TABANAN – Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Bali-Nusra Kementerian Lingkungan Hidup, Fatirahma Mustafa, S.Hut., M.URP, menegaskan bahwa pengelolaan sampah berbasis sumber merupakan salah satu praktik baik yang harus terus diperkuat di tingkat desa melalui keterlibatan aktif masyarakat serta dukungan publikasi yang efektif.
Pernyataan tersebut disampaikan Fatirahma saat mengikuti roadshow sosialisasi pengelolaan sampah berbasis sumber bersama Kelompok Ahli Bidang Komunikasi Pemerintah Kabupaten Tabanan, I Wayan Ariasa, yang menyasar para operator Sistem Informasi Desa (SID) di sejumlah kecamatan di Kabupaten Tabanan.
Salah satunya saat bertatap muka dengan Operator SID se-Kecamatan Selemadeg Timur pada Jumat (12/6).
Menurut Fatirahma, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya ditentukan oleh tersedianya sarana dan prasarana, tetapi juga oleh perubahan perilaku masyarakat yang dimulai dari rumah tangga melalui pemilahan sampah sejak dari sumbernya.
“Pengelolaan sampah berbasis sumber merupakan praktik yang harus terus diperkuat di tingkat desa. Keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama, dan hal itu perlu didukung dengan publikasi serta komunikasi yang baik agar edukasi mengenai pengelolaan sampah dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, operator SID dan pengelola media desa memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan informasi, edukasi, serta berbagai praktik baik yang telah dilakukan desa dalam pengelolaan sampah.
“Media desa dapat menjadi sarana edukasi yang efektif. Ketika informasi tentang pemilahan sampah, pengurangan sampah plastik, hingga pengolahan sampah organik dipublikasikan secara konsisten, maka kesadaran masyarakat akan tumbuh dan partisipasi publik semakin meningkat,” tambahnya.

















