Gandeng Peserta Magang, Lapas Geser Latih Warga Binaan Olah Limbah Kayu Jadi Karya Estetik

Rabu, 7 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudapost.id-Geser/ Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser menggelar program pembinaan kemandirian berbasis upcycling, yaitu menyulap limbah kayu bekas menjadi produk dudukan pot bunga estetik yang bernilai jual, rabu (7/10). Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan jeruji besi bukanlah penghalang untuk melahirkan karya-karya inovatif yang bernilai guna, sekaligus mengoptimalisasi fungsi pemasyarakatan yang adaptif dan berwawasan lingkungan.

Program pelatihan pertukangan ini menjadi ruang laboratorium kreativitas dan kolaborasi multidimensi. Material sisa yang semula tidak berharga ditransformasikan menjadi produk kerajinan tangan fungsional yang berdaya saing. Langkah ini menjadi sarana strategis dalam mempersiapkan Warga Binaan menuju kemandirian ekonomi kreatif. Keberhasilan program ini juga membuktikan adanya sinergi dan kolaborasi inklusif antara Staf Pembinaan Lapas Geser dan para peserta magang dalam membangun ekosistem pembelajaran yang interaktif serta kreatif.

Staf Pembinaan Lapas Geser, Randi S. Wamnebo, yang turut memberikan pendampingan mengungkapkan bahwa pendekatan berbasis praktik nyata dan kolaboratif ini dirancang untuk memantik rasa percaya diri serta etos kerja warga binaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami ingin memastikan bahwa masa pembinaan di Lapas menjadi fase yang solutif. Mengolah limbah kayu ini bukan hanya mengasah keterampilan pertukangan dasar, tetapi juga memicu kreativitas mereka untuk jeli melihat potensi ekonomi di lingkungan sekitar. Warga binaan tidak hanya diajarkan keterampilan teknis mulai dari konseptualisasi desain modern, presisi pengukuran, hingga teknik pemotongan tetapi juga distimulasi untuk berpikir kreatif dalam melihat peluang usaha. Selain itu, kehadiran rekan-rekan magang membawa metode baru yang membuat proses belajar menjadi lebih hidup dan inovatif. Dengan hasil ini, kami siap mempromosikan produk ini ke masyarakat luas sebagai bukti nyata keberhasilan pembinaan di Lapas Geser,” ujar Randi.

Suntikan energi positif dari kolaborasi ini juga diakui oleh Abdul Muthalib Kelian, salah satu peserta magang. Ia menjelaskan bahwa ruang kolaborasi ini menjadi wadah pertukaran ilmu yang saling memberdayakan.

“Kami memadukan pendekatan sosial dan kreativitas desain dengan semangat belajar warga binaan. Menyaksikan antusiasme mereka yang tinggi saat merakit potongan kayu menjadi karya yang rapi adalah pengalaman yang luar biasa. Ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi mampu melahirkan produktivitas tanpa batas,” ungkap Abdul Muthalib.
Dampak positif dari ruang kreatif ini dirasakan langsung oleh UR, salah seorang warga binaan yang mengikuti pelatihan. Ia mengaku optimis untuk mengaplikasikan keterampilan baru yang didapatkannya setelah bebas nanti.

“Saya sangat bersyukur atas bimbingan yang ramah dan kreatif dari dan peserta magang. Dari yang awalnya kami hanya melihat sebagai limbah dan bahan kayu bakar, sekarang kami bisa membuat dudukan pot yang cantik. Ini menjadi modal dan bekal berharga bagi saya untuk merintis usaha mandiri dan produktif setelah bebas nanti,” tutur UR.

Merespons keberhasilan program ini, Kepala Geser, Nober Hasanda, memberikan apresiasi atas inisiatif kolaboratif yang terjalin erat. Menurutnya, inovasi yang memadukan kreativitas dan kemitraan seperti inilah yang menjadi motor penggerak utama keberhasilan reintegrasi sosial.

“Program pembinaan kemandirian adalah pilar utama kami untuk membentuk manusia mandiri yang siap berkontribusi positif bagi masyarakat. Inovasi pemanfaatan limbah kayu ini sangat luar biasa karena berhasil menggabungkan tiga aspek penting yakni edukasi keterampilan, pemberdayaan ekonomi kreatif, dan pelestarian lingkungan. Semoga sinergi dan iklim kreatif ini terus berlanjut,” tegas Nober Hasanda.

Melalui perpaduan kolaborasi yang solid, kreativitas tanpa batas, dan semangat pemberdayaan, Lapas Geser berhasil membuktikan perannya bukan hanya sebagai tempat membina, melainkan juga sebagai pusat pelatihan kemandirian yang produktif dan berdampak luas.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Semarak HUT ke-27 Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Bapas Saumlaki Hadir dalam Upacara Peringatan
Bina Mental dan Optimisme, Kemenag KKT Hadirkan Pelayanan Rohani bagi Warga Binaan Lapas Saumlaki
Sinergi Antarlini, Lapas Geser Gandeng Bapas Ambon Sukseskan Fasilitasi Litmas Awal Warga Binaan
Wujudkan Layanan Kesehatan Berkelanjutan, Rutan Ambon Gelar Posyandu Lansia
Kanwil Ditjenpas Maluku Bina Kepribadian Klien Bapas Ambon Menuju Reintegrasi Sosial
Jaga Kondisi Kesehatan, Lapas Saparua Periksa Warga Binaan dan Pegawai
Kalapas Saumlaki Hadiri Upacara HUT Ke-27 Kabupaten Kepulauan Tanimbar
Wujudkan Hidup Bersih dan Sehat, Lapas Saumlaki Bagikan Perlengkapan Mandi bagi Warga Binaan
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:44

Semarak HUT ke-27 Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Bapas Saumlaki Hadir dalam Upacara Peringatan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:03

Bina Mental dan Optimisme, Kemenag KKT Hadirkan Pelayanan Rohani bagi Warga Binaan Lapas Saumlaki

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:30

Sinergi Antarlini, Lapas Geser Gandeng Bapas Ambon Sukseskan Fasilitasi Litmas Awal Warga Binaan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:26

Gandeng Peserta Magang, Lapas Geser Latih Warga Binaan Olah Limbah Kayu Jadi Karya Estetik

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:23

Wujudkan Layanan Kesehatan Berkelanjutan, Rutan Ambon Gelar Posyandu Lansia

Berita Terbaru

Kabupaten Bone Bolango

Bappeda Litbang Bone Bolango Dorong Penguatan RBI-DRPPA hingga Tingkat Desa

Kamis, 8 Okt 2026 - 21:11