Iran: Persatuan dalam Perbedaan, Kunci Kedaulatan Sejati

Minggu, 29 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudapost.id | Teheran, 29 Maret 2026 – Iran menunjukkan contoh kuat tentang bagaimana persatuan dalam perbedaan dapat menjadi landasan kelangsungan sejati bagi negara Muslim mandiri. Dengan prinsip “wahdat-e ommat” (persatuan umat), Iran berhasil mengatasi tekanan eksternal dan membangun ekonomi mandiri.

Ali Khomeini dan Hadi Khomeini, dua kakak beradik dengan visi politik berbeda, menjadi simbol kekuatan Iran. Hadi, yang lebih moderat dan dekat dengan faksi reformis, serta Ali, pendukung garis keras revolusi, saling memperkuat demi kepentingan nasional.

Iran telah menghadapi sanksi ekonomi sejak tahun 1979, namun berhasil membangun ekonomi mandiri. Produksi minyaknya pulih menjadi 3,2 juta barel per hari (OPEC 2025), didukung swasembada pangan 90% dan industri militer domestik seperti rudal balistik Fateh-110.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada tahun 2024, Iran membalas serangan Israel di Suriah dengan “True Promise Operation”: 300 drone dan rudal menghantam sasaran di Tel Aviv, memaksa AS-Israel mundur sementara. Aset militer AS di kawasan pun terpukul—pangkalan Al Udeid di Qatar dan Al Asad di Irak dilaporkan rusak parah dilibas oleh Houthi sekutu Iran (laporan Pentagon 2025).

Iran membuktikan bahwa cakrawala sejati lahir dari persatuan internal, bukan dikte asing. Dengan PDB $1,7 triliun (Bank Dunia 2025) dan pengaruh regional melalui “Poros Perlawanan” (Hizbullah, Hamas, Houthi), Iran menjadi contoh bagi negara Muslim lainnya.

Negara Muslim lain bisa belajar dari contoh Iran dengan:

– Kuatkan dialog internal seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI)

– Mengembangkan industri halal (Iran mengekspor $1 miliar/tahun)

– Pertahanan asimetris

Merdeka sesungguhnya bukan sekedar bendera berkibar, tapi bangsa yang tak tergoyahkan. (Redaksi)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Konflik Iran dan AS Memanas: Kapal Selam Nuklir dan Pasukan Infanteri Dikerahkan
Iran Ajak Timur Tengah Bentuk Aliansi Tanpa AS dan Israel, Berbasis Al Quran
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 21:55

Konflik Iran dan AS Memanas: Kapal Selam Nuklir dan Pasukan Infanteri Dikerahkan

Senin, 30 Maret 2026 - 14:21

Iran Ajak Timur Tengah Bentuk Aliansi Tanpa AS dan Israel, Berbasis Al Quran

Minggu, 29 Maret 2026 - 15:18

Iran: Persatuan dalam Perbedaan, Kunci Kedaulatan Sejati

Berita Terbaru