Garudapost.id-Geser/ Komitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser dalam memberdayakan warga binaan mendapat apresiasi tinggi dan dukungan penuh dari jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Seram Timur serta para stakeholder terkait. Sinergi profesional ini dibuktikan melalui peninjauan langsung program pembinaan kemandirian pertanian modern berupa budidaya sayuran kangkung hidroponik modifikasi di area Lapas, Kamis (22/10). Langkah kolaboratif ini menjadi momentum strategis dalam mendukung proses reintegrasi sosial.
Kepala Lapas Geser, Nober Hasanda, menegaskan bahwa keberhasilan program pembinaan tidak dapat berdiri sendiri, melainkan hasil dari kerja sama dan dukungan yang kuat antar-instansi. “Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang mendalam atas dukungan penuh dari seluruh elemen Forkopimcam, pimpinan instansi vertikal, serta daerah di Geser. Pendekatan sinergis ini sangat berarti bagi kami dalam mengoptimalkan pembinaan masyarakat Seram Timur yang saat ini berada di Lapas. Kami berharap sinergi ini terus berlanjut agar dampaknya dapat dirasakan langsung oleh seluruh masyarakat di Kecamatan Seram Timur,” ujar Nober.
Dukungan serupa mengalir dari sektor keamanan dan ketertiban. Kapolsek Geser, Jufrin Djaena, memuji inovasi Lapas Geser yang mampu mengatasi tantangan geografis melalui pendekatan teknologi pertanian. “Kami sangat mengapresiasi terobosan dari Pak Kalapas dan jajaran. Melalui pembinaan pertanian modern hidroponik yang telah dimodifikasi ini, Lapas Geser membuktikan bahwa keterbatasan lingkungan seperti kondisi air yang payau maupun bahan alam seperti bambu dapat menjadi inovasi bernilai ekonomis jika dikelola dengan keahlian yang tepat. Ini adalah langkah maju yang memberikan harapan baru bagi kemandirian pangan warga binaan,” ungkap Jufrin.
Dari sisi pemerintah daerah, Camat Seram Timur, S. Awat Alhamid, menggarisbawahi bahwa program ini merupakan bentuk nyata dari integrasi pelayanan publik yang kreatif dan berdampak multidimensi. “Hari ini kita menyaksikan langsung bagaimana pengelolaan lingkungan yang inovatif mampu mengubah keterbatasan menjadi peluang yang sangat bermanfaat bagi warga binaan. Pemerintah kecamatan siap mengawal dan mendukung keberlanjutan program ini,” tutur Awat Alhamid.
Di tempat yang sama, Kepala Urusan Tata Usaha Lapas Geser, M. Alhamid, menegaskan kesiapan jajaran fasilitator internal dalam mengawal detail teknis dan administratif program ini. “Apa yang ditegaskan oleh Bapak Kalapas adalah komitmen mutlak kami. Dari sisi fasilitasi dan manajemen operasional, kami memastikan bahwa seluruh sarana budidaya hidroponik modifikasi ini dikelola secara akuntabel dan berkelanjutan. Kemitraan dengan Forkopimcam bukan sekadar seremonial, melainkan pijakan bagi kami untuk terus menyediakan kebutuhan logistik pembinaan yang optimal, sehingga warga binaan benar-benar memperoleh keahlian yang bernilai guna tinggi,” tegas M. Alhamid.
Melalui integrasi kerja yang profesional antara Lapas, unsur Forkopimcam serta seluruh pemangku kepentingan di Seram Timur, Lapas Geser kini bertransformasi menjadi wadah pemberdayaan yang produktif. Sinergi ini memperkuat optimisme bahwa pemasyarakatan mampu melahirkan SDM baru yang mandiri, terampil, dan siap membangun daerah ke arah yang lebih baik.


















