Pemkab Toba Matangkan Kesiapan Atasi Persoalan Sampah, Lahan TPA Diperluas

Sabtu, 5 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GARUDAPOST.ID

TOBA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba terus mematangkan kesiapan untuk mengatasi persoalan persampahan yang hingga kini masih menjadi tantangan serius. Salah satu langkah konkret yang telah dilakukan adalah memperluas lahan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dari sebelumnya 2,5 hektare menjadi 3,4 hektare.

Kesiapan tersebut dibahas dalam Rapat Konsolidasi Kesiapan Pemkab Toba untuk pelaksanaan program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) yang dipimpin langsung Bupati Toba, Effendi Sintong P. Napitupulu, pada Jumat (4/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati menyampaikan, Kabupaten Toba saat ini menghadapi persoalan timbulan sampah yang mencapai sekitar 100 hingga 120 ton per hari. Namun, kemampuan pelayanan pengangkutan sampah masih terbatas dan baru menjangkau sekitar 45 persen dari total wilayah yang membutuhkan layanan.

Sementara itu, sistem pengelolaan sampah di bagian hilir juga masih menghadapi sejumlah tantangan karena selama ini masih mengandalkan metode open dumping dan belum didukung sistem pengolahan yang optimal.

“Masih ada sekitar 55 persen wilayah yang belum terjangkau layanan pengangkutan akibat keterbatasan sarana, prasarana, dan sumber daya,” ujar Bupati.

Untuk mempercepat penanganan persoalan tersebut, Pemkab Toba terus melakukan berbagai upaya guna mendapatkan dukungan pemerintah pusat. Hasilnya, Kabupaten Toba ditetapkan sebagai salah satu daerah percontohan atau pilot project dalam program LSDP melalui sinergi dengan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah dan Bappenas.

Sebagai bentuk kesiapan daerah, Pemkab Toba telah memperluas lahan operasional TPA serta menyiapkan sejumlah dokumen teknis. Dokumen tersebut meliputi Feasibility Study (FS), Detail Engineering Design (DED), Rencana Induk Pengelolaan Sampah (RIPS), Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) hingga rencana kerja sama dengan calon offtaker.

Kesiapan program ini juga mendapat dukungan dari DPRD Kabupaten Toba, termasuk komitmen terhadap penyediaan anggaran operasional persampahan secara berkelanjutan. Selain itu, Pemkab Toba bersama DPRD tengah mematangkan rencana pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) khusus persampahan.

Sehari sebelumnya, Kamis (3/9/2026), tim penilai LSDP dari pemerintah pusat telah melakukan kunjungan lapangan ke TPA Pintu Bosi di Kecamatan Laguboti. Kunjungan tersebut dilakukan untuk menilai kelayakan lokasi yang diproyeksikan sebagai pusat pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).

Pada hari yang sama, Pemkab Toba juga membuka peluang kerja sama internasional di bidang pengelolaan sampah dengan Korea Environmental Industry & Technology Institute (KEITI) dari Korea Selatan.

Pertemuan yang digelar di Balai Data Lantai IV Kantor Bupati Toba membahas peluang penerapan teknologi pengelolaan sampah yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan. Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendukung pembangunan TPST berbasis sistem 3R (Reduce, Reuse, Recycle), termasuk peluang pengolahan residu sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai bahan bakar alternatif.

Tim KEITI juga melakukan peninjauan lapangan ke sejumlah lokasi, termasuk fasilitas pengelolaan air limbah di sekitar Puskesmas Tandang Buhit serta area TPA, guna melihat kondisi eksisting dan menilai kesesuaian teknologi yang berpotensi diterapkan di Kabupaten Toba.

Bupati menegaskan bahwa penyelesaian persoalan sampah tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur dan penambahan armada pengangkut.

Perubahan perilaku masyarakat dalam mengurangi dan memilah sampah sejak dari sumbernya juga menjadi faktor penting.

“Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Diperlukan sinergi semua pihak dan perubahan perilaku masyarakat, terutama dalam mengurangi serta memilah sampah sejak dari rumah tangga,” tegasnya.

Melalui berbagai persiapan tersebut, Pemkab Toba berharap sistem pengelolaan sampah di Kabupaten Toba dapat berkembang secara lebih terpadu, berkelanjutan, dan mampu menjawab persoalan persampahan dari hulu hingga hilir.

Facebook Comments Box

Penulis : Tomuan.S

Editor : S Tarigan

Sumber Berita: MC TOBA

Berita Terkait

Kapolres Toba Ajak Wartawan dan LSM Bersinergi Perangi Narkoba dan Jaga Kamtibmas
Sertijab Dandim 0204/DS, Letkol Inf Wahidin Sobar Resmi Gantikan Letkol Arh Agung Pujiantoro
Perkuat Kedekatan Dengan Warga, Polsek Salapian Gelar KUBAMAS Dan Ajak Ibu-Ibu Jaga Kamtibmas
Proyek Rp2,54 Miliar Disorot, Awak Media Dialihkan ke BHL Saat Konfirmasi
Polisi Selidiki Kematian Pekerja PETI di Simpang Tolang, Nama Terduga Pemilik Muncul
Pelindo Regional 1 Audiensi dengan Kejati Sumut, Perkuat Sinergi dan Dukung Penegakan Hukum
Wabup Toba Hadiri KI Sumut Award 2026, Dorong Keterbukaan Informasi Publik
Sosialisasi Penyesuaian Tarif Air Tirtanadi, Pemkab Toba Soroti Kualitas Pelayanan
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:27

Kapolres Toba Ajak Wartawan dan LSM Bersinergi Perangi Narkoba dan Jaga Kamtibmas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:55

Sertijab Dandim 0204/DS, Letkol Inf Wahidin Sobar Resmi Gantikan Letkol Arh Agung Pujiantoro

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:39

Perkuat Kedekatan Dengan Warga, Polsek Salapian Gelar KUBAMAS Dan Ajak Ibu-Ibu Jaga Kamtibmas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:52

Proyek Rp2,54 Miliar Disorot, Awak Media Dialihkan ke BHL Saat Konfirmasi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:07

Polisi Selidiki Kematian Pekerja PETI di Simpang Tolang, Nama Terduga Pemilik Muncul

Berita Terbaru