MANOKWARI, garudapost.id – Kerukunan Keluarga Besar Pegunungan Tengah (K2BPT) Papua Barat menggelar rapat kerja (Raker) di Aula Asrama Mahasiswa Puncak, Amban, Manokwari, dengan menegaskan komitmen persatuan sekaligus mendesak pemerintah menghadirkan pembangunan yang nyata dan tepat sasaran bagi masyarakat Pegunungan Tengah.
Dalam Raker berlangsung dengan nuansa kekeluargaan namun penuh ketegasan ini dihadiri ratusan peserta dari berbagai delegasi kabupaten/kota se-Papua Barat, serta melibatkan tokoh adat, tokoh intelektual, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, mahasiswa, hingga perwakilan pemerintah provinsi dan kabupaten pada, kamis (30/04/2026).
Dalam sambutan Ketua Kerukunan keluarga besar pegunungan tengah K2BPT Papua Barat, Apner Itlay, menegaskan pentingnya menjaga persatuan masyarakat Pegunungan Tengah dari berbagai kepentingan pribadi yang berpotensi memecah belah. Ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang mengatasnamakan masyarakat demi kepentingan tertentu.
“Kami tidak mau lagi ada pihak yang mengatasnamakan masyarakat untuk kepentingan pribadi. Semua bantuan harus melalui koordinasi resmi dengan ketua kerukunan,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa masyarakat Pegunungan Tengah merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan meskipun berasal dari berbagai wilayah.
“Kita tetap satu. Pegunungan Tengah berdiri dari 16 kabupaten, tetapi tetap satu. Jangan ada kepentingan pribadi yang memecah belah masyarakat di Papua Barat,” ujarnya.
Selain isu persatuan, perhatian khusus juga diberikan kepada mahasiswa sebagai generasi penerus. Apner mengingatkan agar mahasiswa fokus pada pendidikan dan menyelesaikan studi tepat waktu sesuai harapan orang tua.
“Mahasiswa datang untuk belajar. Harapan orang tua jelas, selesaikan studi tepat waktu, bukan terlibat hal lain,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan Kesbangpol Papua Barat, Febi Alfian Pamahumu, menyampaikan bahwa organisasi kemasyarakatan memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sosial serta mendukung pembangunan daerah.
“Kami berharap K2BPT terus bersinergi dengan pemerintah dalam mendukung pembangunan demi kemajuan masyarakat Pegunungan Tengah,” ujarnya.
Rapat kerja ini dilatarbelakangi oleh minimnya dampak nyata program pembangunan yang dirasakan masyarakat, serta perlunya transparansi dalam penyaluran bantuan pemerintah.
Dalam forum tersebut, K2BPT menegaskan sejumlah poin penting, antara lain komitmen menjaga persatuan masyarakat Pegunungan Tengah, tuntutan transparansi bantuan dan program pemerintah, serta penguatan koordinasi internal organisasi.
Raker K2BPT dinilai menjadi momentum strategis untuk menyatukan arah perjuangan masyarakat Pegunungan Tengah sekaligus menyuarakan aspirasi kepada pemerintah. K2BPT menegaskan bahwa tanpa program yang nyata, transparan, dan tepat sasaran, ketimpangan pembangunan akan terus terjadi.
Oleh karena itu, sinergi antara masyarakat dan pemerintah dinilai menjadi kunci dalam mendorong pembangunan yang berkeadilan di wilayah Pegunungan Tengah Papua Barat.(*)
(Penulis: Domianus Lokobal)



















