Terminal Mini Difokuskan untuk Parkir, Pedagang Direlokasi ke Balerong

Sabtu, 16 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BALIGE, TOBA — Pemerintah Kabupaten Toba kembali melanjutkan penataan Pasar Tradisional Balige dengan menertibkan para pedagang yang berjualan di kawasan terminal mini Balige, Jumat (15/5/2026).

Penertiban dilakukan oleh petugas dari Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Toba bersama Satpol PP dan sejumlah OPD terkait.

Dalam penertiban tersebut, para pedagang direlokasi ke dalam Pasar Balerong agar area terminal mini kembali difungsikan sebagai kantong parkir. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi kepadatan kendaraan di jalan lintas serta menciptakan ketertiban di pusat Kota Balige.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Toba, Sofian Sitorus mengatakan, sebagian besar pedagang bersedia dipindahkan demi mendukung penataan kota.

“Pada prinsipnya mereka bersedia direlokasi. Terminal mini ini harus kembali pada fungsinya menjadi kantong parkir, sehingga jalan lintas bisa lebih longgar,” ujar Sofian.

Ia juga menanggapi permintaan pedagang terkait penyediaan lapak di dalam Pasar Balerong. Menurutnya, pemerintah daerah akan berupaya mengakomodasi kebutuhan para pedagang meski tidak seluruh pihak dapat terpuaskan oleh kebijakan tersebut.

“Yang pasti pemerintah akan berupaya mengakomodir meski kebijakan ini tidak akan bisa memuaskan semua pihak,” lanjutnya.

Sofian menegaskan, penataan dan penertiban akan terus dilakukan secara bertahap, khususnya di kawasan pusat Kota Balige, guna menciptakan lingkungan pasar yang tertib, nyaman, dan indah.

“Ini akan tetap kita lanjutkan sampai Kota Balige ini benar-benar tertib dan indah,” tutupnya.

(Tomuan.S)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bunda Literasi Toba Ajak Masyarakat Terus Berkarya Kampanyekan Budaya Literasi
Ancam Polisi Dengan Cangkul, Pria 51 Tahun di Balige Diamankan Bersama 6,29 Gram Sabu
Pemkab Toba Perkuat Peran Tim Pembina Posyandu, Dorong Layanan Kesehatan Terintegrasi
Bandar Lama Inisial PS Diduga Masih Kendalikan Togel Humbahas, Warga Tagih Janji Kapolres
Polantas Karib Edukasi Keselamatan Berkendara kepada Masyarakat Toba
Polres Langkat Musnahkan Barang Bukti Narkotika Sabu, Pil Extasi dan Ganja
Terbukti Penyalahgunaan Narkotika, Briptu MF Polres Toba Dianjurkan PTDH
Kendalikan Harga Pangan, Bupati Toba Salurkan Bantuan Beras Tahap III untuk 24.713 Keluarga Penerima Manfaat
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terbaru

Kabupaten Gorontalo

Apdesi Kabupaten Gorontalo Dukung Penganugerahan Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi GORONTALO, Garudapost.id– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Gorontalo, Efendi Nento, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. Menurut Efendi, penganugerahan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat yang telah menjadi jati diri masyarakat Gorontalo. Tradisi adat perlu terus dirawat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menilai, di tengah perubahan zaman, keberadaan adat dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui penghormatan adat kepada tokoh yang dinilai memiliki perjalanan pengabdian dan kontribusi bagi daerah. “Bagi kami, adat merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Gorontalo. Karena itu, setiap upaya untuk menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat patut mendapatkan apresiasi,” ujar Efendi. Ia juga berpandangan bahwa penghormatan melalui gelar adat tidak semata-mata berkaitan dengan kedudukan seseorang, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan tanggung jawab yang telah dijalankan. Menurutnya, penghormatan adat kepada seorang pemimpin yang masih menjalankan pengabdian merupakan hal yang dapat dipahami dalam kerangka pelestarian tradisi, sepanjang prosesnya dilakukan sesuai mekanisme dan pertimbangan lembaga adat yang berwenang. Efendi menilai, perjalanan pengabdian Bupati Sofyan Puhi menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam proses tersebut. Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati musyawarah dan kearifan para pemangku adat sebagai landasan dalam mengambil keputusan. Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Gorontalo memiliki falsafah yang kuat, yakni “Adat bersendikan Syara, Syara bersendikan Kitabullah.” Falsafah ini mencerminkan eratnya hubungan antara adat, nilai keagamaan, dan kehidupan masyarakat. Atas dasar itu, Apdesi Kabupaten Gorontalo mengajak masyarakat untuk menyikapi proses penganugerahan Pulanga dengan bijaksana, tetap menjaga suasana kebersamaan, serta memberikan ruang bagi lembaga adat untuk menjalankan perannya. “Kami berharap upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam melestarikan adat Gorontalo. Yang terpenting, seluruh proses tetap mengedepankan kebijaksanaan, penghormatan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” tutup Efendi. Dukungan Apdesi tersebut diharapkan turut memperkuat kesadaran bersama bahwa pelestarian adat merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, sekaligus bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Gorontalo.

