Kompos Mandiri Suburkan Lahan, Perkuat Ketahanan Pangan

Jumat, 17 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudapost.id-Saparua/Kanwil Ditjenpas Maluku, Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Saparua terus mengoptimalkan pengelolaan lahan pertanian sebagai bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan. Melalui warga binaan tamping kebun, pupuk kompos ditebar dan dicampurkan ke lahan sebagai persiapan sebelum memasuki masa tanam. Kegiatan tersebut dilaksanakan di area pertanian Lapas Saparua, Jumat (17/07/2026).

Pupuk kompos yang dimanfaatkan berasal dari kotoran sapi yang dikumpulkan dari sekitar lingkungan lapas. Bahan organik tersebut kemudian dibiarkan terurai secara alami hingga menjadi kompos yang matang sebelum dimanfaatkan sebagai pupuk. Penggunaan kompos ini menjadi salah satu upaya mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia sekaligus memanfaatkan sumber daya yang tersedia di sekitar lapas.

Sebelum proses penanaman dimulai, warga binaan tamping kebun terlebih dahulu mengangkut kompos menuju setiap petak lahan. Pupuk kemudian ditebar secara merata, digarap, lalu dicampurkan dengan tanah agar unsur hara dapat terserap dengan baik. Setelah proses tersebut selesai, lahan dibiarkan selama beberapa hari hingga kondisi tanah dinilai siap untuk ditanami berbagai jenis tanaman hortikultura.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kalapas Saparua, Pramuaji Buamonabot, mengatakan pemanfaatan pupuk kompos merupakan bagian dari upaya membangun pertanian yang berkelanjutan di lingkungan lapas.
“Kami memanfaatkan apa yang ada di sekitar menjadi sesuatu yang bernilai. Selain menyuburkan lahan,kegiatan seperti ini juga membiasakan warga binaan untuk mengelola sumber daya secara produktif,” ujarnya.

Salah seorang warga binaan yang mengikuti kegiatan, M S., menjelaskan bahwa kompos tidak langsung digunakan untuk menanam. Setelah ditebar dan dicampurkan dengan tanah, lahan terlebih dahulu didiamkan agar kompos menyatu dengan media tanam sehingga hasilnya lebih optimal.
“Kompos kami sebar lebih dulu, lalu dicampur dengan tanah. Setelah didiamkan beberapa hari dan kondisinya sudah siap, baru lahan digunakan untuk menanam,” ungkapnya.

Melalui pemanfaatan pupuk kompos secara mandiri, Lapas Saparua terus memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui sektor pertanian sekaligus mendukung pelaksanaan program ketahanan pangan. Kegiatan ini menjadi wujud pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan untuk menciptakan lahan yang lebih subur, produktif, dan bernilai bagi proses pembinaan.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Tinjau Lapas Wahai, Tim BPS Malteng Puji Program Pembinaan Kemandirian Warga Binaan
Perkuat Pembinaan Kemandirian, Lapas Piru Intensifkan Perawatan Tanaman Menuju Panen Berkualitas
Lapas Piru Sulap Limbah Jadi Bernilai Ekonomi, Warga Binaan Produksi Custom Stepping Stones Berdaya Saing
Rutan Ambon Serahkan 11 Tahanan Asing kepada Biro Korwas dalam Proses Pengalihan Tahanan
Jelang Hari Anak Nasional, Bapas Saumlaki Salurkan Bantuan Sosial kepada Anak Penyandang Hidrosefalus
Hasil Ketahanan Pangan Meningkat, Lapas Saumlaki Panen Sawi Melimpah
Pembinaan Kemandirian Berbasis Keterampilan: Warga Binaan Rutan Membuat Sistem Pembuangan Asap Dapur
Lapas Bandanaira Panen Kangkung Bersama Koramil 1502-01/Banda dan Penyuluh Pertanian
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:20

Tinjau Lapas Wahai, Tim BPS Malteng Puji Program Pembinaan Kemandirian Warga Binaan

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:44

Kompos Mandiri Suburkan Lahan, Perkuat Ketahanan Pangan

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:02

Perkuat Pembinaan Kemandirian, Lapas Piru Intensifkan Perawatan Tanaman Menuju Panen Berkualitas

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:56

Lapas Piru Sulap Limbah Jadi Bernilai Ekonomi, Warga Binaan Produksi Custom Stepping Stones Berdaya Saing

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:52

Rutan Ambon Serahkan 11 Tahanan Asing kepada Biro Korwas dalam Proses Pengalihan Tahanan

Berita Terbaru