Konflik Iran dan AS Memanas: Kapal Selam Nuklir dan Pasukan Infanteri Dikerahkan

Senin, 30 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudapost.id | Teheran/Washington, 30 Maret 2026 – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat semakin meningkat setelah AS dilaporkan mengerahkan aset bawah air paling mematikan dan ribuan pasukan infanteri ke wilayah sekitar Iran. Pentagon mengonfirmasi bahwa unit kapal selam bertenaga nuklir kelas serbu (SSN) dan kapal selam rudal dipandu (SSGN) telah memasuki posisi tempur di Samudra Hindia dan Laut Arab.

Kapal-kapal selam ini, yang dikenal sebagai “benteng sunyi”, membawa ratusan rudal Tomahawk yang mampu menjangkau bunker bawah tanah terdalam di Teheran. Pengerahan ini menyusul insiden awal Maret di mana kapal selam AS dilaporkan berhasil menenggelamkan kapal perang Iran, IRIS Dena, dalam sebuah kontak senjata singkat namun fatal.

Kehadiran kapal selam ini bertujuan untuk melumpuhkan pertahanan pesisir Iran sebelum serangan darat dimulai. Kekuatan darat Amerika tidak lagi sekadar gertakan. Kapal serbu amfibi USS Tripoli (LHA-7) telah merapat di area operasi Komando Sentral (CENTCOM) pada 27 Maret 2026. Kapal ini mengangkut lebih dari 2.500 Marinir dari Unit Ekspedisi Marinir (MEU) ke-31 yang terlatih dalam operasi pendaratan pantai.

Laporan intelijen menyebutkan AS sedang mempertimbangkan pengerahan hingga 17.000 tentara tambahan untuk mengamankan titik-titik strategis seperti Pulau Kharg, pusat distribusi minyak utama Iran, guna memutus jalur ekonomi musuh.

Menanggapi pergerakan masif tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran dan komandan Garda Revolusi (IRGC) mengeluarkan peringatan keras. Iran mengklaim telah menyiagakan 8 lapis pertahanan darat yang terdiri dari jutaan kombatan, ranau darat canggih, dan sistem rudal mobil.

“Jika mereka berani menginjakkan kaki di tanah suci ini, kami bersumpah akan menjadikan mereka semua penghuni neraka sebelum mereka sempat melihat matahari terbenam,” tegas juru bicara militer Iran dalam pidato nasionalnya.

Iran juga mengancam akan segera menutup total Selat Hormuz dan Selat Bab al-Mandab, yang diprediksi akan menghancurkan ekonomi global dalam hitungan hari. Penutupan Selat Bab al-Mandab dapat memblokir 12% perdagangan minyak global dan memaksa kapal berputar mengelilingi Afrika, menambah waktu pengiriman hingga 10-14 hari. (Redaksi)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Iran Ajak Timur Tengah Bentuk Aliansi Tanpa AS dan Israel, Berbasis Al Quran
Iran: Persatuan dalam Perbedaan, Kunci Kedaulatan Sejati
Gelombang Protes “No Kings” Menghantam Amerika Serikat, Menargetkan Presiden Donald Trump

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 21:55

Konflik Iran dan AS Memanas: Kapal Selam Nuklir dan Pasukan Infanteri Dikerahkan

Senin, 30 Maret 2026 - 14:21

Iran Ajak Timur Tengah Bentuk Aliansi Tanpa AS dan Israel, Berbasis Al Quran

Minggu, 29 Maret 2026 - 15:18

Iran: Persatuan dalam Perbedaan, Kunci Kedaulatan Sejati

Minggu, 29 Maret 2026 - 12:14

Gelombang Protes “No Kings” Menghantam Amerika Serikat, Menargetkan Presiden Donald Trump

Berita Terbaru

Sumatra Utara

Rabu, 15 Apr 2026 - 22:49

Sumatra Utara

Wabup Toba Ajak Seluruh Kader DPC PKB Toba Berpolitik Santun

Rabu, 15 Apr 2026 - 22:38