Garudapost.id |MANOKWARI, PAPUA BARAT — Ikatan Mahasiswa Yalimo (IMYAL) Kota Studi Manokwari Provinsi Papua Barat mendesak Pemerintah Kabupaten Yalimo melalui Dinas Pendidikan agar segera menyalurkan bantuan studi bagi mahasiswa Yalimo yang hingga kini belum menerima bantuan.
Pernyataan sikap tersebut disampaikan pada Senin, 22 Juni 2026 pukul 09.24 WIT, bertempat di Asrama Mahasiswa Yalimo, Amban Manggoapi Dalam, Kota Studi Manokwari, Provinsi Papua Barat.
Ketua IMYAL Kota Studi Manokwari, Sadrak Fariyon, menyampaikan bahwa mahasiswa Yalimo yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri maupun swasta merupakan aset daerah yang harus mendapatkan perhatian pemerintah.
Berdasarkan data yang dihimpun IMYAL, sekitar 95 persen mahasiswa Yalimo telah menerima bantuan studi, sementara 5 persen lainnya masih belum mendapatkan bantuan. Terdapat tiga mahasiswa yang menjadi perhatian, yakni Roni D. Wamu, Leni Wandik, dan Emilda Faluk.
IMYAL menilai kendala administrasi seperti data mahasiswa yang belum terbaca aktif pada sistem pendidikan tinggi serta persoalan pembayaran SPP tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan hak mahasiswa dalam memperoleh bantuan pendidikan.
Sadrak Fariyon menegaskan bahwa bantuan studi merupakan bagian dari dukungan pemerintah terhadap peningkatan sumber daya manusia Papua, khususnya mahasiswa asli Yalimo yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah.
“Pemerintah Kabupaten Yalimo harus segera memperhatikan mahasiswa yang belum menerima bantuan studi, karena pendidikan merupakan investasi masa depan bagi daerah,” ujar Sadrak Fariyon.
IMYAL berharap pemerintah daerah segera melakukan verifikasi dan merealisasikan bantuan studi bagi mahasiswa tersebut. Jika tidak ada tindak lanjut, IMYAL bersama HMKY menyatakan akan mengambil langkah sesuai aturan yang berlaku.
Manokwari, Senin 22 Juni 2026
Penulis: Domianus Lokobal

















