Lapas Wahai Perkenalkan Produk Karya Warga Binaan kepada Saniri Alifuru

Senin, 2 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudapost.id-Wahai/Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai terima kunjungan Sekretaris Umum (Sekum) Saniri Alifuru atau Alifuru Council, Huna Matoke, Senin (2/11). Kunjungan tersebut bahas penjajakan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bagi masyarakat adat sekaligus melihat program pembinaan kemandirian Warga Binaan berbasis potensi alam lokal Pulau Seram.

Dalam kunjungan tersebut, Huna Matoke melihat berbagai hasil karya Warga Binaan, di antaranya miniatur kapal pinisi berbahan kayu khas Pulau Seram dan kerajinan pebble art yang memanfaatkan batuan pesisir. Ia juga mengunjungi area hidroponik yang dikelola Warga Binaan.

Kepala Subseksi Pembinaan, La Joi, menjelaskan bahwa program pembinaan di Lapas Wahai dirancang dengan memanfaatkan bahan baku yang tersedia di lingkungan sekitar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami berupaya membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang aplikatif. Miniatur pinisi dan pebble art ini adalah bukti nyata bahwa keterbatasan jeruji besi tidak menghalangi kreativitas untuk mengolah kekayaan alam sekitar menjadi produk bernilai ekonomi,” ujar La Joi.

Sekum Saniri Alifuru, Huna Matoke, menilai hasil karya tersebut dapat jadi contoh pengembangan UMKM di komunitas adat. Menurutnya, pemanfaatan bahan lokal dapat menjadi salah satu pola pengembangan usaha berbasis kearifan lokal.

“Kreativitas yang ditunjukkan di dalam Lapas Wahai merupakan hilirisasi potensi lokal yang luar biasa. Guna membangkitkan ekonomi masyarakat adat, pola pemanfaatan bahan lokal seperti ini akan menjadi rujukan penting bagi kami dalam membangun jejaring UMKM berbasis kearifan lokal,” ungkap Huna.

Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menyambut baik kunjungan dan apresiasi Saniri Alifuru. Ia berharap penjajakan kerja sama tersebut dapat membuka peluang pemasaran produk hasil karya Warga Binaan.

“Kehadiran Saniri Alifuru di Lapas Wahai merupakan angin segar bagi program reintegrasi sosial kami. Kami berharap kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada kunjungan semata, tetapi dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi karya Warga Binaan, sekaligus mempersiapkan mereka agar siap menjadi penggerak UMKM saat kembali ke tengah masyarakat nanti,” ungkap Tersih.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ibadah Minggu, Warga Binaan Lapas Wahai Terima Buku Renungan
Ubah Stigma Lewat Karya, Budidaya Hidroponik Lapas Geser Hasilkan 250 Ikat Sayuran Kangkung Berkualitas, Sukses Diborong Masyarakat
Lapas Piru Awali Pekan Kerja dengan Ibadah Buka Usbu, Perkuat Iman dan Damai Sejahtera
Lewat Edu Trip SAE, Lapas Geser Kenalkan Program Ketahanan Pangan ke Siswa TK Negeri Permata Seram Timur
Dorong Budaya Literasi, Rutan Ambon Optimalkan Perpustakaan bagi Warga Binaan
Pastikan Hak Medis Terpenuhi, Lapas Tual Gelar Pemeriksaan Kesehatan Berkala bagi Warga Binaan
Tampil di Pesona Tanimbar, Lapas Saumlaki Pamerkan Hasil Karya Warga Binaan
Gelar Pembinaan Kerohanian, Lapas Geser Gandeng KUA Seram Timur Sentuh Rohani Warga Binaan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 20:21

Ibadah Minggu, Warga Binaan Lapas Wahai Terima Buku Renungan

Senin, 2 November 2026 - 20:17

Lapas Wahai Perkenalkan Produk Karya Warga Binaan kepada Saniri Alifuru

Senin, 2 November 2026 - 17:22

Ubah Stigma Lewat Karya, Budidaya Hidroponik Lapas Geser Hasilkan 250 Ikat Sayuran Kangkung Berkualitas, Sukses Diborong Masyarakat

Senin, 2 November 2026 - 14:37

Lapas Piru Awali Pekan Kerja dengan Ibadah Buka Usbu, Perkuat Iman dan Damai Sejahtera

Senin, 2 November 2026 - 14:21

Lewat Edu Trip SAE, Lapas Geser Kenalkan Program Ketahanan Pangan ke Siswa TK Negeri Permata Seram Timur

Berita Terbaru