Temu Usaha Agribisnis PENAS XVII Gorontalo Racik Formula Kemitraan Petani-Nelayan Modern

Selasa, 23 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LIMBOTO,Garudapost.id – Pelaksanaan Temu Usaha Agribisnis dalam rangka Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani dan Nelayan Tahun 2026 di Provinsi Gorontalo berlangsung sukses dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari, Senin-Selasa, 22–23 Juni 2026, di Gedung Kasmat Lahay, Limboto, Kabupaten Gorontalo, menjadi wadah strategis mempertemukan petani, nelayan, pelaku usaha, penyuluh, serta pemangku kepentingan dalam membangun kemitraan dan memperkuat agribisnis nasional.

Sekitar 300 peserta dari berbagai provinsi hadir dalam kegiatan tersebut, terdiri atas petani, nelayan, pelaku usaha agribisnis, penyuluh pertanian, perikanan dan kehutanan, perwakilan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Kehadiran mereka merepresentasikan ekosistem pangan yang utuh, mulai dari kelompok tani dan nelayan, pelaku industri swasta, hingga pembuat kebijakan.

Pembukaan kegiatan dilaksanakan pada Senin, 22 Juni 2026, diawali dengan laporan panitia penyelenggara yang disampaikan oleh Plt. Inspektur Provinsi Gorontalo, Zukri Surotinijo, S.A.P., M.Ec.Dev., CGCAE, selaku Ketua Seksi Temu Usaha Agribisnis Panitia Daerah PENAS XVII Tahun 2026. Dalam laporannya, ia menegaskan bahwa Temu Usaha Agribisnis merupakan sarana memperkuat komunikasi, pertukaran informasi, serta membuka peluang kerja sama usaha yang saling menguntungkan bagi pelaku utama sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan, dan kelautan-perikanan. Acara pembukaan turut dihadiri oleh Indria Fitriani, S.H., M.AP., Kepala Pusat Penilaian dan Pengembangan Kompetensi ASN Pertanian Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pertanian RI, serta jajaran KTNA, penyuluh pertanian, pelaku usaha, petani dan nelayan peserta PENAS XVII Tahun 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan Temu Usaha Agribisnis secara resmi dibuka oleh H. Oong Syahroni, S.Pd.I., Ketua Bidang III Kemitraan Usaha dan Jaringan Informasi Agribisnis Panitia PENAS XVII Tahun 2026. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pembangunan pertanian saat ini membutuhkan kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah, petani, penyuluh, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya diukur dari peningkatan produksi, tetapi juga kemampuan menciptakan nilai tambah, memperluas akses pasar, serta meningkatkan kesejahteraan petani melalui kemitraan usaha yang berkelanjutan. “Temu Usaha Agribisnis menjadi forum strategis untuk mempertemukan pelaku utama dengan pelaku usaha, industri, investor, offtaker, lembaga keuangan, dan pemerintah guna membangun jejaring usaha serta membuka peluang kerja sama yang saling menguntungkan,” ujar H. Oong Syahroni.

Adapun materi yang disampaikan pada kegiatan ini fokus pada Kebijakan Hilirisasi dan Kemitraan. Pada hari pertama, sesi pertama menghadirkan Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura Kementerian Pertanian RI dengan materi Kebijakan Hilirisasi Komoditas Hortikultura. Selanjutnya, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan yang diwakili oleh Analis Pasar Hasil Pertanian Ahli Muda/Ketua Tim Kerja Pemasaran Aneka Kacang dan Umbi memaparkan Kebijakan Hilirisasi Komoditas Tanaman Pangan. Sesi kedua menghadirkan narasumber dari sektor swasta, yakni PT Syngenta Indonesia, PT Nufarm Indonesia, dan PT MaxAgri, yang berbagi pengalaman mengenai teknologi pertanian, kebutuhan pasar, serta peluang kemitraan dan investasi.