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:43

Bunda Literasi Toba Ajak Masyarakat Terus Berkarya Kampanyekan Budaya Literasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:23

Ancam Polisi Dengan Cangkul, Pria 51 Tahun di Balige Diamankan Bersama 6,29 Gram Sabu

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:59

Pemkab Toba Perkuat Peran Tim Pembina Posyandu, Dorong Layanan Kesehatan Terintegrasi

Senin, 28 September 2026 - 20:14

Bandar Lama Inisial PS Diduga Masih Kendalikan Togel Humbahas, Warga Tagih Janji Kapolres

Kamis, 24 September 2026 - 14:31

Polantas Karib Edukasi Keselamatan Berkendara kepada Masyarakat Toba

Berita Terbaru

Kabupaten Gorontalo

Apdesi Kabupaten Gorontalo Dukung Penganugerahan Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi GORONTALO, Garudapost.id– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Gorontalo, Efendi Nento, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. Menurut Efendi, penganugerahan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat yang telah menjadi jati diri masyarakat Gorontalo. Tradisi adat perlu terus dirawat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menilai, di tengah perubahan zaman, keberadaan adat dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui penghormatan adat kepada tokoh yang dinilai memiliki perjalanan pengabdian dan kontribusi bagi daerah. “Bagi kami, adat merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Gorontalo. Karena itu, setiap upaya untuk menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat patut mendapatkan apresiasi,” ujar Efendi. Ia juga berpandangan bahwa penghormatan melalui gelar adat tidak semata-mata berkaitan dengan kedudukan seseorang, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan tanggung jawab yang telah dijalankan. Menurutnya, penghormatan adat kepada seorang pemimpin yang masih menjalankan pengabdian merupakan hal yang dapat dipahami dalam kerangka pelestarian tradisi, sepanjang prosesnya dilakukan sesuai mekanisme dan pertimbangan lembaga adat yang berwenang. Efendi menilai, perjalanan pengabdian Bupati Sofyan Puhi menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam proses tersebut. Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati musyawarah dan kearifan para pemangku adat sebagai landasan dalam mengambil keputusan. Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Gorontalo memiliki falsafah yang kuat, yakni “Adat bersendikan Syara, Syara bersendikan Kitabullah.” Falsafah ini mencerminkan eratnya hubungan antara adat, nilai keagamaan, dan kehidupan masyarakat. Atas dasar itu, Apdesi Kabupaten Gorontalo mengajak masyarakat untuk menyikapi proses penganugerahan Pulanga dengan bijaksana, tetap menjaga suasana kebersamaan, serta memberikan ruang bagi lembaga adat untuk menjalankan perannya. “Kami berharap upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam melestarikan adat Gorontalo. Yang terpenting, seluruh proses tetap mengedepankan kebijaksanaan, penghormatan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” tutup Efendi. Dukungan Apdesi tersebut diharapkan turut memperkuat kesadaran bersama bahwa pelestarian adat merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, sekaligus bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Gorontalo.

Kamis, 15 Okt 2026 - 21:59