IMP Manokwari Desak Investigasi Dugaan Penembakan Warga Sipil di Puncak

Senin, 20 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GARUDAPOST.ID, MANOKWARI – Ikatan Mahasiswa Kabupaten Puncak (IMP) Manokwari menggelar jumpa pers dan orasi ilmiah menyikapi dugaan penembakan warga sipil di Distrik Kemburu, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.

Dalam kegiatan tersebut yang turut hadir pembina, dewan penasehat orang DPO serta puluhan mahasiswa puncak Papua di amban Manokwari pada  Senin (20/04/2026).

Mahasiswa menyoroti insiden yang disebut terjadi pada 14 April 2026 dan diduga melibatkan oknum aparat keamanan, yang mengakibatkan sedikitnya sembilan warga sipil meninggal dunia serta sejumlah lainnya mengalami luka-luka. Korban disebut berasal dari kelompok rentan, termasuk anak-anak dan perempuan hamil.

Dalam orasinya, Yustinus Murib menegaskan perlunya penarikan militer non-organik dari Distrik Kemburu serta mendesak dilakukannya investigasi independen untuk mengungkap fakta kejadian. Mahasiswa juga meminta keterlibatan Komnas HAM RI bersama pemerintah daerah dan tokoh masyarakat.

Perwakilan perempuan, Milka Murib, menyampaikan keprihatinan atas jatuhnya korban dari kalangan perempuan dan anak. Sementara koordinator lapangan, Martinus Songgonau, menyebut kasus kekerasan di wilayah Puncak telah terjadi berulang dalam satu dekade terakhir.

Ketua IMP Manokwari, Kanus Kogoya, menegaskan bahwa serangan terhadap warga sipil merupakan pelanggaran hak asasi manusia dan hukum humaniter internasional, serta menuntut negara memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat.

Tuntutan Mahasiswa:

1. Menarik militer non-organik dari Distrik Kemburu.

2. Menghentikan kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak.

3. Menghentikan serangan di wilayah pemukiman masyarakat.

4. Mengadili pelaku penembakan terhadap warga sipil.

5. Membuka akses jurnalis ke Kabupaten Puncak.

Selain itu, mahasiswa meminta pemerintah menjamin pelayanan kesehatan, keamanan, dan kebutuhan pangan bagi korban serta mencegah terjadinya pengungsian. Mereka menegaskan akan memperluas aksi jika tuntutan tidak ditindak lanjuti.(*)

 

(Penulis : Demianus Lokobal)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Peringati Hari Kartini, Polwan Polda Papua Barat Bagikan 100 Tas Sekolah di Manokwari
UNIPA Gelar Tes UTBK Target 3000 Mahasiswa Diterima
Musyawarah Desa Padarni: 106 Mahasiswa PKL Terpadu Siap Lakukan Intervensi Kesehatan Masyarakat
Musyawarah Masyarakat Desa Padarni: 106 Mahasiswa PKL Terpadu Siap Lakukan Intervensi Kesehatan
Asrama Gamtri Manokwari Gelar Penerimaan Anggota Baru, Perkuat Kekompakan Mahasiswi
Perwakilan Polda Papua Barat Raih Juara di Kemala Run 2026 Bali, Harumkan Nama Daerah
Bentuk Pemimpin Berintegritas, UNIPA Gelar Latihan Kepemimpinan dan Character Building
Pengurus IMPT Manokwari 2026–2027 Resmi Dilantik, Perkuat Koordinasi 15 Korwil

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 22:08

Peringati Hari Kartini, Polwan Polda Papua Barat Bagikan 100 Tas Sekolah di Manokwari

Selasa, 21 April 2026 - 18:29

UNIPA Gelar Tes UTBK Target 3000 Mahasiswa Diterima

Senin, 20 April 2026 - 16:59

IMP Manokwari Desak Investigasi Dugaan Penembakan Warga Sipil di Puncak

Senin, 20 April 2026 - 16:22

Musyawarah Desa Padarni: 106 Mahasiswa PKL Terpadu Siap Lakukan Intervensi Kesehatan Masyarakat

Senin, 20 April 2026 - 13:13

Musyawarah Masyarakat Desa Padarni: 106 Mahasiswa PKL Terpadu Siap Lakukan Intervensi Kesehatan

Berita Terbaru