Nobar dan Diskusi Film Dokumenter “Pesta Babi” Bangun Kesadaran Kritis Mahasiswa, Pelajar, dan Orang Asli Papua

Rabu, 27 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Manokwari, Garudapost.id-Biro Penalaran dan Keilmuan Asrama Wissel Meren 01 Amban Koordinator Wilayah (korwil) Kabupaten Paniai Kota Studi Manokwari menggelar kegiatan Nonton Bareng (Nobar) dan Diskusi Film Dokumenter “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita” pada Selasa (26/05/2026), bertempat di Asrama Wissel Meren, belakang Masjid Amban, Manokwari.

Kegiatan tersebut dihadiri pelajar dan mahasiswa yang tergabung dari Provinsi Papua Tengah dan Provinsi Papua Pegunungan sebagai ruang belajar bersama untuk membangun kesadaran kritis terhadap persoalan sosial, kemanusiaan, demokrasi, serta situasi pembangunan di Tanah Papua.

Moderator kegiatan, Anselmus Yogi, dalam penyampaiannya menjelaskan bahwa kegiatan nobar dan diskusi ini bertujuan membuka ruang diskusi ilmiah bagi generasi muda Papua agar mampu memahami realitas sosial yang sedang terjadi di tengah masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, film dokumenter Pesta Babi bukan sekadar tontonan, melainkan bahan refleksi bersama mengenai berbagai bentuk kolonialisme modern yang masih dirasakan masyarakat Papua saat ini.

Film ini bukan hanya tontonan, tetapi menjadi bahan refleksi bersama tentang bagaimana kolonialisme modern masih dirasakan dalam berbagai bentuk di Papua, seperti eksploitasi sumber daya alam, marginalisasi masyarakat adat, dan pembungkaman ruang demokrasi,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Biro Penalaran dan Keilmuan, Jimbrif Nawipa, menegaskan bahwa mahasiswa Papua memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk membangun kesadaran kritis melalui ruang-ruang diskusi, kajian ilmiah, dan pendidikan rakyat.

Ia mengatakan bahwa generasi muda Papua tidak boleh hanya menjadi penonton terhadap berbagai persoalan yang sedang terjadi di tanah Papua, melainkan harus aktif membangun pemikiran yang kritis, ilmiah, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.

Dalam sesi pemaparan materi, Narasumber I, Dr. Ir. Agus Irianto Sumule, menyampaikan bahwa film dokumenter Pesta Babi memberikan gambaran nyata mengenai persoalan sosial dan arah pembangunan yang sedang berlangsung di Papua saat ini.

Menurutnya, pembangunan tidak boleh mengorbankan masyarakat adat, tanah ulayat, maupun identitas budaya Orang Asli Papua.
“Pembangunan harus berpihak kepada manusia dan lingkungan. Jangan sampai atas nama pembangunan, masyarakat adat kehilangan tanah, hutan, dan ruang hidupnya sendiri,” tegas Agus Sumule dalam sesi diskusi.

Ia juga menekankan pentingnya pendidikan kritis bagi mahasiswa Papua agar mampu melihat persoalan secara ilmiah, objektif, dan tetap berpihak pada nilai kemanusiaan.

Di sisi lain, Narasumber II, Theofilus Ricard Yogi selaku Jubir BEM UNIPA, mengatakan bahwa film tersebut membuka mata generasi muda terhadap praktik kolonialisme modern yang masih terjadi dalam berbagai bentuk di Papua.

Menurutnya, mahasiswa tidak boleh bersikap apatis terhadap situasi sosial yang terjadi di daerahnya sendiri. Mahasiswa harus hadir sebagai kelompok intelektual yang mampu membaca realitas, berdiskusi, dan menyuarakan kebenaran secara kritis dan ilmiah.

Mahasiswa Papua harus menjadi generasi yang sadar terhadap persoalan rakyat, tanah adat, dan masa depan Papua. Jangan hanya menjadi penonton atas ketidakadilan yang terjadi,” tegasnya.

Kegiatan nobar dan diskusi berlangsung aktif dan mendapat respon positif dari peserta. Banyak mahasiswa dan pelajar ikut memberikan pandangan, pertanyaan, serta tanggapan terkait isi film dan kondisi sosial Papua saat ini.

Melalui kegiatan tersebut, Biro Penalaran dan Keilmuan Asrama Wissel Meren 01 Amban berharap ruang-ruang diskusi ilmiah dan pendidikan kritis terus dibangun sebagai bagian dari proses menciptakan generasi muda Papua yang sadar, berani, kritis, dan berpihak kepada rakyat.(*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pengurus Baru Asrama Nabire di Manokwari Dilantik, Pembina Tekankan Integritas Mahasiswa
Ketua BEM UNIPA Klarifikasi Informasi Medsos, Minta Polda Selidiki Oknum Polisi
BEM UNIPA Buka Posko Kemanusiaan Peduli Gempa NTT
Mahasiswa KKN UMPB Dorong Motivasi Belajar Siswa SMP Negeri 5 Warmare
IMPT Manokwari Gelar Syukuran 29 Wisudawan, Tekankan Pengabdian dan Persatuan
IMP Manokwari Gelar Diskusi Publik, Bahas Strategi dan Dinamika Perjuangan Papua
UNIPA Lepas 59 Lulusan FSB, Siapkan Generasi Penjaga Bahasa dan Budaya Papua
Rektor UNIPA Dorong Pemprov Papua Barat Tindaklanjuti Rekomendasi BPK
Berita ini 70 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:08

Pengurus Baru Asrama Nabire di Manokwari Dilantik, Pembina Tekankan Integritas Mahasiswa

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:08

Ketua BEM UNIPA Klarifikasi Informasi Medsos, Minta Polda Selidiki Oknum Polisi

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:40

BEM UNIPA Buka Posko Kemanusiaan Peduli Gempa NTT

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:01

Mahasiswa KKN UMPB Dorong Motivasi Belajar Siswa SMP Negeri 5 Warmare

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:31

IMPT Manokwari Gelar Syukuran 29 Wisudawan, Tekankan Pengabdian dan Persatuan

Berita Terbaru