Garudapost.id-Geser/Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser secara konsisten terus membekali warga binaan dengan keterampilan produktif. Hal ini ditegaskan Kepala Urusan Tata Usaha Lapas Geser, M. Alhamid saat memberikan bimbingan perawatan lanjutan tanaman kangkung hidroponik modifikasi kepada warga binaan, Senin (22/6). Edukasi teknis ini difokuskan pada pengecekan kualitas pertumbuhan akar dan batang tanaman kangkung.
Dalam kesempatan ini, Alhamid mempraktikkan cara memeriksa kualitas akar dan batang kangkung yang sedang dalam masa perawatan intensif. Warga binaan turut antusias memperhatikan penjelasan dan pembimbingan dengan seksama.
Alhamid menegaskan bahwa monitoring berkala sangat penting untuk meningkatkan pengawasan, khususnya agar kualitas nutrisi yang disuplai pada tanaman hidroponik tetap terjaga hingga masa panen tiba.
“Kegiatan pembimbingan perawatan lanjutan ini berjalan dengan optimal. Dari pengamatan yang dilakukan, tanaman hidroponik tumbuh dengan subur dan hijau. Ini menandakan proses perawatan harian dilakukan secara konsisten,” ujar Alhamid.
Hal senada juga disampaikan oleh Warga Binaan berinisial JR. Menurutnya, keberhasilan pertumbuhan tanaman kangkung tersebut tidak lepas dari konsistensi pemberian nutrisi saja, tetapi juga dipengaruhi oleh penataan posisi lahan. “Posisi lahan yang cukup terbuka sehingga akses cahaya matahari sangat membantu pertumbuhan tanaman kangkung yang tengah kami rawat,” tambah JR.
Sementara itu, Kepala Lapas Geser, Nober Hasanda, memberikan apresiasi tinggi atas jalannya program ini. Ia menegaskan bahwa fungsi pembinaan kemandirian di Lapas Geser telah berjalan dengan baik dalam meciptakan suasana pembinaan yang humanis, sekaligus memberikan bekal keterampilan yang bernilai ekonomis.
“Program ini berhasil mengimplementasikan fungsi pembinaan kemandirian secara tepat. Kami ingin memastikan warga binaan mendapatkan bekal keterampilan praktis yang bernilai ekonomis, sehingga kemampuan produktif ini menjadi modal berharga saat mereka kembali ke masyarakat kelak,” pungkas Nober.
Lebih lanjut, melalui program yang konsisten ini, Lapas Geser membuktikan bahwa masa pembinaan di dalam lapas dapat menjadi wadah yang positif dan membangun kreativitas dan kemandirian, langkah ini mampu menciptakan warga binaan yang siap berintegrasi sosial dengan masyarakat luas.

















