Garudapost.id-Geser/Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser kembali membuktikan keberhasilannya dalam menghasilkan produk sayuran hidroponik melalui program pemberdayaan warga binaan. Kali ini, warga binaan sukses memanen sayuran kangkung hidroponik yang berkualitas, segar, dan higienis dengan estimasi total mencapai 160 ikat pada tahap pertama, Sabtu (27/6).
Hasil panen yang melimpah ini tidak hanya memuaskan dari segi kualitas, tetapi juga sukses menarik perhatian para pegawai dan masyarakat di sekitar Lapas. Antusiasme warga terlihat jelas saat panen bersama berlangsung di lingkungan Lapas Kelas III Geser, di mana hasil panen segar langsung ludes diborong pembeli.
Pelaksana Harian (Plh.) Kasubsi Pembinaan Lapas Geser, M. Yusuf Kilkoda, sangat mengapresiasi pencapaian ini. Menurutnya, keberhasilan panen tersebut merupakan wujud nyata dari program pembinaan yang produktif dan edukatif bagi Warga Binaan.
“Lapas Geser terus bertransformasi menjadi wadah pembinaan yang positif. Kami berhasil membekali warga binaan dengan keterampilan agribisnis agar mereka mampu berkontribusi nyata dalam menyukseskan program ketahanan pangan. Hasilnya, mereka juga memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar. Hal ini dibuktikan dengan antusiasme pegawai dan masyarakat yang memborong hasil panen hari ini,” terang Yusuf.
Salah seorang warga yang hadir, Ibu Wa Umi, bahkan memborong 100 ikat kangkung hasil garapan warga binaan. Ia mengaku sangat puas dengan kualitas sayuran kangkung yang dihasilkan.
“Kangkungnya sangat segar, bersih, dan sangat berkualitas. Ini menjadi alasan saya tidak ragu untuk membeli langsung dalam jumlah banyak,” ungkap Wa Umi.
Senada dengan hal tersebut, apresiasi juga datang dari Nurfaizah, salah satu pegawai Subseksi Pembinaan. Menurutnya, program ini tidak hanya menghasilkan produk berkualitas tinggi, tetapi juga membuktikan bahwa keterampilan yang didapat di dalam lapas benar-benar menjadi bekal produktif dan bermanfaat bagi warga binaan.
“Produk kangkung hidroponik ini sangat higienis dan terawat. Membeli hasil karya warga binaan merupakan bentuk dukungan moril kita agar mereka tetap semangat berkarya, sekaligus mempersiapkan diri menjadi pribadi yang mandiri saat kembali ke masyarakat nanti,” pungkas Nurfaizah.
Lebih lanjut, program pembinaan kemandirian berbasis agrobisnis ini diharapkan dapat terus berjalan secara konsisten. Melalui keterampilan hidroponik yang diberikan, warga binaan kini memiliki bekal keahlian praktis untuk membuka usaha mandiri yang produktif setelah bebas nanti.

