Memasuki hari kedua, sesi pertama menghadirkan Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan Kementerian Pertanian RI dengan materi Kebijakan Hilirisasi Komoditas Perkebunan, dilanjutkan oleh Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementerian Pertanian RI dengan materi Kebijakan Hilirisasi Komoditas Peternakan, serta paparan dari PT Advansia Indotani. Pada sesi kedua, peserta memperoleh wawasan dari Kementerian Kehutanan terkait Kebijakan Hilirisasi Komoditas Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan mengenai Kebijakan Hilirisasi Komoditas Kelautan dan Perikanan, serta Badan Pangan Nasional yang menyampaikan Kebijakan Badan Pangan Nasional.

Menariknya, pada hari terakhir kegiatan juga ditampilkan kisah sukses dari Kelompok Budidaya Udang Vaname Mutiara Laut Desa Ungkea, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah. Kelompok tersebut memaparkan capaian pengembangan budidaya udang vaname melalui inovasi pembuatan dan implementasi mandiri Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Udang Vaname yang terintegrasi dengan teknologi Artificial Intelligence (AI). Inovasi tersebut menjadi bukti bahwa transformasi teknologi dapat mendukung peningkatan produktivitas dan daya saing sektor perikanan, sejalan dengan tema PENAS XVII Tahun 2026, yaitu “Transformasi Teknologi dalam Mendukung Swasembada Pangan Nasional Berkelanjutan.”

Berakhirnya Temu Usaha Agribisnis pada Selasa, 23 Juni 2026, menandai suksesnya salah satu rangkaian penting PENAS XVII Tahun 2026. Forum ini diharapkan menghasilkan kemitraan yang berkelanjutan, memperluas akses pasar, meningkatkan nilai tambah produk pertanian, serta memperkuat ketahanan pangan nasional menuju pertanian Indonesia yang modern, maju, dan berdaya saing.

RK

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Apdesi Kabupaten Gorontalo Dukung Penganugerahan Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi GORONTALO, Garudapost.id– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Gorontalo, Efendi Nento, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. Menurut Efendi, penganugerahan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat yang telah menjadi jati diri masyarakat Gorontalo. Tradisi adat perlu terus dirawat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menilai, di tengah perubahan zaman, keberadaan adat dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui penghormatan adat kepada tokoh yang dinilai memiliki perjalanan pengabdian dan kontribusi bagi daerah. “Bagi kami, adat merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Gorontalo. Karena itu, setiap upaya untuk menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat patut mendapatkan apresiasi,” ujar Efendi. Ia juga berpandangan bahwa penghormatan melalui gelar adat tidak semata-mata berkaitan dengan kedudukan seseorang, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan tanggung jawab yang telah dijalankan. Menurutnya, penghormatan adat kepada seorang pemimpin yang masih menjalankan pengabdian merupakan hal yang dapat dipahami dalam kerangka pelestarian tradisi, sepanjang prosesnya dilakukan sesuai mekanisme dan pertimbangan lembaga adat yang berwenang. Efendi menilai, perjalanan pengabdian Bupati Sofyan Puhi menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam proses tersebut. Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati musyawarah dan kearifan para pemangku adat sebagai landasan dalam mengambil keputusan. Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Gorontalo memiliki falsafah yang kuat, yakni “Adat bersendikan Syara, Syara bersendikan Kitabullah.” Falsafah ini mencerminkan eratnya hubungan antara adat, nilai keagamaan, dan kehidupan masyarakat. Atas dasar itu, Apdesi Kabupaten Gorontalo mengajak masyarakat untuk menyikapi proses penganugerahan Pulanga dengan bijaksana, tetap menjaga suasana kebersamaan, serta memberikan ruang bagi lembaga adat untuk menjalankan perannya. “Kami berharap upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam melestarikan adat Gorontalo. Yang terpenting, seluruh proses tetap mengedepankan kebijaksanaan, penghormatan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” tutup Efendi. Dukungan Apdesi tersebut diharapkan turut memperkuat kesadaran bersama bahwa pelestarian adat merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, sekaligus bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Gorontalo.
Minggon Perdana Camat Baru Pakisjaya, Ferry Muharam Serap Aspirasi Petani Terdampak Kekeringan
Rapat Minggon Desa Karyasari Bahas Banjir hingga Stunting 29 Anak Tercatat dan Publik Disiapkan 
Kebakaran Kamar Akibat Puntung Rokok Di Desa Sindangwangi Renggut Nyawa Lansia
TOHA — TULUS, OPTIMIS, HARMONIS, AMANAH: SIAP WUJUDKAN DESA AMANSARI MAJU, ADIL, DAN SEJAHTERA PERIODE 2026-2034
Siap Jalankan Amanah, Ketua TP-PKK Tibawa Nur’Ain Napu Siapkan Kerja Nyata dan Penguatan Sinergi
KPM di Limau Gadang Mengaku Takut dan Bingung, Dugaan Persoalan Bansos PKH hingga Ancaman Penghapusan Berita Jadi Sorotan
PJT II dan BBWS Citarum Normalisasi Irigasi di Jayakerta
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terbaru

