Garudapost.id-Saumlaki/Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Saumlaki kembali melaksanakan panen kangkung di area pertanian lapas sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian bagi warga binaan, Kamis (18/06). Kegiatan panen tersebut diikuti langsung oleh Kepala Lapas Saumlaki, Agung Wibowo, bersama jajaran petugas yang turut mendampingi warga binaan di lahan pertanian.
Panen kangkung dilakukan setelah tanaman mencapai masa panen yang optimal. Selama proses budidaya, warga binaan dilibatkan dalam berbagai tahapan kegiatan, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan, hingga panen, dengan pendampingan dan pengawasan petugas. Dari kegiatan panen kali ini, Lapas Saumlaki berhasil menghasilkan sekitar 30 kilogram kangkung yang selanjutnya dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pangan di lingkungan lapas.
Melalui pemanfaatan lahan yang tersedia, warga binaan diberikan kesempatan untuk memperoleh pengalaman dan keterampilan di bidang pertanian. Selain menjadi sarana pembelajaran, kegiatan ini juga mendukung implementasi program ketahanan pangan yang terus dikembangkan di lingkungan pemasyarakatan.
Kepala Lapas Kelas III Saumlaki, Agung Wibowo, yang turut memanen kangkung bersama warga binaan dan petugas, menyampaikan bahwa kegiatan pertanian merupakan bagian dari upaya pembinaan yang memberikan manfaat secara langsung. “Kegiatan ini tidak hanya menghasilkan produk pertanian, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan. Kami ingin mereka memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat. Karena itu, program pertanian akan terus kami dorong dan kembangkan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Kasubsi Pembinaan Lapas Saumlaki, Andrey Maspaitella, menjelaskan bahwa keberhasilan panen merupakan hasil dari proses perawatan yang dilakukan secara rutin oleh warga binaan di bawah pendampingan petugas. “Warga binaan terlibat langsung dalam setiap tahapan budidaya, sehingga mereka memahami proses pertanian secara menyeluruh. Selain keterampilan teknis, kegiatan ini juga membentuk kedisiplinan dan tanggung jawab dalam bekerja,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, memberikan apresiasi atas pelaksanaan program pembinaan pertanian yang terus berjalan di Lapas Saumlaki. “Pembinaan kemandirian melalui sektor pertanian merupakan kegiatan positif yang perlu terus dikembangkan. Selain memberikan keterampilan bagi warga binaan, kegiatan ini juga mendukung program ketahanan pangan yang menjadi salah satu fokus pemasyarakatan saat ini,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Saumlaki terus berkomitmen mengembangkan program pembinaan yang produktif dan berkelanjutan guna meningkatkan keterampilan warga binaan, mendukung ketahanan pangan, serta mewujudkan pemasyarakatan yang semakin bermanfaat bagi masyarakat.

















