berharap upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam melestarikan adat Gorontalo. Yang terpenting, seluruh proses tetap mengedepankan kebijaksanaan, penghormatan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” tutup Efendi. Dukungan Apdesi tersebut diharapkan turut memperkuat kesadaran bersama bahwa pelestarian adat merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, sekaligus bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Gorontalo.

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:49

BP3OKP PAPUA PRODUKTIF DAN DINAS KOPERASI-UKM PROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN SINKRONKAN PROGRAM STRATEGIS UNTUK PERKUAT EKONOMI DAN TEKAN KEMISKINAN EKSTREM

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:43

Darurat Asap dan Kesehatan, Aktivis Desak Pemprov Papua Pegunungan Bentuk Satgas Kebakaran Hutan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:22

Cakupan Imunisasi Campak di Manokwari Capai 98,6 Persen, 80 Wilayah Belum Penuhi Target

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:26

60% Sekolah Dikunjungi Bermasalah Administrasi, Kadisdis Tanah Datar Ungkap Kendala Dana BOSP

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:31

Wisuda 20030 Mahasiswa, Rektor UNAIM Yapis Wamena Dorong Lulusan Ciptakan Lapangan Kerja

Berita Terbaru

Kabupaten Gorontalo

Apdesi Kabupaten Gorontalo Dukung Penganugerahan Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi GORONTALO, Garudapost.id– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Gorontalo, Efendi Nento, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. Menurut Efendi, penganugerahan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat yang telah menjadi jati diri masyarakat Gorontalo. Tradisi adat perlu terus dirawat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menilai, di tengah perubahan zaman, keberadaan adat dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui penghormatan adat kepada tokoh yang dinilai memiliki perjalanan pengabdian dan kontribusi bagi daerah. “Bagi kami, adat merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Gorontalo. Karena itu, setiap upaya untuk menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat patut mendapatkan apresiasi,” ujar Efendi. Ia juga berpandangan bahwa penghormatan melalui gelar adat tidak semata-mata berkaitan dengan kedudukan seseorang, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan tanggung jawab yang telah dijalankan. Menurutnya, penghormatan adat kepada seorang pemimpin yang masih menjalankan pengabdian merupakan hal yang dapat dipahami dalam kerangka pelestarian tradisi, sepanjang prosesnya dilakukan sesuai mekanisme dan pertimbangan lembaga adat yang berwenang. Efendi menilai, perjalanan pengabdian Bupati Sofyan Puhi menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam proses tersebut. Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati musyawarah dan kearifan para pemangku adat sebagai landasan dalam mengambil keputusan. Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Gorontalo memiliki falsafah yang kuat, yakni “Adat bersendikan Syara, Syara bersendikan Kitabullah.” Falsafah ini mencerminkan eratnya hubungan antara adat, nilai keagamaan, dan kehidupan masyarakat. Atas dasar itu, Apdesi Kabupaten Gorontalo mengajak masyarakat untuk menyikapi proses penganugerahan Pulanga dengan bijaksana, tetap menjaga suasana kebersamaan, serta memberikan ruang bagi lembaga adat untuk menjalankan perannya. “Kami berharap upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam melestarikan adat Gorontalo. Yang terpenting, seluruh proses tetap mengedepankan kebijaksanaan, penghormatan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” tutup Efendi. Dukungan Apdesi tersebut diharapkan turut memperkuat kesadaran bersama bahwa pelestarian adat merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, sekaligus bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Gorontalo.

Kamis, 15 Okt 2026 - 21:59