LIMBOTO, garudapost.id – Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus memantau pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SMP sebagai bagian dari asesmen skala nasional. Salah satu titik pemantauan berlangsung di SMP Negeri 2 Limboto, Senin (6/4/2026), yang dipimpin langsung oleh Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi.
Di sekolah tersebut, sebanyak 145 siswa mengikuti TKA yang difokuskan pada dua kompetensi utama, yakni literasi dan numerasi. Pelaksanaan ujian dilakukan secara bertahap dalam dua gelombang karena keterbatasan sarana komputer.
Kepala SMP Negeri 2 Limboto, Ruaida Koem, M.Pd, menjelaskan bahwa pihak sekolah telah melakukan berbagai persiapan jauh hari sebelum pelaksanaan ujian.
“Persiapan sudah kami lakukan beberapa bulan sebelumnya, mulai dari pelaksanaan bimbingan belajar di sekolah. Siswa dibagi dalam beberapa kelompok, dengan materi yang difokuskan pada literasi dan numerasi oleh guru Bahasa Indonesia dan Matematika,” ujar Ruaida.
Ia menambahkan, selain bimbingan belajar, sekolah juga menggelar dua kali try out, simulasi, hingga gladi bersih untuk mengukur kesiapan awal siswa. Tidak hanya aspek akademik, pembekalan mental juga diberikan agar siswa dapat mengikuti ujian dengan tenang dan percaya diri.
“Kami juga menekankan kepada siswa untuk mengerjakan soal secara jujur dan percaya diri. Harapan kami, pelaksanaan TKA di Kabupaten Gorontalo benar-benar mencerminkan kualitas dan integritas,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ruaida menjelaskan bahwa dari total 145 peserta, pelaksanaan dibagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama diikuti 75 siswa yang terbagi dalam tiga sesi, masing-masing 25 peserta. Sementara gelombang kedua juga dibagi dalam tiga sesi, dengan pelaksanaan ujian berlangsung selama empat hari, mulai Senin hingga Kamis.
Sementara itu, Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, menegaskan bahwa TKA memiliki peran penting dalam mengukur capaian mutu pendidikan di daerah.
“Tes Kemampuan Akademik ini bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi instrumen penting untuk memastikan proses pembelajaran berjalan efektif dan terukur. Hasilnya akan menjadi dasar evaluasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Gorontalo,” tegas Sofyan.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas dalam pelaksanaan asesmen, baik oleh peserta maupun penyelenggara, agar data yang dihasilkan benar-benar objektif dan dapat dijadikan pijakan dalam perumusan kebijakan pendidikan ke depan.
Dengan pelaksanaan TKA yang terstruktur dan persiapan matang dari pihak sekolah, diharapkan hasil asesmen ini mampu memberikan gambaran nyata tentang capaian pendidikan, sekaligus mendorong peningkatan kualitas pembelajaran di Kabupaten Gorontalo





