Mahasiswa Paniai Se-Indonesia Tegas Tolak DOB di Papua Tengah, Sebut Ancam Tanah Adat dan HAM

Selasa, 19 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MANOKWARI, Garudapost.id– Solidaritas Mahasiswa Se-Indonesia asal Kabupaten Paniai Kota Studi Manokwari di gelar aksi mimbar bebas menyatakan penolakan tegas terhadap rencana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) di wilayah Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah, dalam pernyataan sikap yang disampaikan di Amban, Manokwari, Senin (18/5/2026).

Aksi mimbar bebas tersebut mengusung tema: “Tolak Pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Moni, Kabupaten Paniai Timur, Kabupaten Paniai Barat, Kabupaten Wedauma, Demi Melindungi Hak Asasi, Tanah Adat, dan Masa Depan Masyarakat Adat Kabupaten Paniai Provinsi Papua Tengah.”

Koordinator Lapangan (Korlap) umum, Mehu Kadepa, menilai kebijakan pemekaran DOB di Papua tidak menjawab persoalan mendasar masyarakat adat, melainkan berpotensi memperluas konflik sosial, militerisasi, serta ancaman terhadap tanah dan identitas budaya masyarakat Papua.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, berbagai rencana pemekaran seperti Moni, Paniai Timur, Paniai Barat, dan Wedauma dinilai tidak lahir dari aspirasi murni masyarakat adat, melainkan lebih didorong kepentingan elit politik dan kekuasaan.

Pemekaran DOB di Papua selama ini justru menambah masalah baru di tengah masyarakat adat. Otonomi Khusus sudah berjalan puluhan tahun, namun substansi perlindungan hak masyarakat Papua belum dirasakan sepenuhnya,” ujar Mehu Kadepa dalam pernyataan sikapnya.

Mahasiswa juga menyoroti bahwa pelaksanaan DOB di Papua selama ini disebut sering menimbulkan konflik horizontal, memperluas kontrol keamanan, hingga mempercepat perampasan tanah adat dan kerusakan lingkungan.

Dalam pernyataan tersebut, mereka mengutip sejumlah temuan lembaga independen seperti Amnesty International, Badan Pusat Statistik (BPS), dan Koalisi Kemanusiaan untuk Papua terkait dampak sosial, ekonomi, hingga HAM akibat pemekaran wilayah di Papua.

Selain itu, mahasiswa menyampaikan sejumlah fakta konflik di Paniai yang hingga kini dinilai belum terselesaikan, termasuk tragedi Paniai Berdarah tahun 2014 dan dugaan pelanggaran HAM dalam operasi keamanan di Distrik Bibida pada 2024.

Solidaritas Mahasiswa Paniai juga menilai rencana pemekaran DOB berpotensi memicu:

1. kerusakan lingkungan (ekosida),

2. hilangnya identitas budaya masyarakat adat,

3. konflik perebutan lahan,

4. hingga trauma sosial di tengah masyarakat lokal.

Dalam tuntutannya, mereka secara tegas:

1. Menolak DOB Moni, Paniai Timur, Paniai Barat, dan Wedauma;

2. Mendesak pencabutan sejumlah izin usaha pertambangan di wilayah Papua Tengah;

3. Meminta penghentian pembangunan pos militer di sejumlah distrik di Paniai;

4. Mendesak pemerintah daerah menghentikan proses pengusulan DOB;

5. Meminta aparat keamanan menjamin kebebasan demonstrasi mahasiswa dan masyarakat secara aman dan demokratis.

Mahasiswa menegaskan, apabila tuntutan tersebut tidak ditindaklanjuti dalam waktu dekat, mereka siap melakukan konsolidasi lanjutan dan aksi demonstrasi dalam skala lebih besar di wilayah Papua Tengah.

Pernyataan sikap tersebut ditutup dengan harapan agar pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat dapat mempertimbangkan aspirasi masyarakat adat Papua sebelum mengambil kebijakan terkait pemekaran wilayah di Kabupaten Paniai. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Antonius Tagi–Jun Armando Woge Terpilih Pimpin Koorwil Dogiyai Periode 2026/2027
TK YAPIS I REREMI Lepas Peserta Didik, Siapkan Generasi Rabbani Menggapai Cita-cita
IMPT Gelar Diskusi Bersama Senior, Perkuat Kaderisasi dan Sinergi Kamtibmas di Papua
Mahasiswa STT Erikson Stritt Gelar Seminar Kepemimpinan Berkarakter dan Takut Akan Tuhan
Panitia Kurban Masjid Darul Ulum Amban Siapkan 600 Paket Daging untuk Masyarakat
Nobar dan Diskusi Film Dokumenter “Pesta Babi” Bangun Kesadaran Kritis Mahasiswa, Pelajar, dan Orang Asli Papua
Ratusan Pemuda Ikuti Sosialisasi dan Pelantikan Kepengurusan Pemuda Papua Barat di UMPB
Kadispora Papua Barat Hadiri Sosialisasi dan Pelantikan Kepengurusan Pemuda di Universitas Muhammadiyah Papua Barat
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 17:52

Antonius Tagi–Jun Armando Woge Terpilih Pimpin Koorwil Dogiyai Periode 2026/2027

Senin, 8 Juni 2026 - 17:36

TK YAPIS I REREMI Lepas Peserta Didik, Siapkan Generasi Rabbani Menggapai Cita-cita

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:51

IMPT Gelar Diskusi Bersama Senior, Perkuat Kaderisasi dan Sinergi Kamtibmas di Papua

Kamis, 28 Mei 2026 - 18:21

Mahasiswa STT Erikson Stritt Gelar Seminar Kepemimpinan Berkarakter dan Takut Akan Tuhan

Rabu, 27 Mei 2026 - 23:46

Panitia Kurban Masjid Darul Ulum Amban Siapkan 600 Paket Daging untuk Masyarakat

Berita Terbaru