Kementerian Kebudayaan Jajaki Kolaborasi dengan Danantara dan Jasa Raharja Hadirkan Museum Film di Kota Tua Jakarta

Jumat, 3 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudapost.id-Jakarta// Penguatan ekosistem budaya nasional melalui pemanfaatan aset bersejarah terus didorong oleh pemerintah. Berkaitan dengan hal tersebut, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menginisiasi rencana kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan, Danantara, dan PT Jasa Raharja untuk menghadirkan museum di kawasan Kota Tua Jakarta.

Rencana tersebut dibahas dalam kunjungan Menteri Kebudayaan ke Gedung milik Jasa Raharja yang berlokasi di kawasan Kali Besar, Jakarta, pada Rabu (2/4). Kunjungan kerja tersebut disambut langsung oleh Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, yang menerima rombongan dan mendampingi peninjauan area gedung.

Kunjungan ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Giring Ganesha Djumaryo, Senior Director Chief Marketing Officer Danantara Asset Management Dendi T. Danianto, SVP Business Performance & Assets Optimization Cluster Insurance & Pension Danantara Asset Management Hendrika Nora Osloi, serta Direktur SDM dan Umum Jasa Raharja, Rubi Handojo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam peninjauan tersebut, Fadli Zon menilai bahwa gedung milik Jasa Raharja memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai museum yang menjadi bagian dari ekosistem budaya di Kota Tua Jakarta, sekaligus mendukung penguatan destinasi wisata berbasis sejarah. “Kita belum memiliki museum film maupun museum fotografi yang representatif. Padahal kita memiliki banyak aset dan kekayaan sejarah di bidang tersebut, namun belum memiliki ruang yang memadai untuk memamerkannya,” ujamya.

la menjelaskan bahwa melalui kolaborasi lintas pihak, aset-aset bersejarah yang dimiliki BUMN yang dikelola Danantara dapat dioptimalkan menjadi ruang publik yang produktif dan edukatif. “Gedung ini sangat menarik dan berada di lokasi yang strategis. Kita harapkan melalui kerja sama antara Kementerian Kebudayaan, Danantara, dan Jasa Raharja, tempat ini bisa dikembangkan menjadi museum fotografi dan museum film, sebagai bagian dari ekosistem budaya di Kota Tua,” jelasnya.

Menurutnya, museum tersebut nantinya dapat menghadirkan narasi perjalanan perfilman dan fotografi Indonesia dari masa ke masa, termasuk menampilkan karya, dokumentasi visual, serta peralatan yang digunakan dalam proses produksi. “Masyarakat bisa melihat perkembangan film Indonesia dari awal hingga era modern,

termasuk perkembangan fotografi dari masa ke masa,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menyampaikan dukungan terhadap rencana kolaborasi tersebut sebagai bagian dari optimalisasi pemanfaatan aset perusahaan yang memiliki nilai historis tinggi.

“Bangunan ini tidak hanya menjadi aset perusahaan, tetapi juga merupakan bagian dari warisan sejarah yang perlu dijaga dan dimanfaatkan secara produktif. Kami menyambut baik rencana kolaborasi ini sebagai upaya menghadirkan ruang budaya yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur SDM dan Umum Jasa Raharja, Rubi Handojo, turut memberikan penjelasan mengenai sejarah gedung serta kawasan di sekitarnya, sebagai pusat aktivitas perdagangan dan pemerintahan pada masa lalu yang kini berkembang sebagai kawasan wisata budaya.

Melalui rencana kolaborasi ini, diharapkan pemanfaatan aset bersejarah tidak hanya berorientasi pada pelestarian, tetapi juga mampu menghadirkan nilai tambah sebagai destinasi edukasi, budaya, dan pariwisata yang terintegrasi di kawasan Kota Tua Jakarta.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Magnifica Humanitas dan Gen Z di Era AI
Bupati Syah Afandin Dorong Langkat Jadi Percontohan Ekonomi Perempuan Nasional
BANTAH POLITISASI PIP-KIP KULIAH, KUASA HUKUM KADAFI: FITNAH TAK BERDASAR | MAHASISWA MALAHAYATI: DANA LANGSUNG KE PENERIMA TANPA POTONGAN
Ketua Bidang Hukum dan Media PBNU Prof. Mukri Pastikan Surat Edaran Kepanitiaan Muktamar Hoak
Peringati Hari Pers Sedunia, Ketum PWDPI : Wartawan Harus Profesional dan Jadi Penggerak Ekonomi
“Teror Digital, Modus Pemerasan UMKM Lewat Rating Bintang 1 di Google Maps Mencuat”
“Oksigen Demokrasi: Mengapa Kebebasan Pers Adalah Hak Asasi Manusia Universal”
SI RAJA DANGDUT & GURU BESAR UI: “IRAN BENTENG TERAKHIR UMAT ISLAM”, RHOMA IRAMA KUTIP HADIS KEUNGGULAN IMAN BANGSA PERSIA
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:15

Magnifica Humanitas dan Gen Z di Era AI

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:39

Bupati Syah Afandin Dorong Langkat Jadi Percontohan Ekonomi Perempuan Nasional

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:48

BANTAH POLITISASI PIP-KIP KULIAH, KUASA HUKUM KADAFI: FITNAH TAK BERDASAR | MAHASISWA MALAHAYATI: DANA LANGSUNG KE PENERIMA TANPA POTONGAN

Senin, 4 Mei 2026 - 11:57

Ketua Bidang Hukum dan Media PBNU Prof. Mukri Pastikan Surat Edaran Kepanitiaan Muktamar Hoak

Senin, 4 Mei 2026 - 11:44

Peringati Hari Pers Sedunia, Ketum PWDPI : Wartawan Harus Profesional dan Jadi Penggerak Ekonomi

Berita Terbaru

Lampung

Pelepasan dan Pentas Seni SDN 10 Tanjung Raya

Minggu, 31 Mei 2026 - 11:02