SULTENG, GarudaPost.id – Morowali, Minggu, 26 April 2026 – Kelangkaan dan melonjaknya harga tabung gas elpiji 3 kilogram di Kecamatan Manui Kepulauan, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, kembali memicu reaksi keras dari wakil rakyat. Anggota DPRD Kabupaten Morowali, Muslimin Dg Masiga, angkat bicara dan mendesak pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah konkret guna meringankan beban masyarakat.
Secara pribadi, Muslimin menyoroti lambannya respons dinas terkait dalam mengatasi permasalahan yang terus berulang ini. Ia menegaskan bahwa Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Morowali harus segera turun tangan tidak hanya untuk mengawasi distribusi, tetapi juga aktif memfasilitasi masyarakat agar bisa mendapatkan gas bersubsidi tersebut dengan harga yang terjangkau sesuai ketentuan.
“Koperindag tidak boleh tinggal diam. Mereka wajib memfasilitasi masyarakat dan memastikan akses terhadap elpiji 3 kg ini lancar dengan harga yang rendah. Ini kebutuhan pokok rakyat kecil,” tegas Muslimin Dg Masiga dalam keterangannya.
Lebih lanjut, politisi asal Morowali ini meminta aparat dan dinas terkait untuk menertibkan para agen dan pangkalan gas elpiji di lapangan. Ia menyoroti maraknya praktik spekulasi oleh oknum agen yang diduga sengaja menimbun barang untuk memainkan harga di tingkat pengecer, sehingga merugikan konsumen.
Muslimin Dg Masiga bahkan mendorong pemberian sanksi paling berat bagi para pelaku usaha yang terbukti melanggar aturan. “Agen-agen harus ditertibkan agar tidak berspekulasi di lapangan. Jika perlu, cabut izin mereka yang tidak taat aturan,” tegasnya.
Kondisi kelangkaan dan mahalnya harga elpiji 3 kg di wilayah kepulauan seperti Manui memang kerap menjadi momok bagi warga. Faktor cuaca dan rantai distribusi yang panjang seringkali menjadi kambing hitam, namun dugaan permainan harga di tingkat agen dinilai menjadi pemicu utama keresahan publik. Masyarakat berharap pernyataan tegas dari anggota dewan ini dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah agar distribusi elpiji kembali normal.


















