Garudapost.id-Geser/Jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Geser bersama para peserta magang menggelar kegiatan bakti sosial pembersihan lingkungan sekaligus persiapan lapangan untuk menyambut perlombaan turnamen futsal putri menyongsong Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Ke-2 tahun 2026, Selasa (3/11). Aksi gotong royong ini berfokus pada pembersihan area sekitar lapangan dari sampah plastik serta pemetaan garis lapangan agar siap digunakan.
Kegiatan gotong royong yang melibatkan jajaran pegawai Lapas dan peserta magang ini berfokus pada pembebasan area publik dari sampah plastik serta pemetaan teknis garis lapangan. Momentum yang memadukan edukasi ekologi dan semangat kebersamaan ini ditinjau langsung oleh Raja Negeri Geser, Suilaini Kelian, dengan didampingi Kepala Lapas Geser, Nober Hasanda.
Kalapas Geser, Nober Hasanda, menegaskan bahwa gerakan ini merupakan bentuk kontribusi sosial instansi dalam membangun kesadaran lingkungan di wilayah kerja mereka.
“Agenda ini tidak sekadar menyiapkan infrastruktur olahraga, tetapi juga menjadi instrumen untuk membangun kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Kami ingin memastikan kehadiran Lapas memberikan dampak ekologis yang positif sekaligus mempererat hubungan harmonis dengan masyarakat,” ujar Nober.
Apresiasi tinggi disampaikan Raja Negeri Geser, Suilaini Kelian, menilai langkah proaktif Lapas Geser yang mengedepankan aspek kebersihan lingkungan merupakan sebuah terobosan penting untuk kemajuan daerah.
“Kami sangat mendukung inisiatif ini. Langkah Lapas Geser membuktikan bahwa pembangunan daerah harus dimulai dari lingkungan yang bersih dan tertib. Aksi ini menjadi pembeda sekaligus contoh nyata dalam membina kebersamaan generasi muda,” ungkap Suilaini Kelian.
Dari sisi teknis, Kepala Urusan Tata Usaha Lapas Geser, M. Alhamid, menambahkan bahwa pengelolaan kebersihan area pertandingan menjadi cerminan dari profesionalisme penyelenggaraan acara. Seluruh aspek tata ruang lapangan dipersiapkan matang agar memberikan kenyamanan optimal bagi masyarakat.
“Kebersihan lokasi adalah cerminan optimisme kami untuk membawa perubahan nyata di wilayah Geser. Melalui kerja keras panitia, jajaran Lapas, dan peserta magang, kami optimis turnamen futsal putri ini tidak hanya berjalan meriah, tetapi juga berkelanjutan dan minim dampak sampah,” tutur Alhamid.
Dampak positif dari kegiatan ini juga dirasakan langsung oleh Megawati Kelderak, salah satu peserta magang yang terlibat dalam aksi bersih sampah dan penataan lapangan. Ia mengaku bangga bisa berkontribusi langsung pada kelestarian lingkungan setempat.
“Pengalaman di Lapas Geser ini sangat berharga. Saya tidak hanya belajar tata kelola instansi, tetapi juga memahami arti penting kerja sama tim, kepedulian terhadap bumi, dan bagaimana membangun kedekatan emosional dengan masyarakat Negeri Geser,” pungkas Megawati.
Melalui integrasi bakti lingkungan dan agenda kemasyarakatan ini, Lapas Geser berhasil membuktikan bahwa fungsi pemasyarakatan mampu berjalan selaras dengan pelestarian lingkungan. Langkah ini sekaligus merajut sinergi yang kokoh antara aparatur negara, tokoh adat, generasi muda, dan masyarakat luas di Negeri Geser.



















