Garudapost.id-Saumlaki/Program ketahanan pangan di Lembaga Peamsyarakatan (Lapas) Kelas III Saumlaki terus menunjukkan hasil positif. Melalui pemanfaatan lahan pembinaan, jajaran Lapas bersama warga binaan kembali melaksanakan panen kangkung dengan hasil yang meningkat dibandingkan panen sebelumnya, Kamis (16/07).
Kegiatan panen ini melibatkan warga binaan yang mengikuti program pembinaan kemandirian di bidang pertanian. Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi warga binaan untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.
Kepala Lapas Saumlaki, Agung Wibowo, menyampaikan bahwa peningkatan hasil panen menjadi bukti bahwa pembinaan kemandirian di bidang pertanian berjalan dengan baik dan akan terus dikembangkan.
“Peningkatan hasil panen kangkung ini menunjukkan bahwa program ketahanan pangan di Lapas Saumlaki terus berkembang. Kami akan terus mendorong pembinaan kemandirian bagi warga binaan agar mereka memiliki keterampilan yang bermanfaat dan dapat diterapkan setelah kembali ke masyarakat,” ujar Agung.
Sementara itu, Kepala Sub Seksi Pembinaan, David Philippus, menjelaskan bahwa keberhasilan panen tidak terlepas dari perawatan tanaman yang dilakukan secara rutin oleh petugas dan warga binaan dengan menyesuaikan kondisi cuaca dan kebutuhan tanaman.
“Perawatan tanaman dilakukan secara teratur mulai dari penyiraman, pemupukan hingga pembersihan area tanam. Kami berharap hasil yang diperoleh dapat terus meningkat pada masa panen berikutnya,” jelas David.
Pada panen kali ini, Lapas Saumlaki berhasil menghasilkan kangkung sebanyak 32 kilogram, meningkat dibandingkan panen sebelumnya. Hasil panen tersebut dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pangan di lingkungan Lapas sekaligus menjadi indikator keberhasilan program pembinaan kemandirian warga binaan.
Salah seorang warga binaan mengaku senang dapat mengikuti kegiatan pertanian yang memberikan pengalaman dan keterampilan baru selama menjalani masa pembinaan.
Di tempat terpisah, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, mengapresiasi konsistensi Lapas Saumlaki dalam mendukung program ketahanan pangan melalui pembinaan yang produktif dan bermanfaat bagi warga binaan.
“Program ketahanan pangan di Lapas tidak hanya menghasilkan produk pertanian, tetapi juga membentuk keterampilan dan etos kerja warga binaan sebagai bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat,” tutur Ricky.
Melalui program ketahanan pangan yang dilaksanakan secara berkelanjutan, Lapas Saumlaki berkomitmen untuk terus mengembangkan pembinaan kemandirian yang produktif guna mendukung ketahanan pangan serta membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat setelah kembali ke masyarakat.

















