SI RAJA DANGDUT & GURU BESAR UI: “IRAN BENTENG TERAKHIR UMAT ISLAM”, RHOMA IRAMA KUTIP HADIS KEUNGGULAN IMAN BANGSA PERSIA

Kamis, 30 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GARUDAPOST.ID | JAKARTA – Kamis, 30 Rajab 1448 H / 30 April 2026 M “Seandainya iman itu berada di bintang Tsurayya, niscaya akan digapai oleh orang-orang dari Persia.” (HR. Muslim)

Kalimat Nabi Muhammad ﷺ itu kembali menggema. Bukan dari mimbar masjid, tapi dari studio podcast. Si Raja Dangdut, Rhoma Irama, duduk berhadapan dengan Guru Besar UI Bidang Sejarah dan Geopolitik Timur Tengah, Prof. Yon Machmudi.

Topiknya berat: peta umat Islam hari ini. Kesimpulannya menohok: Iran disebut “benteng terakhir umat Islam”.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

TAJAMNYA ANALISIS: KETIKA RAJA DANGDUT BICARA GEOPOLITIK

Rhoma Irama bukan sekadar bicara nada dan dakwah. Dalam podcast itu, beliau membedah realitas umat: Palestina dijajah, negeri-negeri Arab bungkam, penguasa Muslim tunduk pada tekanan Barat.

Lalu matanya tertuju ke Teheran. “Di tengah badai normalisasi, di tengah diamnya dunia Islam, hanya Iran yang berdiri tegak melawan Zionis. Maka pantas jika disebut benteng terakhir,” ujar Rhoma.

Prof. Yon Machmudi mengamini dengan kacamata akademisi. Ia urai sejarah Persia, perlawanan Iran sejak Revolusi 1979, hingga konsistensinya membela Palestina saat yang lain memilih jalan damai semu.

LEMBUTNYA NURANI: HADIS NABI TENTANG BANGSA PERSIA

Rhoma tak bicara hawa nafsu. Ia sandarkan pada sabda Rasulullah ﷺ. Hadis riwayat Muslim itu jadi dalil: keunggulan iman akan diraih bangsa Persia, meski iman itu setinggi bintang Tsurayya.

“Bukan soal mazhab. Ini soal keberanian membela yang benar. Soal keteguhan di jalan Allah saat yang lain takut,” tegas Rhoma.

Prof. Yon tambahkan: “Sejarah mencatat, Persia selalu jadi kekuatan peradaban. Ketika dunia Islam lemah, dari sanalah muncul pembelaan.”

MUHASABAH UNTUK UMAT: DI MANA POSISI KITA?

Podcast itu bukan sekadar obrolan. Ia tamparan. Jika Iran disebut benteng terakhir, lalu di mana kita? Bangsa dengan Muslim terbesar di dunia. Negeri yang merdeka dengan pekik Allahu Akbar

Apakah kita sudah jadi batu bata di benteng itu? Atau justru jadi duri di jalan para pembelanya?

Wahai saudaraku, perbedaan fiqih jangan jadikan kita buta pada kezaliman. Perbedaan mazhab jangan halangi kita bela Al-Quds. Karena musuh tak pernah tanya kita Sunni atau Syiah saat peluru mereka menembus dada anak-anak Gaza.

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali Allah, dan janganlah kamu bercerai berai.” (QS. Ali Imran: 103)

Semoga Allah satukan hati umat ini. Jadikan kita bagian dari pembela, bukan pencela. Jadikan kita batu di benteng kebenaran, bukan pengkhianat yang buka pintu untuk musuh.

(Tim Redaksi)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Prof. Nelson Pomalingo Doakan Almarhum H. Rachmat Gobel Husnul Khatimah Saat Melayat di Rumah Duka
Anak Muda Jadi Target Utama Penyalahgunaan Obat-Obatan Tertentu, BPOM Bunyikan Alarm Bahaya
*Saat Kepedulian Mengetuk Pintu Harapan: Bang YD Bantu Janda dan Keluarga Kurang Mampu di Gunungsitoli*
Magnifica Humanitas dan Gen Z di Era AI
Bupati Syah Afandin Dorong Langkat Jadi Percontohan Ekonomi Perempuan Nasional
BANTAH POLITISASI PIP-KIP KULIAH, KUASA HUKUM KADAFI: FITNAH TAK BERDASAR | MAHASISWA MALAHAYATI: DANA LANGSUNG KE PENERIMA TANPA POTONGAN
Ketua Bidang Hukum dan Media PBNU Prof. Mukri Pastikan Surat Edaran Kepanitiaan Muktamar Hoak
Peringati Hari Pers Sedunia, Ketum PWDPI : Wartawan Harus Profesional dan Jadi Penggerak Ekonomi
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:43

Prof. Nelson Pomalingo Doakan Almarhum H. Rachmat Gobel Husnul Khatimah Saat Melayat di Rumah Duka

Sabtu, 13 Juni 2026 - 19:27

Anak Muda Jadi Target Utama Penyalahgunaan Obat-Obatan Tertentu, BPOM Bunyikan Alarm Bahaya

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:50

*Saat Kepedulian Mengetuk Pintu Harapan: Bang YD Bantu Janda dan Keluarga Kurang Mampu di Gunungsitoli*

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:15

Magnifica Humanitas dan Gen Z di Era AI

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:39

Bupati Syah Afandin Dorong Langkat Jadi Percontohan Ekonomi Perempuan Nasional

Berita Terbaru