LIMBOTO, GARUDAPOST.ID – Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus menegaskan komitmennya dalam memperkuat jati diri daerah melalui pelestarian warisan budaya.
Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi penelusuran naskah kuno dan manuskrip budaya yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, Selasa (7/4), di Ruang Dulohupa, Kantor Bupati Gorontalo.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, didampingi Wakil Bupati Tonny S. Junus, serta dihadiri Bunda Literasi Kabupaten Gorontalo Ny. Maryam Sofyan Puhi, pimpinan OPD, para asisten, camat, lurah, dan berbagai elemen masyarakat.
Langkah ini menjadi bagian dari arah pembangunan daerah yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada penguatan identitas budaya sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
Dalam sambutannya, Bupati Sofyan Puhi menegaskan bahwa Gorontalo memiliki karakteristik budaya yang unik dan berbeda dibandingkan daerah lain.
“Jika di daerah lain seperti Jawa telah banyak ditemukan dokumentasi tulisan dan aksara yang berkembang, di Gorontalo justru masih sangat terbatas. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kita untuk menggali, menjaga, dan mengangkat kembali warisan budaya yang ada,” ujar Sofyan.
Ia menekankan bahwa keterbatasan dokumentasi bukan menjadi kelemahan, melainkan titik awal untuk membangun gerakan pelestarian budaya yang lebih sistematis dan berkelanjutan.
“Karena itu, naskah kuno, termasuk yang menggunakan tulisan Arab Pegon, harus kita jaga dan lestarikan. Di situlah tersimpan nilai-nilai, pengetahuan, dan identitas yang menjadi akar peradaban Gorontalo,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa pelestarian manuskrip budaya memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah, khususnya dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara karakter dan berdaya saing.
“Pelestarian budaya adalah bagian dari investasi jangka panjang. Ini bukan sekadar menjaga masa lalu, tetapi membangun masa depan Gorontalo yang berakar pada kearifan lokal,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Gorontalo, lanjutnya, terus mendorong penguatan literasi berbasis budaya sebagai bagian dari strategi besar pembangunan SDM, sekaligus memperkuat posisi Gorontalo sebagai daerah yang kaya nilai dan identitas.
Sementara itu, Bunda Literasi Kabupaten Gorontalo, Ny. Maryam Sofyan Puhi, menyampaikan bahwa naskah kuno memiliki nilai strategis sebagai sumber pengetahuan lintas generasi.
“Naskah kuno bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi merupakan sumber ilmu dan identitas yang harus kita rawat bersama. Ini adalah jembatan pengetahuan antar generasi,” ujarnya.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gorontalo, Doni Lahati, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi sekaligus menyelamatkan naskah-naskah kuno yang masih tersebar di masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa warisan intelektual daerah tidak hilang. Melalui kegiatan ini, kami mendorong masyarakat yang masih menyimpan naskah kuno agar dapat berpartisipasi dalam upaya pelestarian, baik melalui pendataan maupun digitalisasi,” ujar Doni.Ia juga menambahkan bahwa penelusuran ini penting untuk memperkuat identitas budaya Gorontalo sekaligus menjadi sumber pembelajaran bagi generasi muda di masa depan.
“Ini bukan hanya soal menjaga dokumen lama, tetapi bagaimana kita mengangkat kembali nilai-nilai yang terkandung di dalamnya agar tetap relevan dan bermanfaat bagi pembangunan daerah,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Gorontalo semakin menegaskan arah pembangunan yang berimbang antara kemajuan dan pelestarian, menjadikan budaya sebagai kekuatan utama dalam membangun masa depan daerah.





