Tegal, jateng || garudapost, id
Masyarakat Desa Pendawa, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, kembali menggelar acara tahunan Peringatan Sedekah Bumi dan Haul Massal. Mengusung tema “Merawat Jagat Dengan Tradisi dan Toleransi”, kegiatan ini menjadi simbol kuat dalam melestarikan adat Jawa di tengah arus modernisasi .
Menggugah Sejarah dengan Slogan “JAS MERAH”
Acara yang berlangsung khidmat ini sengaja menggugah kesadaran sejarah masyarakat. Slogan “Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah” (JAS MERAH) menjadi pesan utama, mengingatkan bahwa nilai-nilai luhur leluhur tidak boleh tergerus zaman. Kegiatan ini adalah bentuk nyata penolakan terhadap “adzab sejarah” atau kepunahan budaya .
Pusat di Situs Candi Watu Pendawa
Ritual dipusatkan di Situs Candi Watu Pendawa, sebuah kawasan bersejarah yang diperkirakan merupakan peninggalan zaman Megalitikum dengan ciri fisik menyerupai Lingga Yoni . Lokasi ini juga menjadi sekretariat Perkumpulan Watu Lumpang Pendawa yang telah terdaftar resmi di Kemenkumham RI (No. AHU-0001189.AH.01.07 Tahun 2022), menjadikan pengelolaan situs lebih terstruktur dan legal .
Peran Sesepuh dan Makna Ritual
Acara tidak lepas dari peran para sesepuh, termasuk Keluarga Besar Mbah Sarya bin Danyar, yang memimpin doa dan ritual . Makna dari kegiatan ini mencakup:
. Sedekah Bumi: Wujud syukur atas hasil bumi dan doa keselamatan desa .
Haul Massal: Penghormatan dan doa untuk para leluhur.
. Nguri-uri Budaya: Ajakan bagi generasi muda untuk menjaga adat dan tradisi.
Dengan mengangkat tema toleransi, Desa Pendawa membuktikan bahwa menjaga budaya dan kerukunan dapat berjalan beriringan, menjadikan tradisi ini sebagai warisan berharga bagi masa depan.
Penulis : M. Ali
Editor : Red jateng

