Kabupaten Gorontalo

Apdesi Kabupaten Gorontalo Dukung Penganugerahan Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi GORONTALO, Garudapost.id– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Gorontalo, Efendi Nento, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. Menurut Efendi, penganugerahan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat yang telah menjadi jati diri masyarakat Gorontalo. Tradisi adat perlu terus dirawat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menilai, di tengah perubahan zaman, keberadaan adat dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui penghormatan adat kepada tokoh yang dinilai memiliki perjalanan pengabdian dan kontribusi bagi daerah. “Bagi kami, adat merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Gorontalo. Karena itu, setiap upaya untuk menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat patut mendapatkan apresiasi,” ujar Efendi. Ia juga berpandangan bahwa penghormatan melalui gelar adat tidak semata-mata berkaitan dengan kedudukan seseorang, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan tanggung jawab yang telah dijalankan. Menurutnya, penghormatan adat kepada seorang pemimpin yang masih menjalankan pengabdian merupakan hal yang dapat dipahami dalam kerangka pelestarian tradisi, sepanjang prosesnya dilakukan sesuai mekanisme dan pertimbangan lembaga adat yang berwenang. Efendi menilai, perjalanan pengabdian Bupati Sofyan Puhi menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam proses tersebut. Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati musyawarah dan kearifan para pemangku adat sebagai landasan dalam mengambil keputusan. Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Gorontalo memiliki falsafah yang kuat, yakni “Adat bersendikan Syara, Syara bersendikan Kitabullah.” Falsafah ini mencerminkan eratnya hubungan antara adat, nilai keagamaan, dan kehidupan masyarakat. Atas dasar itu, Apdesi Kabupaten Gorontalo mengajak masyarakat untuk menyikapi proses penganugerahan Pulanga dengan bijaksana, tetap menjaga suasana kebersamaan, serta memberikan ruang bagi lembaga adat untuk menjalankan perannya. “Kami berharap upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam melestarikan adat Gorontalo. Yang terpenting, seluruh proses tetap mengedepankan kebijaksanaan, penghormatan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” tutup Efendi. Dukungan Apdesi tersebut diharapkan turut memperkuat kesadaran bersama bahwa pelestarian adat merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, sekaligus bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Gorontalo.

