Dari Ide Sederhana hingga Jadi Solusi Sampah, Terobosan Bupati Morowali Tuai Perhatian*

Minggu, 7 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SULTENG, GarudaPost.id – Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, mengungkapkan bahwa mesin pengolah sampah yang saat ini diuji coba di kawasan pengolahan sampah Labota, Kecamatan Bahodopi, merupakan hasil terobosan yang dirancang khusus sesuai kebutuhan daerah.

 

Menurut Iksan, salah satu keunggulan mesin tersebut adalah kemampuannya mengurangi kebutuhan tenaga kerja dalam proses pengolahan sampah. Jika sebelumnya pengelolaan sampah membutuhkan sekitar 20 orang pekerja, kini cukup dijalankan oleh maksimal lima orang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Jadi salah satu keunggulan mesin pengolah sampah ini adalah tidak terlalu banyak memakai tenaga manusia. Mungkin sebelumnya yang mengurus sampah ini sekitar 20 orang, sekarang paling banyak, hanya lima orang,” ujar Iksan, Sabtu (6/6/2026).

 

Ia menjelaskan, pembagian tugas operator juga cukup sederhana. Satu orang bertugas mengawasi conveyor agar sampah tidak menumpuk, satu orang mengoperasikan mesin, satu orang mengontrol pergerakan conveyor, dan satu orang lainnya mengatur hasil produksi yang dihasilkan dari proses pengolahan.

 

Menurut Iksan, efisiensi tenaga kerja tersebut menjadi salah satu alasan utama pengembangan teknologi pengolahan sampah di Morowali. Selain mempercepat proses kerja, sistem tersebut juga dinilai mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah.

 

Menariknya, mesin pengolah sampah tersebut tidak dibuat berdasarkan rancangan teknis atau blueprint yang lazim digunakan dalam pembangunan mesin. Iksan mengaku seluruh konsep awal lahir dari gagasan yang dikembangkannya sendiri.

 

“Mesin ini tidak ada blueprint-nya. Waktu itu kami membuat rancangannya hanya dengan menggambar di tanah. Jadi blueprint-nya ada di otak saya,” pungkasnya tertawa.

 

Ia berharap inovasi tersebut dapat menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah di Morowali. Selain itu, teknologi yang dikembangkan secara mandiri tersebut diharapkan dapat terus disempurnakan agar mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan lingkungan.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

JATAM Sulteng Gugat Gubernur Anwar Hafid ke PTUN Palu Soal Dugaan Pembiaran Pengelolaan Limbah Tailing di Morowali
EKONESIA Gelar Diskusi Kemanusiaan Untuk Aksi Psikososial Daerah Terdampak Bencana di Sigi
Wabup Poso Hadiri Pembukaan Utsawa Dharmagita XVI, Beri Semangat Kontingen Kabupaten Untuk Raih Prestasi
Polres Morowali Melalui Polsek Bahodopi Salurkan 100 Paket Sembako kepada Warga Kurang Mampu
Kejati Sulteng menggeledah UPP Kelas III Kolonodale, Morowali Utara, terkait dugaan korupsi tambang nikel PT Cocoman
Polres Morowali Utara Gelar Olahraga bersama jelang Hari Bhayangkara ke-80
Visi dan Misi PT. Mitra Rasya Darma (MRD), Dengan slogan *_“Menjadi Berkat Bagi Banyak Orang”:_*
Pocil Morowali Utara Juara I di Ajang Penilaian Pocil oleh Korlantas Polri di Palu
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 07:09

JATAM Sulteng Gugat Gubernur Anwar Hafid ke PTUN Palu Soal Dugaan Pembiaran Pengelolaan Limbah Tailing di Morowali

Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:48

EKONESIA Gelar Diskusi Kemanusiaan Untuk Aksi Psikososial Daerah Terdampak Bencana di Sigi

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:24

Wabup Poso Hadiri Pembukaan Utsawa Dharmagita XVI, Beri Semangat Kontingen Kabupaten Untuk Raih Prestasi

Senin, 29 Juni 2026 - 14:07

Polres Morowali Melalui Polsek Bahodopi Salurkan 100 Paket Sembako kepada Warga Kurang Mampu

Minggu, 28 Juni 2026 - 19:43

Kejati Sulteng menggeledah UPP Kelas III Kolonodale, Morowali Utara, terkait dugaan korupsi tambang nikel PT Cocoman

Berita Terbaru