Garudapost.id-Saparua/Kanwil Ditjenpas Maluku, Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Saparua terus mengoptimalkan pengelolaan lahan pertanian sebagai bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan. Melalui warga binaan tamping kebun, pupuk kompos ditebar dan dicampurkan ke lahan sebagai persiapan sebelum memasuki masa tanam. Kegiatan tersebut dilaksanakan di area pertanian Lapas Saparua, Jumat (17/07/2026).
Pupuk kompos yang dimanfaatkan berasal dari kotoran sapi yang dikumpulkan dari sekitar lingkungan lapas. Bahan organik tersebut kemudian dibiarkan terurai secara alami hingga menjadi kompos yang matang sebelum dimanfaatkan sebagai pupuk. Penggunaan kompos ini menjadi salah satu upaya mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia sekaligus memanfaatkan sumber daya yang tersedia di sekitar lapas.
Sebelum proses penanaman dimulai, warga binaan tamping kebun terlebih dahulu mengangkut kompos menuju setiap petak lahan. Pupuk kemudian ditebar secara merata, digarap, lalu dicampurkan dengan tanah agar unsur hara dapat terserap dengan baik. Setelah proses tersebut selesai, lahan dibiarkan selama beberapa hari hingga kondisi tanah dinilai siap untuk ditanami berbagai jenis tanaman hortikultura.
Kalapas Saparua, Pramuaji Buamonabot, mengatakan pemanfaatan pupuk kompos merupakan bagian dari upaya membangun pertanian yang berkelanjutan di lingkungan lapas.
“Kami memanfaatkan apa yang ada di sekitar menjadi sesuatu yang bernilai. Selain menyuburkan lahan,kegiatan seperti ini juga membiasakan warga binaan untuk mengelola sumber daya secara produktif,” ujarnya.
Salah seorang warga binaan yang mengikuti kegiatan, M S., menjelaskan bahwa kompos tidak langsung digunakan untuk menanam. Setelah ditebar dan dicampurkan dengan tanah, lahan terlebih dahulu didiamkan agar kompos menyatu dengan media tanam sehingga hasilnya lebih optimal.
“Kompos kami sebar lebih dulu, lalu dicampur dengan tanah. Setelah didiamkan beberapa hari dan kondisinya sudah siap, baru lahan digunakan untuk menanam,” ungkapnya.
Melalui pemanfaatan pupuk kompos secara mandiri, Lapas Saparua terus memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui sektor pertanian sekaligus mendukung pelaksanaan program ketahanan pangan. Kegiatan ini menjadi wujud pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan untuk menciptakan lahan yang lebih subur, produktif, dan bernilai bagi proses pembinaan.

















