MANOKWARI, Garudapost.id— Tarian adat umat Katolik asal Jayawijaya dan Kei mewarnai prosesi penjemputan Salib Indonesian Youth Day (IYD) di Paroki Santo Thomas Aquinas Amban, Manokwari, Papua Barat, Rabu (3/9/2026).
Prosesi penjemputan diawali dari kawasan depan Puskesmas Amban Lama. Salib IYD sebelumnya tiba dari Paroki Imanuel Sanggeng dan diserahkan kepada panitia IYD Paroki Santo Thomas Aquinas Amban di lokasi tersebut.
Setelah prosesi penyerahan, Salib IYD kemudian diarak menuju Gereja Santo Thomas Aquinas Amban. Sepanjang perjalanan, umat Katolik asal Jayawijaya mengiringi Salib dengan tarian adat khas Wamena hingga tiba di depan gerbang gereja.
Prosesi berlangsung meriah dan penuh sukacita dengan melibatkan umat dari berbagai latar belakang budaya. Setibanya di depan gerbang gereja, rangkaian penyambutan dilanjutkan dengan tarian adat dari umat Kei yang mengiringi Salib hingga memasuki area gereja.
Setelah tiba di dalam area gereja, Salib IYD diserahkan kepada Pastor Paroki, Ketua Dewan Paroki, dan Ketua Orang Muda Katolik (OMK) untuk selanjutnya menjadi bagian dari rangkaian kegiatan IYD di Paroki Santo Thomas Aquinas Amban.
Berdasarkan pantauan di lokasi, para penari dari umat Jayawijaya dan Kei tampil menggunakan pakaian adat lengkap sebagai identitas budaya masing-masing.
Para penari pria asal Jayawijaya mengenakan atribut adat berupa koteka dan mahkota serta membawa tombak. Sementara itu, para perempuan mengenakan noken, mahkota, dan rok rajutan khas Papua.
Adapun umat asal Kei tampil dengan pakaian adat khas daerahnya. Para penari pria mengenakan kain merah yang diikatkan di kepala serta kain adat sebagai bagian dari busana. Sejumlah penari juga membawa perlengkapan adat seperti parang, tombak, dan anak panah sebagai atribut budaya dalam pertunjukan.
Ketua Persekutuan Katolik Jayawijaya (PKJ) di Manokwari, Lois Elopere, mengatakan keterlibatan umat Jayawijaya dalam prosesi tersebut merupakan bentuk sukacita dalam menyambut kedatangan Salib IYD di Paroki Santo Thomas Aquinas Amban.
“ Tarian yang kami bawakan ini sebagai wujud kegembiraan kami dalam menerima Salib IYD di Paroki Santo Thomas Aquinas Amban,” kata Lois.
Menurutnya, kedatangan Salib IYD menjadi momentum bagi seluruh umat untuk bersama-sama mempersiapkan diri dan mengambil bagian dalam rangkaian kegiatan Indonesian Youth Day.
Ia menegaskan, sukacita menyambut Salib IYD tidak hanya diperuntukkan bagi kalangan Orang Muda Katolik, tetapi menjadi kesempatan bagi seluruh umat untuk memperkuat kehidupan iman.
“Melalui kegiatan IYD ini, kami berharap bukan hanya OMK, tetapi seluruh umat dapat bersama-sama mengenang dan mendalami iman kepada Tuhan,” ujarnya.
Prosesi penjemputan Salib IYD tersebut menjadi gambaran kebersamaan umat Katolik di Manokwari yang berasal dari berbagai daerah dan latar belakang budaya.
Perpaduan tarian adat Jayawijaya dan Kei menunjukkan bahwa keberagaman budaya dapat berjalan berdampingan dalam semangat persaudaraan, persatuan dan iman.
Kehadiran Salib IYD di Paroki Santo Thomas Aquinas Amban diharapkan semakin membangkitkan semangat umat, khususnya Orang Muda Katolik, untuk aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Indonesian Youth Day sekaligus menjadikan momentum tersebut sebagai ruang untuk memperkuat iman, persaudaraan dan pelayanan di tengah masyarakat.(*)
Penulis : Julianus surabut
Editor : Admin
Sumber Berita: https//:Garudapost.id




























