Garudapost.id-Saumlaki/Upaya meningkatkan kualitas pembinaan terus dilakukan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Saumlaki, salah satunya melalui kegiatan literasi yang diikuti oleh warga binaan di perpustakaan lapas, Selasa (22/06).
Perpustakaan lapas menjadi salah satu fasilitas yang secara aktif dimanfaatkan oleh warga binaan. Berbagai koleksi buku tersedia untuk mendukung kebutuhan literasi, mulai dari buku keagamaan, motivasi, pengetahuan umum, hingga buku keterampilan yang dapat menunjang pengembangan diri selama menjalani masa pembinaan.
Melalui kegiatan membaca, warga binaan didorong untuk membangun kebiasaan belajar secara mandiri. Selain meningkatkan pengetahuan, aktivitas ini juga membantu membentuk pola pikir yang lebih positif serta menumbuhkan semangat untuk terus memperbaiki diri dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
Kepala Lapas Kelas III Saumlaki, Agung Wibowo, menyampaikan bahwa kegiatan literasi merupakan bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan. “Membaca membuka akses terhadap pengetahuan dan wawasan yang lebih luas. Kami mendorong warga binaan untuk memanfaatkan fasilitas perpustakaan sebagai sarana belajar dan pengembangan diri, sehingga mereka memiliki bekal yang lebih baik ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Kasubsi Pembinaan Lapas Saumlaki, Andrey Maspaitella, menjelaskan bahwa minat baca warga binaan terus menunjukkan perkembangan yang positif. “Kami berupaya menghadirkan berbagai bahan bacaan yang bermanfaat dan sesuai kebutuhan warga binaan. Melalui kegiatan literasi ini, kami berharap mereka dapat memperoleh pengetahuan baru sekaligus membangun kebiasaan belajar yang berkelanjutan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, memberikan apresiasi atas konsistensi Lapas Saumlaki dalam mengembangkan program pembinaan berbasis literasi. “Literasi merupakan salah satu instrumen penting dalam proses pembinaan. Kami mengapresiasi upaya Lapas Saumlaki yang terus mendorong peningkatan budaya membaca sebagai sarana pengembangan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia warga binaan,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Saumlaki terus berkomitmen menciptakan lingkungan pembinaan yang edukatif dan produktif, serta mendorong tumbuhnya budaya literasi sebagai bekal bagi warga binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.

















