
*MEDAN, // GARUDAPOST.ID* – Sebanyak 45 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi SPPG di Sumatera Utara berhenti beroperasi hingga saat ini. Penyebabnya: anggaran operasional dari APBN belum masuk ke rekening Virtual Account.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi KPPG Wilayah Medan Donal Simanjuntak merinci, 11 SPPG berada di Kabupaten Asahan dan 34 SPPG di Kota Pematang Siantar.
“Ada laporan sporadis seperti ini biasanya, tapi tidak sebanyak sekarang. Yang melapor hanya dua kabupaten/kota itu. Kalau tidak melapor berarti tidak ada masalah,” jelas Donal.
Menurut Donal, kendala utama ada pada pengelolaan data di pusat. Seluruh transaksi dan Virtual Account dikelola di Jakarta untuk seluruh Indonesia. Prosesnya panjang karena harus melewati tahapan di kementerian terkait.
Keterlambatan juga dipicu laporan harian dari kepala dapur. “Kalau mereka konsisten buat laporan harian, setiap Rabu pusat cek rekening dan lakukan top up. Kalau telat lapor, top up-nya juga mundur,” ucapnya.
Donal menyampaikan sebagian dana untuk SPPG yang berhenti sudah cair dari pusat. Sebagian lainnya masih dalam proses. Ia belum bisa merinci siapa pemilik dari 45 SPPG yang dananya belum masuk.
Program SPPG merupakan bagian dari Makan Bergizi Gratis MBG yang jadi program prioritas pemerintah. SPPG bertugas menyiapkan dan menyalurkan makanan bergizi ke sekolah-sekolah. Jika SPPG berhenti, distribusi MBG ke siswa otomatis terganggu.
KPPG Medan berharap pusat segera mempercepat proses top up anggaran agar SPPG bisa kembali beroperasi dan anak-anak Sumut tetap dapat makanan bergizi sesuai target MBG.
(S TARIGAN)











