LIMBOTO, garudapost.id– Pemerintah Kabupaten Gorontalo menyiapkan 19 unit bus dan 1.000 bentor untuk mendukung mobilisasi lebih dari 7.000 peserta Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII Tahun 2026. Kesiapan armada transportasi tersebut dipaparkan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gorontalo, Irawaty Usman, pada Rapat Koordinasi Forkopimda yang dipimpin Bupati Gorontalo Sofyan Puhi di Aula Polres Gorontalo, Rabu (10/6/2026).
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Gorontalo Tonny S. Junus, Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo Zulfikar Usira, unsur Forkopimda, serta pimpinan organisasi perangkat daerah yang terlibat dalam penyelenggaraan PENAS KTNA XVII.
Dalam paparannya, Irawaty Usman menjelaskan bahwa sektor transportasi menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah mengingat jumlah peserta yang diperkirakan mencapai lebih dari 7.000 orang dari berbagai provinsi di Indonesia.
Sebanyak 19 unit bus akan disiagakan untuk mendukung mobilisasi peserta dari titik kedatangan menuju lokasi kegiatan maupun akomodasi yang telah disiapkan panitia. Armada tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap suksesnya penyelenggaraan PENAS KTNA XVII Tahun 2026 yang dipusatkan di Kabupaten Gorontalo.
Selain itu, sekitar 1.000 bentor akan dilibatkan sebagai moda transportasi pendukung untuk melayani pergerakan peserta selama kegiatan berlangsung di kawasan acara maupun lokasi penginapan.
Menurut Irawaty, keterlibatan bentor bukan hanya untuk memperkuat layanan transportasi peserta, tetapi juga menjadi peluang ekonomi yang dapat langsung dirasakan masyarakat.
“Sebanyak 19 bus yang akan digunakan merupakan dukungan dari Kementerian Perhubungan RI untuk membantu kelancaran mobilisasi peserta PENAS KTNA di Kabupaten Gorontalo. Sementara pelibatan sekitar 1.000 bentor menjadi kesempatan bagi para pengemudi bentor untuk meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga mereka. Inilah salah satu dampak positif PENAS yang akan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Irawaty.
Ia menambahkan, Dinas Perhubungan akan memastikan seluruh armada yang terlibat dapat beroperasi secara terkoordinasi sehingga pelayanan transportasi kepada peserta berjalan aman, nyaman, dan lancar selama kegiatan berlangsung.
Selain transportasi, rapat juga membahas kesiapan pelayanan kesehatan oleh Dinas Kesehatan, penanganan kebersihan oleh Dinas Lingkungan Hidup, serta dukungan infrastruktur yang dipersiapkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
PENAS KTNA XVII Tahun 2026 juga akan diramaikan dengan pasar rakyat, pameran UMKM, expo pertanian dari berbagai daerah, serta berbagai kegiatan pendukung lainnya yang melibatkan masyarakat dan pelaku usaha lokal.
Sementara itu, Bupati Gorontalo Sofyan Puhi menegaskan bahwa seluruh perangkat daerah harus bekerja secara terpadu guna memastikan Kabupaten Gorontalo siap menjadi tuan rumah yang baik bagi ribuan peserta yang akan hadir.
“Persiapan PENAS tidak boleh dilakukan secara parsial. Semua sektor harus bergerak bersama, mulai dari transportasi, kesehatan, keamanan, kebersihan hingga pelayanan kepada peserta. Kita ingin para tamu yang datang merasakan keramahan dan kesiapan Kabupaten Gorontalo sebagai tuan rumah,” tegas Sofyan.
Menurutnya, PENAS KTNA XVII merupakan momentum strategis untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian, UMKM, perdagangan, jasa transportasi, dan pariwisata.
“PENAS bukan hanya tentang kegiatan pertanian dan nelayan semata. Kehadiran ribuan peserta akan menggerakkan ekonomi masyarakat, mulai dari pelaku UMKM, pengelola penginapan, pedagang, hingga pengemudi bentor. Karena itu, kita harus mempersiapkannya dengan baik agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat Kabupaten Gorontalo,” pungkas Sofyan.

















