GARUDAPOST.ID
KARO – Gelombang kemarahan orangtua siswa memuncak di ruang sidang DPRD Kabupaten Karo pada Senin (7/9/2026). Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang semula dijadwalkan sebagai forum aspirasi berubah menjadi konfrontasi verbal menyusul dugaan keracunan massal yang menimpa sekitar 265 pelajar di Kecamatan Berastagi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Orangtua korban yang tergabung dalam Elemen Masyarakat Karo Peduli (EMKAP) hadir dengan sikap tegas: keselamatan anak tidak boleh lagi dipertaruhkan atas nama program pemerintah. Mereka menilai penanganan kasus ini lamban dan terkesan saling lempar tanggung jawab antar-instansi. Suasana sidang sempat memanas ketika tuntutan keluarga tidak mendapatkan jawaban substantif dari pihak terkait.

Dalam forum tersebut, EMKAP melayangkan delapan poin tuntutan keras yang menyoroti dugaan kelalaian serius dalam rantai distribusi dan pengawasan MBG. Inti tuntutan mencakup:
Penanggungjawaban penuh biaya pengobatan dan operasional korban oleh Badan Gizi Nasional (BGN) serta Pemerintah Kabupaten Karo.
Pengusutan tuntas oleh aparat penegak hukum terhadap penyedia makanan dan seluruh pihak dalam rantai distribusi.
Transparansi legalitas Yayasan Manunggal Kartika Jaya dan bentuk kerja samanya dengan SPPG Karo Berastagi Sempajaya.
Pembukaan hasil uji laboratorium forensik sampel makanan kepada publik untuk memastikan zat penyebab keracunan.
Pertanggungjawaban teknis dari kepala SPPG, ahli gizi, hingga bagian akuntansi.
Tuntutan paling krusial adalah penghentian total program MBG di Kabupaten Karo. Bagi para orangtua, program yang belum mampu menjamin standar keamanan pangan dianggap lebih berisiko daripada bermanfaat. “Kalau program ini tidak siap, jangan jadikan anak-anak kami sebagai percobaan,” tegas perwakilan orangtua dalam sidang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi yang menjawab secara komprehensif seluruh tuntutan tersebut. Publik kini menunggu apakah momentum RDP ini akan memicu evaluasi menyeluruh dan penindakan tegas, atau justru kembali mereda tanpa kejelasan nasib para korban dan masa depan program MBG di Karo.
Penulis : S Tarigan
Editor : S Tarigan




























