WAMENA ,Garudapost.id – Kebakaran melanda Kampung Wiligima dan Kampung Kiolik, Distrik Witawaya, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, prestiwa tersebut pada Selasa 4 Agustus 2026.
Sedikitnya tujuh bangunan, terdiri atas honai, dapur, dan kandang babi.
Di Kampung Wiligima, kebakaran menghanguskan rumah milik Hiwako Marian, yakni satu honai laki-laki, tiga honai perempuan, satu dapur, dan satu kandang babi.
Sementara itu, di Kampung Kiolik, honai adat milik Yulius Surabut juga mengalami kebakaran. Satu honai perempuan dilaporkan terbakar dalam peristiwa yang terjadi pada malam hari.
Salah seorang pemuda setempat, Daniel G. Alua, menjelaskan bahwa kebakaran di Kampung Wiligima terjadi sekitar pukul 15.00 WIT. Menurutnya, api diduga berasal dari aktivitas pembakaran rumput di area kebun yang lokasinya berdekatan dengan permukiman warga.
“Api dengan cepat merambat hingga membakar honai laki-laki, kemudian menjalar ke bangunan lainnya karena kondisi cuaca yang sangat kering,” dalam kegiatan pada Jumat (7/8/2026).
Pada saat kejadian, Ester Pabika sedang memasak di dapur. Ketika asap mulai menutupi kawasan permukiman, warga menyadari adanya kobaran api dan berteriak meminta pertolongan. Namun, saat warga berdatangan untuk memadamkan api, kobaran sudah terlalu besar sehingga tidak dapat dikendalikan.
Pada hari yang sama, sekitar pukul 19.00 WIT, kebakaran juga terjadi di Kampung Kiolik. Peristiwa itu diduga bermula ketika seorang anak perempuan menyalakan api di dalam honai perempuan, kemudian keluar menuju dapur.
Api yang ditinggalkan semakin membesar hingga membakar bangunan tersebut. Beruntung, karena lokasi berada di pinggiran Lembah Baliem, warga berhasil memadamkan api sehingga kebakaran tidak meluas.
Berdasarkan keterangan dilokasi kejadian, kobaran api terlihat membakar honai-honai warga dengan cepat, sementara asap tebal menyelimuti kawasan permukiman.
Kondisi musim kemarau yang berkepanjangan disertai tiupan angin kencang menyebabkan api mudah menjalar dari satu bangunan ke bangunan lainnya.
Peristiwa ini tidak dilaporkan menimbulkan korban jiwa. Namun, para korban mengalami kerugian materi akibat bangunan dan harta benda yang hangus terbakar. Diharapkan bantuan segera diberikan agar para korban dapat kembali bangkit dan melanjutkan kehidupan mereka.(*)

















