Garudapost.id-Saumlaki/ Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Saumlaki kembali memanen sayur sawi sebagai bagian dari program ketahanan pangan untuk memenuhi kebutuhan dapur Lapas, Kamis (5/11). Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui pemanfaatan lahan pertanian produktif.
Panen yang melibatkan warga binaan tersebut menghasilkan 18 kilogram sawi segar yang langsung dimanfaatkan sebagai bahan pangan di dapur Lapas. Hasil ini turut menunjang penyediaan makanan sehat dan bergizi bagi warga binaan.
Kepala Lapas Saumlaki, Agung Wibowo, menyampaikan bahwa hasil panen tersebut menunjukkan manfaat nyata dari program ketahanan pangan yang terus dikembangkan.
“Melalui hasil pertanian sendiri, kami dapat membantu memenuhi kebutuhan dapur sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan, David Philippus, menjelaskan bahwa warga binaan terlibat aktif mulai dari penanaman, perawatan, hingga panen.
“Kegiatan ini tidak hanya menghasilkan bahan pangan, tetapi juga melatih kedisiplinan, tanggung jawab, dan keterampilan bercocok tanam bagi warga binaan,” jelasnya.
Salah seorang warga binaan berinisial HS yang turut mengikuti kegiatan panen mengaku senang dapat berkontribusi melalui program pertanian tersebut.
“Kami senang bisa ikut menanam hingga memanen sawi yang hasilnya digunakan untuk kebutuhan dapur. Selain mengisi waktu dengan kegiatan positif, kami juga mendapat pengalaman dan keterampilan baru,” ungkapnya
Melalui panen ini, Lapas Saumlaki terus mendorong pemanfaatan lahan produktif guna mendukung ketahanan pangan sekaligus memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan.



















