WAMENA, Garudapost.id– Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Dinas Ketahanan Pangan menyalurkan bantuan sosial (bansos) pangan berupa lebih dari 23 ton beras dan 2.000 liter minyak goreng kepada masyarakat di Distrik Kurulu, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Penyaluran bantuan tersebut berlangsung di halaman Kantor Distrik Kurulu pada Senin (16/6/2026) dan disaksikan oleh unsur pemerintah distrik, PLT kepala kampung, tokoh masyarakat, serta ratusan warga masyarakat dari 12 kampung di wilayah Distrik Kurulu pantauan Garudapost.id.
Bantuan ini merupakan lanjutan dari program bantuan pangan sebelumnya yang telah menyalurkan sekitar 17 ton beras kepada masyarakat. Tahun ini, jumlah bantuan ditingkatkan menjadi lebih dari 23 ton beras disertai tambahan 2.000 liter minyak goreng.
PLT Kepala Distrik Kurulu, Natalis Surabut, S.IP., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Jayawijaya, Perum Bulog, serta Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya yang telah mendukung penyaluran bantuan tersebut.
“Peningkatan jumlah bantuan dari 17 ton pada tahun sebelumnya menjadi lebih dari 23 ton tahun ini menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat. Kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Dinas Ketahanan Pangan, dan Bulog yang telah menyalurkan bantuan ini,” ujarnya.
Natalis berharap bantuan yang telah disalurkan dapat diterima dan dimanfaatkan secara tepat sasaran oleh masyarakat di 12 kampung yang ada di Distrik Kurulu.
Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk tetap mengembangkan dan mengonsumsi pangan lokal sebagai upaya menjaga ketahanan pangan keluarga.
“Melalui bantuan ini, kami juga mengajak masyarakat untuk kembali memperkuat pangan lokal yang telah diwariskan oleh leluhur, seperti petatas, keladi, dan berbagai sumber pangan lokal lainnya. Bantuan ini hendaknya menjadi penunjang, bukan menggantikan pangan lokal yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, perwakilan kordinator bulong, Singki Wibu, menegaskan bahwa bantuan pangan tersebut diberikan secara gratis kepada masyarakat dan tidak boleh diperjualbelikan.
“Bantuan ini diberikan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Jangan melihat dari jumlah berasnya, tetapi lihat manfaatnya bagi keluarga penerima. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, bantuan pangan yang disalurkan merupakan alokasi pemerintah untuk periode Februari hingga Maret 2026. Adapun kelanjutan program bantuan setelah periode tersebut masih menunggu kebijakan dan arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat.
Pemerintah berharap bantuan pangan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus menjaga stabilitas ketahanan pangan di Distrik Kurulu, Kabupaten Jayawijaya.(*)

















