GARUDAPOST.ID | JAKARTA – Rabu, 30 April 2026, Gedung Merah Putih KPK di Kuningan kembali digeruduk. Puluhan Serumpun Mahasiswa Sumatera Utara (SEMASUM) bakar semangat, Rabu 30/4/2026, desak usut tuntas dugaan mark up miliaran rupiah di Sekretariat DPRD Kabupaten Dairi.
Ketua Umum SEMASUM Irwansyah lantang di depan KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Guntur, Setiabudi, Jakarta Selatan. Target bidik: Sekretaris Dewan DPRD Kab. Dairi.
BONGKAR ANGKA: TUNJANGAN TRANSPORTASI Rp6,9 M + PERUMAHAN Rp2,7 M DIDUGA DI-MARK UP
“Aksi kami hari ini bagian dari upaya dukung KPK awasi pemerintahan sesuai UU,” teriak Irwansyah.
Angka yang dibuka SEMASUM bikin merinding:
1. Belanja Tunjangan Transportasi DPRD Dairi TA 2025: Rp6.984.000.000
2. Tunjangan Perumahan DPRD Dairi TA 2025: Rp2.731.200.000
Total: Rp9.715.200.000
“Maka kami menduga dalam kegiatan ini mengacu adanya indikasi korupsi dan mark up yang mengakibatkan kerugian keuangan negara,” tegas Irwansyah.
ANCAMAN JILID IV: SEKDEWAN TAK DICOPOT, KASUS LAIN DIBONGKAR
Irwansyah tak main-main. Jika KPK diam, SEMASUM siap turun jilid IV dengan amunisi lebih besar.
“Jika aksi kami hari ini tidak ditanggapin KPK, kami akan aksi lanjutan jilid IV dengan dukungan teman-teman anti korupsi lainnya. Tidak menutup kemungkinan aksi lanjutan kami akan lebih banyak angkat kasus yang ada pada kantor Sekretaris Dewan DPRD Kab. Dairi,” ancamnya.
ULTIMATUM KE KETUA DPRD: EVALUASI SEKDEWAN ATAU DIDUGA MAIN MATA
Massa aksi desak Ketua DPRD Dairi bertindak. “Minta Ketua DPRD evaluasi dan bila perlu segera copot Sekwan. Kalau tidak diindahkan, patut kita duga adanya main mata Ketua DPRD dengan Sekwan,” sentil Irwansyah.
Irwansyah mengaku sudah hubungi Sekwan Dairi. Hasilnya? Nol. “Tidak ada tanggapan. Ini tidak menunjukkan ketidak terbukaan Sekwan kepada kami Mahasiswa dan seakan menutupi,” pungkasnya dengan nada tinggi.
TEGAS: BUMI HANGUSKAN KORUPSI DAIRI
“Ini bentuk konsistensi kita, untuk membumi hanguskan korupsi di Kabupaten Dairi. Jika hal ini tidak diakomodir kembali, maka kami pastikan akan mengawal kasus ini sampai tuntas,” tutup Irwansyah.
Bola panas kini di KPK dan Ketua DPRD Dairi. Rp9,7 miliar uang rakyat dipertaruhkan. Mahasiswa sudah bersuara. Tinggal tunggu: dibongkar atau dibungkam?
Tajam Mengupas, Tegas Memberantas. Anggaran rakyat kami kawal, Sekwan nakal kami sikat.
(Tim Redaksi)



















