MANOKWARI, Garudapost.id – Pemerintah Kabupaten Manokwari melalui Dinas Kesehatan menggelar Pertemuan Koordinasi Kelompok Kerja (Pokja) Gerakan Bersatu Lengkapi Imunisasi Anak (BERLIAN) Tahun 2026 di Hotel Swiss-Belhotel Manokwari pada 10–12 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor guna meningkatkan cakupan imunisasi anak dan mencapai target nasional sebesar 95 persen.
Pertemuan yang berlangsung selama tiga hari tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh agama, tokoh adat, organisasi perempuan, kader kesehatan, hingga mitra pembangunan. Pada hari terakhir, kegiatan difokuskan pada penguatan peran organisasi perempuan sebagai ujung tombak edukasi dan sosialisasi pentingnya imunisasi kepada masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Aleksander Takdare, menegaskan bahwa imunisasi merupakan salah satu upaya paling efektif untuk melindungi anak dari berbagai penyakit yang dapat dicegah.
“Melalui Gerakan BERLIAN, kami ingin membangun kesadaran bersama bahwa imunisasi adalah tanggung jawab kita semua. Anak-anak yang sehat hari ini adalah generasi penerus yang akan menentukan masa depan Kabupaten Manokwari,” ujarnya.
Apresiasi terhadap program tersebut juga disampaikan oleh dr. Husny Muttaqin. Menurutnya, Gerakan BERLIAN merupakan inisiatif pertama di Tanah Papua yang secara khusus mendorong kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan cakupan imunisasi anak.
“Gerakan BERLIAN merupakan inisiatif yang sangat baik dari Kabupaten Manokwari. Kami dari UNICEF sangat mengapresiasi adanya gerakan ini. Semoga target imunisasi 95 persen dapat segera terwujud dan semakin banyak pihak yang terlibat dalam mendukung kesehatan anak-anak di Manokwari,” katanya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan program imunisasi tidak dapat dicapai hanya oleh Dinas Kesehatan dan puskesmas. Keterlibatan organisasi perempuan, tokoh agama, tokoh adat, kader kesehatan, dan masyarakat luas dinilai sangat penting untuk membangun pemahaman serta kepercayaan masyarakat terhadap imunisasi.
Dukungan serupa disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Distrik Manokwari Barat, Anna A. Waramori. Ia menegaskan komitmen PKK untuk menjadi mitra pemerintah dalam menyebarluaskan edukasi imunisasi hingga ke tingkat kelurahan dan kampung.
“Kami dari Tim Penggerak PKK sangat mendukung kegiatan BERLIAN. Ke depan kami akan terus bekerja sama dengan berbagai organisasi dan mitra untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya para ibu, agar anak-anak mendapatkan imunisasi lengkap dan tumbuh menjadi generasi yang sehat serta kuat,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Mince Wilil, menjelaskan bahwa Pokja BERLIAN merupakan wadah koordinasi lintas sektor yang dibentuk untuk mendukung peningkatan cakupan imunisasi di Kabupaten Manokwari.
Menurutnya, program tersebut telah diperkuat melalui Peraturan Bupati Manokwari Nomor 64 tentang Penyelenggaraan Imunisasi serta Surat Keputusan pembentukan Pokja BERLIAN yang diluncurkan sejak tahun lalu.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan seluruh elemen masyarakat sangat penting untuk mencapai target imunisasi 95 persen sesuai arahan Kementerian Kesehatan. Hari ini kami melihat komitmen yang luar biasa dari organisasi perempuan, kader posyandu, dan berbagai pihak yang hadir untuk bersama-sama mendukung kesehatan anak-anak Manokwari,” jelasnya.
Selain memperkuat koordinasi lintas sektor, Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari bersama UNICEF juga terus mengembangkan inovasi pelayanan imunisasi melalui pemanfaatan aplikasi digital. Inovasi tersebut memungkinkan orang tua mengetahui jadwal posyandu, memantau status imunisasi anak, serta mengikuti perkembangan tumbuh kembang anak secara lebih mudah dan terintegrasi.
Melalui Gerakan BERLIAN, Pemerintah Kabupaten Manokwari berharap seluruh anak memperoleh akses imunisasi yang lengkap dan berkualitas. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi perempuan, tokoh masyarakat, dan mitra pembangunan, target cakupan imunisasi 95 persen diharapkan dapat tercapai demi mewujudkan generasi Papua yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.(*)

