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:59

Apdesi Kabupaten Gorontalo Dukung Penganugerahan Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi GORONTALO, Garudapost.id– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Gorontalo, Efendi Nento, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. Menurut Efendi, penganugerahan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat yang telah menjadi jati diri masyarakat Gorontalo. Tradisi adat perlu terus dirawat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menilai, di tengah perubahan zaman, keberadaan adat dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui penghormatan adat kepada tokoh yang dinilai memiliki perjalanan pengabdian dan kontribusi bagi daerah. “Bagi kami, adat merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Gorontalo. Karena itu, setiap upaya untuk menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat patut mendapatkan apresiasi,” ujar Efendi. Ia juga berpandangan bahwa penghormatan melalui gelar adat tidak semata-mata berkaitan dengan kedudukan seseorang, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan tanggung jawab yang telah dijalankan. Menurutnya, penghormatan adat kepada seorang pemimpin yang masih menjalankan pengabdian merupakan hal yang dapat dipahami dalam kerangka pelestarian tradisi, sepanjang prosesnya dilakukan sesuai mekanisme dan pertimbangan lembaga adat yang berwenang. Efendi menilai, perjalanan pengabdian Bupati Sofyan Puhi menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam proses tersebut. Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati musyawarah dan kearifan para pemangku adat sebagai landasan dalam mengambil keputusan. Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Gorontalo memiliki falsafah yang kuat, yakni “Adat bersendikan Syara, Syara bersendikan Kitabullah.” Falsafah ini mencerminkan eratnya hubungan antara adat, nilai keagamaan, dan kehidupan masyarakat. Atas dasar itu, Apdesi Kabupaten Gorontalo mengajak masyarakat untuk menyikapi proses penganugerahan Pulanga dengan bijaksana, tetap menjaga suasana kebersamaan, serta memberikan ruang bagi lembaga adat untuk menjalankan perannya. “Kami berharap upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam melestarikan adat Gorontalo. Yang terpenting, seluruh proses tetap mengedepankan kebijaksanaan, penghormatan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” tutup Efendi. Dukungan Apdesi tersebut diharapkan turut memperkuat kesadaran bersama bahwa pelestarian adat merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, sekaligus bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Gorontalo.

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:22

Minggon Perdana Camat Baru Pakisjaya, Ferry Muharam Serap Aspirasi Petani Terdampak Kekeringan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:03

Rapat Minggon Desa Karyasari Bahas Banjir hingga Stunting 29 Anak Tercatat dan Publik Disiapkan 

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:02

Kebakaran Kamar Akibat Puntung Rokok Di Desa Sindangwangi Renggut Nyawa Lansia

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:44

TOHA — TULUS, OPTIMIS, HARMONIS, AMANAH: SIAP WUJUDKAN DESA AMANSARI MAJU, ADIL, DAN SEJAHTERA PERIODE 2026-2034

Berita Terbaru

Kabupaten Gorontalo

Apdesi Kabupaten Gorontalo Dukung Penganugerahan Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi GORONTALO, Garudapost.id– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Gorontalo, Efendi Nento, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. Menurut Efendi, penganugerahan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat yang telah menjadi jati diri masyarakat Gorontalo. Tradisi adat perlu terus dirawat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menilai, di tengah perubahan zaman, keberadaan adat dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui penghormatan adat kepada tokoh yang dinilai memiliki perjalanan pengabdian dan kontribusi bagi daerah. “Bagi kami, adat merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Gorontalo. Karena itu, setiap upaya untuk menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat patut mendapatkan apresiasi,” ujar Efendi. Ia juga berpandangan bahwa penghormatan melalui gelar adat tidak semata-mata berkaitan dengan kedudukan seseorang, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan tanggung jawab yang telah dijalankan. Menurutnya, penghormatan adat kepada seorang pemimpin yang masih menjalankan pengabdian merupakan hal yang dapat dipahami dalam kerangka pelestarian tradisi, sepanjang prosesnya dilakukan sesuai mekanisme dan pertimbangan lembaga adat yang berwenang. Efendi menilai, perjalanan pengabdian Bupati Sofyan Puhi menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam proses tersebut. Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati musyawarah dan kearifan para pemangku adat sebagai landasan dalam mengambil keputusan. Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Gorontalo memiliki falsafah yang kuat, yakni “Adat bersendikan Syara, Syara bersendikan Kitabullah.” Falsafah ini mencerminkan eratnya hubungan antara adat, nilai keagamaan, dan kehidupan masyarakat. Atas dasar itu, Apdesi Kabupaten Gorontalo mengajak masyarakat untuk menyikapi proses penganugerahan Pulanga dengan bijaksana, tetap menjaga suasana kebersamaan, serta memberikan ruang bagi lembaga adat untuk menjalankan perannya. “Kami berharap upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam melestarikan adat Gorontalo. Yang terpenting, seluruh proses tetap mengedepankan kebijaksanaan, penghormatan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” tutup Efendi. Dukungan Apdesi tersebut diharapkan turut memperkuat kesadaran bersama bahwa pelestarian adat merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, sekaligus bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Gorontalo.

Kamis, 15 Okt 2026 - 21:59