MANOKWARI, 20 JUNI 2026|Manokwari, 20 Juni 2026 – Keluarga Kristen Katolik dan Protestan (KMKP) Ikatan Mahasiswa Pegunungan Tengah (IM-PT) telah sukses melaksanakan pemilihan badan pengurus baru periode 2026-2027. Acara yang berlangsung pada hari Sabtu, 20 Juni 2026, di Sekretariat IM-PT Manokwari ini dipimpin langsung oleh pengurus lama, Saudara Juven Dogomo dan Saudari Vera Wakei.
Pertemuan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh Dewan Penasihat Organisasi (DPO) serta jajaran Badan Pengurus (BP) Ikatan Mahasiswa Pegunungan Tengah. KMKP yang merupakan wadah kerohanian di bawah naungan IM-PT ini memilih kepengurusan baru secara musyawarah untuk melanjutkan program-program kerja di bidang rohani.
Dalam pemilihan yang berlangsung demokratis, Veronika Pekei terpilih secara aklamasi sebagai Ketua KMKP periode mendatang, didampingi oleh Abdan Aso dan Mesak Magai sebagai wakil ketua. Dalam sambutan perdananya, Veronika menyampaikan bahwa motivasi utamanya mengemban amanah ini adalah dorongan semangat rohani yang terinspirasi dari Kitab Matius 7:7.
Setelah saya dilantik, fokus utama kami adalah memaksimalkan kegiatan-kegiatan rohani. Ini merupakan bentuk tanggung jawab moral kami kepada organisasi dan seluruh anggota,” ujar Veronika Pekei.
Apresiasi dan dukungan juga disampaikan oleh Nando Kayame, selaku perwakilan Badan Pengurus IM-PT. Ia menyatakan bahwa pihaknya akan terus mendorong setiap kegiatan positif yang dilaksanakan oleh KMKP.
“Kami sebagai BP IM-PT akan selalu mendukung kegiatan KMKP dalam bentuk apapun. Saya berpesan agar seluruh panitia dan pengurus tetap kompak dalam setiap kegiatan. Kekompakan adalah tanda moral bagi kita, dan jangan sampai ada kekosongan dalam kegiatan apapun,” pesan Nando.
Senada dengan hal tersebut, Susan, selaku perwakilan Dewan Penasihat Organisasi (DPO), turut mengingatkan pentingnya profesionalisme dalam menjalankan tugas kerohanian.
“Jangan ada yang main-main terhadap kegiatan yang bersifat rohani. Tugas rohani dan jasmani harus seimbang agar jiwa kita tetap sehat dan terjaga,” tegas Susan.
Pertemuan yang sarat akan nilai kebersamaan ini diakhiri dengan doa bersama dan salam khas yang menggema, “Jel-jel, salam satu tunggu dalam satu honai,” menandakan semangat persatuan dan kekeluargaan yang tinggi di kalangan mahasiswa Pegunungan Tengah.
















